Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Bhayu Sulistiawan

BHAYU SULISTIAWAN, sebagian kawan dan rekan memanggil dengan sebutan Babay, sebagian murid ada yang menyapa selengkapnya

Pengajuan NUPTK: Mintalah Software SIM NUPTK

REP | 03 February 2012 | 00:46 Dibaca: 5544   Komentar: 6   1

Repotnya mengurus NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) seringkali dikeluhkan para guru. Betapa tidak, sudah berkewajiban mengajar ditambah harus mengurus administrasi yang notabene adalah syarat mendapatkan berbagai tunjangan ataupun sertifikasi. Sebetulnya yang menjadi problem biasanya hal tekhnis. Seringkali guru belum mengetahui cara mudah mendaftarkan NUPTK. Saya punya pengalaman mengurus NUPTK pribadi dan teman-teman guru di sekolah secara kolektif.

Awal saya mengajukan di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi butuh berbulan-bulan bahkan ada yang sampai setahun lebih. Saya bisa katakan problemnya adalah kendala tekhnis karena di Disdik Kota Bekasi khususnya Bagian Bina Program yang mengurusi dari mulai NSS, NPSN, LI, NISN, sampai NUPTK minim sekali operator yang ada. Bahkan untuk mengurus NUPTK, NSS, NPSN hanya satu operator yang memegang kunci untuk masuk secara online ke dapodik (Data Pokok Pendidikan) dari Kemdiknas (sekarang Kemdikbud).

Bagi anda yang mengajukannya lewat form yang diberikan dari operator kota bisa jadi akan lama. Belum lagi ketika mengumpulkan hanya ditumpuk oleh operator dan tidak langsung diinput maka lupalah form yang sudah kita ajukan bahkan bisa jadi tercecer dan hilang. Ini yang dialami oleh kepala sekolah saya waktu pertama megajukan dengan mengisi form hingga berkali-kali. Disinilah letaknya sehingga terjadi keluhan, karena guru-guru harus bolak-balik ke dinas untuk mengembalikan formulir, ngecek lagi, kemudian hilang balik lagi mengisi formulir. Banyak sekali waktu dan tenaga yang dikeluarkan.

Ketika pengajuan NUPTK beralih ke saya, ternyata tidak selama itu. Karena saya tidak mengajukan lewat form. Melainkan menggunakan program bernama SIM NUPTK (Sistem Informasi Manajemen NUPTK) yang diberikan oleh operator tingkat Kota. Untuk di kabupaten Bekasi sekarang operator sudah langsung memberikan programnya tanpa harus mengisi form. Mengapa mengajukan menggunakan SIM NUPTK yang dirilis tahun 2006 lebih mudah dan cepat tidak perlu bolak-balik.

Saya berasumsi berdasarkan pengalaman, kalau kita mengajukan dengan mengisi form, maka operator akan input dengan mengetik ulang data yang sudah kita isi di form. Maka itu biasanya form yang banyak dari beberapa sekolah bisa bertumpuk dan operator tidak langsung menginput, sehingga ada yang lupa, ketinggalan sudah lama lalu hilang. Sedangkan kalau kita mengajukan dengan menggunakan program SIM NUPTK, input operator ke pusat tidak lagi mengetik ulang sehigga dia hemat tenaga dan tidak menumpukkan kertas, melainkan hanya mengcopy database yang sudah kita isi sendiri berupa file Ms. Acces. Dengan demikian operator langsung mengcopy dan mengirim online ke pusat dengan cepat, tak perlu lagi ketik data kita dari form.

132822990815979230

Tampilan SIM NUPTK 8.1

Nah, bagi para guru dan tenaga kependidikan yang ingin atau baru mengajukan NUPTK, mintalah program SIM NUPTK (jangan lupa membawa flashdisk untuk mengcopy dari operator kota/kabupaten). Sehingga anda tidak perlu bolak-balik menyerahkan form yang hilang dan lupa (dilupakan) oleh operator. Dengan menggunakan SIM NUPTK anda bisa menghemat tenaga dan waktu untuk mengurus NUPTK. Selamat mencoba. Untuk program SIM NUPTK terbaru adalah versi SIM NUPTK 8.1 (MS SQL Server). Terakhir, mengajukan NUPTK gratis tidak ada pungutan biaya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 7 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 13 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 14 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 15 jam lalu

Ini Pilihan Jokowi tentang Harga BBM …

Be. Setiawan | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 8 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 8 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 9 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Marah, Makian, Latah. Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: