Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Kecenderungan Gangguan Belajar pada Anak

REP | 01 February 2012 | 05:11 Dibaca: 177   Komentar: 2   1

Benarkah anak laki-laki cenderung mengalami gangguan belajar ketimbang anak perempuan?

Sebelum itu, bagaimanakah seorang anak itu dapat dikategorikan sebagai anak yang memiliki gangguan belajar? Nah, berdasarkan definisinya, anak yang mengalami gangguan belajar itu :
1. Punya kecerdasan normal ataupun di atas normal
2. Kesulitan dalam setidaknya satu mata pelajaran atau biasanya beberapa mata pelajaran
3. Tidak memiliki problem atau gangguan lain, seperti retardasi mental, yang menyulitkannya

Menurut U.S. Departement of Education (1996), Benar bahwa anak lelaki lebih besar kemungkinannya mengalami gangguan belajar. Ini dikarenakan perilaku anak lelaki yang cenderung bandel dan mengganggu, juga hiperaktif, sedangkan anak perempuan cenderung diidentikkan dengan anak yang kalem, pendiam, rajin, dan sebagainya.

Biasanya, jenis pelajaran yang menjadi masalah, yaitu pelajaran membaca, bahasa tulis, dan matematika. Itulah sebabnya banyak kita temukan anak lelaki yang tulisannya seperti cakar ayam (tidak rapi), dan sebagainya. Juga banyak anak lelaki yang banyak kesalahan ejaan penulisannya karena tidak mampu menyesuaikan huruf dan bunyinya. Dan untuk pelajaran matematika, yang mungkin menjadi pelajaran yang sangat sulit dan beribet untuk di mengerti, tak sulit bagi kita untuk temukan anak lelaki yang tidak bisa menjawab soal matematika padahal soal yang diberi cukup mudah, sangking tidak sukanya, melihat soalnya saja sudah bingung duluan.

Anak yang mengalami gangguan belajar ini lebih memungkinkan memiliki prestasi yang buruk, drop out, serta memperoleh pekerjaan yang rendahan (Wagner & Blackorby, 1996). Namun, menurut pernyataan pueschel, dkk (1995), banyak jugan anak yang menderita gangguan belajar tumbuh dan menjalani hidup normal dan melakukan pekerjaan yang produktif.

Daftar Pustaka
Santtrock, John W. 2008, Psikologi Pendidikan Edisi Kedua, Penerbit: Kencana Prenada Media Group: Jakarta

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Batik 3005 Meter Karya Masyarakat Yogyakarta …

Hendra Wardhana | | 02 October 2014 | 12:27

Antara Yangon, Iraq, ISIS dan si Doel …

Rahmat Hadi | | 02 October 2014 | 14:09

Kopi Tambora Warisan Belanda …

Ahyar Rosyidi Ros | | 02 October 2014 | 14:18

Membuat Photo Story …

Rizqa Lahuddin | | 02 October 2014 | 13:28

[DAFTAR ONLINE] Nangkring bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:52


TRENDING ARTICLES

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 4 jam lalu

KMP: Lahirnya “Diktator …

Jimmy Haryanto | 5 jam lalu

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

Merananya Fasilitas Bersama …

Agung Han | 10 jam lalu

Ceu Popong Jadi Trending Topic Dunia …

Samandayu | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kios Borobudur Terbakar, Pencuri Ambil …

Maulana Ahmad Nuren... | 7 jam lalu

Kemacetan di Kota Batam …

Cucum Suminar | 7 jam lalu

“Amarah Nar Membumihanguskan …

Usman Kusmana | 7 jam lalu

Pembunuh (4) …

S-widjaja | 7 jam lalu

Penghujat SBY, Ayo Tanggung Jawab…!! …

Sowi Muhammad | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: