Artikel

Edukasi

Pepih Nugraha

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Gemar catur namun tak pernah juara. Disalurkan dengan mengoleksi papan/bidak catur dan menulis artikel catur. Hari-hari diisi membaca, menulis, dan bersosialisasi. Selain sharing menulis virtual di halaman "Nulis bareng Pepih" di Facebook, mempraktikkan Citizen Journalism tentang peristiwa remeh-temeh. Juga membuat projek Hybrid Journalism, dimana jurnalisme warga menjadi berita mainstream lewat keterlibatan jurnalis/editor. Bermimpi melahirkan para jurnslis/penulis kreatif anak negeri yang andal di masa mendatang sebagai sebuah obsesi.

Membuka Tulisan dengan Setting Waktu


OPINI | 04 February 2012 | 11:47 Dibaca: 191   Komentar: 19   5 dari 5 Kompasianer menilai bermanfaat

jam-tangan

Ilustrasi

Beberapa waktu lalu saya menjelaskan mengenai bagaimana membuka tulisan dengan dialog atau percakapan. Ini dalam konteks penulisan kreatif, khususnya menulis fiksi. Sebagai penulis, khususnya penulis fiksi, barangkali Anda sudah paham betul bagaimana memulai menulis, bagian yang tersulit dalam menulis, sehingga tidak ada hambatan dalam memulai menulis.

Selalu saya tekankan, jangan buang-buang waktu untuk memulai menulis. Jangan macet (stuck) sebelum menulis. Ibarat berkendaraan ke luar kota, tetapi menghidupkan mesin kendaraan saja sulit. Belum lagi saat hendak ke jalan raya, kemacetan lalu-lintas di depan menghadang. Bagi saya, selalu ada jalan untuk memecah hambatan itu, dalam hal ini memulai menulis. Salah satunya dengan setting waktu.

Setting waktu paling umum dan paling sering dijumpai dalam cerita-cerita fiksi, dari cerita anak-anak sampai novel berat. Coba simak contoh berikut ini:

  • Zaman dahulu kala, hiduplah sepasang kakek-nenek di sebuah hutan lebat…
  • Jarum pendek tepat menunjuk angka 12, berimpitan dengan jarum panjang. Terdengar dentang 12 kali. Selepas itu senyap. Tengah malam terasa kian mencekam…
  • Pagi musim dingin di akhir tahun 1799, kota Paris yang kumuh masih diselimuti salju tebal. Sebuah kereta kuda berpenumpang mulai merayap malas. Sang Sais duduk di muka mengendalikan tali kekang, sedangkan di dalam kereta duduk Michele, seorang remaja jelang 17 tahun, yang wajahnya muram semuram jalanan yang dilaluinya…
  • Tahun-tahun pertama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diangkat sebagai Presiden ke-6 RI, harapan rakyat Indonesia akan kehidupan yang baik mulai menggema. Dan, harapan itu ditumpukan ke pundak presiden. Akan tetapi, delapan tahun kemudian, harapan itu tak kunjung terwujud….

Dengan mengetahui setting waktu sebagai pembuka tulisan, juga percakapan atau dialog yang sudah saya jelaskan sebelumnya, Anda tak perlu berlama-lama merenung menorehkan kata atau kalimat pertama tulisan. Gunakan saja setting waktu ini. Perkara saat membaca dan menulis ulang akan diganti, itu urusan lain. Yang penting jangan macet sebelum memulai menulis!

Salam pertemanan….

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: