Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Marvellhawk

my hobby is playing drum i live at cipmandone SMPK BPK PENABUR CIMAHI

Gunung Merapi di Indonesia

OPINI | 21 January 2012 | 04:02 Dibaca: 1161   Komentar: 2   1

Gunung Merapi Indonesia.

by : Marvell H.E

Dari dulu sampai sekarang Indonesia dikenal sebagai jalur cincin api teraktif di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan dilaluinya Indonesia oleh 2 sirkum yaitu “sirkum Pasifik dan sirkum Mediterania”. Sirkum pertama yaitu sirkum Pasifik yang berawal dari : Amerika Selatan - Pegunungan Andes - Chile - dan berakhirdi Selandia Baru, sedangkan sirkum Mediterania berawal dari : Pegunungan Atlas / Maroko - dan berakhir si Pulau Banda. Sirkum tersebut ditentukan berdasarkan letak Geologis Indonesia.

Daftar gunung-gunung api di Indonesia antara lain :

  1. Pulau Sumatra
  • Gunung Lauser.
  • Gunung Sibayak.
  • Gunung Talakmau.
  • Gunung Kerinci.
  • Gunung Seblat.

2.  Pulau Jawa

  • Gunung Salak.
  • Gunung Gede Pangrango.
  • Gunung Papandayan.
  • Gunung Tangkuban Perahu.
  • Gunung Guntur.
  • Gunung Telaga Bodas.
  • Gunung Ciremai.
  • Gunung Dieng.
  • Gunung Sindoro.
  • Gunung Merbabu.
  • Gunung Merapi.
  • Gunung Kelud.

3. Pulau Bali

  • Gunung Agung.

Dan masih banyak lagi…..

Terakhir kali saya mendatangi lokasi kejadian meletusnya Gunung Merapi saya Mewawancarai seorang nara sumber yaitu Bpk. Nurham. Saya mulai bertanya-tanya mengenai kronologis meletusnya Gunung Merapi “Siang Pa, saya mau tahu tentang kronologis meletusnya gunung Merapi apakah Bapak Keberatan?” “oh tentu tidak begini, waktu itu sebelum kejadian sudah terdengar suara gemuruh dari Gunung Merapi, kami warga sekitar telah mendapatkan himbauan agar kami pindah keradius yang lebih aman, ya sudah kami ikuti saja himbauan dari pemerintah.” oh ya Pak kalau rumahnya Mbah Maridjan dimana ya pa” lalu beliau menunjukan tempat kediaman Mbah Maridjan. Setelah diberi tahu tentang kediaman  Mbah Maridjan, saya lekas melihat kondisi sekitar hutan yang terkena awan : WEDUS GEMBEL :. Karena saya tidak tahu apa itu wedus gembel saya bertanya kepada Pak Nurham beliau menjelaskan bahwa wedus gembel adalah awan panas yang muncul dari kawah gunung Merapi dan bersuhu 900 derajat lebih. Saya melihat hutan-hutan yang hijau telah berubah menjadi kayu-kayu yang berwarna abu karena debu vulkanik dan telah menjadi rapuh. Saya hanya melihat bukit yang gundul akibat awan panas yang biasa disebut :Wedus Gembel:. Sepanjang jalan di Tempat Kejadian Perkara atau TKP  jalan raya penuh dengan abu vulkanik, dan ketika saya kembali ke Kota Jogja Melewati jalan yang terkena abu vulkanik saya melihat banyaknya rumah yang hancur mobil yang berkarat (hancur). Saya sangat prihatin terhadap peristiwa yang terjadi di Gunung Merapi.

Dari cerita di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa di Indonesia masih banyak lagi terdapat gunung aktif yang perlu diwaspadai oleh masyarakat. Karena gunung berapi dapat meletus sewaktu-waktu.

Sayahttp://www.kompasiana.com/statics/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif menghimbau agar pemerintah dapat mengatasi kejadian yang berkaitan dengan meletusnya gunung merapi agar tidak terjadi korban jiwa lagi seperti meletusnya Gunung Merapi, karena menurut saya nyawa itu berharga karena itu adalah pemberian Tuhan secara cuma-cuma.

I love Indonesia.

I love Kompas.

Tags: cincinapi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah 5 Butir Penting Putusan MK atas …

Rullysyah | | 21 August 2014 | 17:49

MK Nilai Alat Bukti dari Kotak Suara …

Politik14 | | 21 August 2014 | 15:12

Sharing Profesi Berbagi Inspirasi ke Siswa …

Wardah Fajri | | 21 August 2014 | 20:12

Meriahnya Kirab Seni Pembukaan @FKY26 …

Arif L Hakim | | 21 August 2014 | 11:20

Haruskah Semua Pihak Menerima Putusan MK? …

Kompasiana | | 21 August 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Dear Pak Prabowo, Would You be Our Hero? …

Dewi Meisari Haryan... | 7 jam lalu

Kereta Kuda Arjuna Tak Gentar Melawan Water …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Dahlan Iskan, “Minggir Dulu Mas, Ada …

Ina Purmini | 9 jam lalu

Intip-intip Pesaing Timnas U-19: Uzbekistan …

Achmad Suwefi | 11 jam lalu

Saya yang Memburu Dahlan Iskan! …

Poempida Hidayatull... | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: