Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Anggraeni Kumalasari

Seorang ibu dan istri yang sedang belajar membagi waktu dengan bijaksana

Mengenalkan Bahasa Inggris pada Balita

HL | 23 January 2012 | 01:17 Dibaca: 3383   Komentar: 25   3

132728621562667127

admin/ilustrasi (shutterstock)

Saat ini bukan merupakan sesuatu yang istimewa bila kita mendengar balita mengucapkan kata-kata berbahasa Inggris atau bahkan berkomunikasi dengan kedua orang tuanya dalam bahasa asing, terutama bahasa Inggris.

Kebutuhan akan penguasaan bahasa Inggris sejak dini telah menjadi kebutuhanan utama diera globalisasi ini disamping penguasaan bahasa Indonesia ( Mother Tongue). Hal ini dikarenakan dalam era ini bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional yang paling luas penggunaannya serta menjadi bahasa ilmu pengetahuan.

Kesadaran orang tua untuk mempersiapkan sang buah hati agar bisa bertahan dan mampu bersaing pada kehidupan mendatang menggerakan para orang tua untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi putra putrinya termasuk memperkenalkan bahasa Inggris sejak usia dini. Kecenderungan ini ditunjukan dengan banyak bermunculannya sekolah-sekolah bertaraf Internasional, Sekolah Nasional Plus, Sekolah dengan Kelas Internasional maupun Kelas Rintisan Bahasa dan bahkan menjamurnya lembaga-lembaga kursus bahasa Inggris yang tersedia bagi semua tingkatan usia.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan para orang tua dalam memperkenalkan bahasa Inggris kepada sang buah hati

  • Kapan memulai ?

Tidak ada batasan yang tepat kapan kita bisa mulai mengenalkan bahasa Inggris kepada buah hati kita, tetapi beberapa pendapat menyatakan bahwa masa yang paling tepat adalah pada saat “ Golden Period” tahap kedua yaitu usia 3 sampai dengan 6 tahun. Pada masa tersebut perkembangan bahasa seorang anak akan mengalami kemajuan yang sangat cepat seiring dengan daya serap otaknya. Maka manfaatkanlah moment tersebut sebaik-baiknya. Hal ini cukup beralasan dikarenakan apabila kita memperkenalkan bahasa Inggris sebelum anak memahami dan mengenal kosa kata dalam bahasa ibu , dikhawatirkan mereka akan mengalami bingung bahasa dan juga akan menjadikannya terisolasi dari lingkungan sosialnya karena meskipun kedua orang tua berkomunikasi dalam bahasa Inggris, kemungkinan besar lingkungan tersebut , seperti nenek, kakek , keluarga besar, pengasuh bahkan orang-orang yang akan berinteraksi dengannya akan menggunakan bahasa ibu ( Bahasa Indonesia ). Tetapi apabila terlambat atau melampaui usia golden period dalam memperkenalkan bahasa Inggris kepada buah hati kita, anak menjadi tidak terbiasa dan mengalami hambatan dalam penyerapannya, maka dalam kasus ini bahasa asing menjadi benar-benar asing bagi mereka.

· Bagaimana caranya ?

Ada beberapa metode dalam memperkenalkan bahasa Inggris kepada Balita dan hal tersebut dapat kita lakukan dalam keseharian kita pada saat berinteraksi dengannya, misalnya kita bisa mulai memperkenalkan warna mainan favoritnya dalam bahasa Inggris, nama-nama benda disekitar kita dan hal-hal yang banyak berhubungan dengannya atau yang menjadi ketertarikannya, ini akan membantu menambah perbendaharaan katanya. Atau beberapa cara sebagai berikut :

1. Bisa juga kita memperdengarkan lagu anak-anak dalam bahasa Inggris, tanpa disadari sambil bernyanyi anak akan memperlancar pengucapannya dan membentuk pola berpikir bahwa belajar bisa juga dengan cara yang menyenangkan.

2. Menggunakan media flash card yang berupa gambar dengan warna-warna menarik untuk memperkenalkan nama, warna, bentuk dan jumlah benda. Apabila anda orang tua yang telaten anda bisa memanfaatkan majalah, kalender bahkan brosur-brosur dari supermarket yang anda anggap menarik untuk dijadikan flash card, caranya adalah : potong gambar-gambar tersebut dalam bentuk persegi kemudian tempelkan pada karton pembungkus susu, kotak sereal atau produk lain untuk mempertahankan keawetannya. Anda juga bisa menempuh cara praktis dengan membeli flash card di toko-toko buku terkemuka.

3. Bacakan buah hati anda cerita bergambar menarik dengan text berbahasa Inggris, pilihlah topik yang disenangi oleh mereka serta pilihkan buku cerita dengan kalimat-kalimat pendek, sederhana dan informatif, mengingat pada masa balita anak-anak baru bisa memahami kalimat-kalimat singkat dan sederhana bahkan dalam bahasa ibu (Bahasa Indonesia ) yang mereka pergunakan dalam kesehariannya.

4. Manfaatkan setiap moment bersama mereka dengan sebaik-baiknya, kita harus jeli memanfaatkan kegiatan apa saja untuk menyelipkan satu atau dua katadalam bahasa Inggris, misalnya ketika kita mengajaknya berenang di akhir pekan, yang menjadi acara kesukaannya, untuk memperkenalkan kalimat seperti : do you like swimming? , the swimming pool is very big , is the water cool enough for you?. Dengan begitu tanpa disadari anak-anak akan mengenal lebih banyak kalimat-kalimat berbahasa Inggris.

5. Gunakan bahasa tubuh dalam membantu komunikasi anda dengan sang buah hati. Hal ini diperlukan pada masa-masa awal pengenalan sebuah kata baru ( contoh : eat )sehingga anak akan mendapatkan petunjuk mengenai hal-hal yang anda maksudkan, misalnya ketika saat makan tiba anda bisa berkata “ do you want to eat?” sambil mengerakan tangan seolah-olah anda makan, anak akan menangkap maksud anda dan rangsanglah dia untuk menjawab dengan yes atau no dari pada hanya menggeleng atau menggangguk.

· Perkenalkan Three Magic Word

Jangan pernah lupa memperkenalkan kepada anak tiga kata yang sangat bermanfaat dalam membentuk kepribadian anak kita yaitu thank you, excuse me, and sorry. Apabila anda menerapkan tiga kata ini dalam keseharian anak anda maka anda tidak saja mengajarkan bahasa kepadanya tetapi juga anda akan membentuk buah hati anda menjadi pribadi yang bersyukur, santun dan berjiwa sportif.

· Jadilah Contoh Yang Baik (role model)

Sebagai orang tua anda diharuskan menjadi contoh yang baik bagi buah hati anda

sendiri, jangan pernah mengucapkan sebuah kata dengan pengucapan yang salah

karena anak akan mengikuti apa yang anda ucapkan dan bisa jadi anak akan

mengucapkan kata tersebut dengan cara yang salah seumur hidupnya. Maka

rajin-rajinlah membuka kembali kamus yang mencantumkan cara pengucapan

sebuah kata dengan baik dan benar untuk mengecek kebenaran pengucapan anda.

Atau anda bisa membeli piranti lunak yang bisa anda unggah kedalam

komputer anda untuk menjadi tolak ukur ketepatan pengucapan anda, atau

apabila anda cukup beruntung mengenal seseorang yang kompeten dalam bahasa

Inggris perbanyaklah bertukar pikiran dengan orang tersebut.

· Kesinambungan Dan Kesederhanaan

Jangan pernah lelah untuk mengajarkan kepada anak anda berbahasa Inggris, apabila anak telah siap menerima bahasa lain selain bahasa ibu (Mother Tongue) lakukanlah komunikasi dalam bahasa Inggris sesering mungkin dengannya, anda juga bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan pasangan anda untuk membangun atmosfir berbahasa Inggris dalam keluarga anda. Dengan begitu anak akan merasa nyaman dan terbiasa mendengar dan mengucapkan kalimat-kalimatnya sendiri. Hal yang melekat dalam kesinambungan ini adalah kesederhanaan pemilihan kata dalam memberikan informasi maupun berkomunikasi dengan anak anda, misalnya anda selalu mengunakan kata “ sit down please” dari pada memilih menggunakan “would you like to take a seat please”. Meskipun bertujuan sama kalimat kedua terlalu rumit untuk dipahami seorang anak

· Bangun Kepercayaan Dirinya

Biasanya dalam masa-masa awal tahap belajar anak akan merasa kurang percaya diri dalam menjawab atau menyatakan pendapatnya dalam bahasa Inggris, untuk itu anda sebagai orang tua harus berperan sebagai pemandu bahasanya, anda bisa memandu apa yang akan akan diucapkan anak dan anak akan mengikuti ucapan anda setelah anda memahami apa yang akan diucapkannya. Jangan pernah lelah untuk melakukan koreksi terhadap kesalahan pengucapan mereka. Dengan cara ini anak akan merasa lebih percaya diri untuk mengungkapkan perasaanya karena anda akan selalu memandunya menemukan kata yang tepat, hingga akhirnya sang buah hati bisa dengan sendirinya mengucapkan kata-kata yang dipilihnya.

· Hindarkan Pemaksaan

Hal terakhir dan terpenting adalah jangan pernah memaksa anak anda untuk belajar berbahasa Inggris hanya untuk mendongkrak image anda sebagai orang tua yang sukses mendidik anak atau sekedar mengikuti tren, tanamkan kepadanya bahwa setiap proses belajar yang dilaluinya akan sangat berguna bagi kehidupannya di masa datang, atau apabila si kecil terlalu sulit mencerna nasehat anda ciptakanlah suasana yang menyenangkan agar anak belajar dengan hati yang gembira .

Saya bukanlah seorang ahli, ini hanyalah opini berdasarkan pengalaman pribadi.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | | 25 October 2014 | 14:51

Kompasiana Nangkring Special di Balikpapan …

Bambang Herlandi | | 25 October 2014 | 13:44

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 17 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 17 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 18 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 21 jam lalu


HIGHLIGHT

Gayatri Dwi Wailissa, Anggota BIN yang Gugur …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Belajar Ngomong:”Mulutmu …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

MEA 2015; Bahaya Besar bagi Indonesia …

Choerunnisa Rumaria | 8 jam lalu

Bersenang-Senang dengan Buku …

Mauliah Mulkin | 8 jam lalu

Kematian Pengidap HIV/AIDS di Kota Depok …

Syaiful W. Harahap | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: