Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Penghafal Undang-Undang

OPINI | 08 February 2012 | 03:38 Dibaca: 191   Komentar: 6   1

Adik:”Kak, sekarang kuliah dimana?”
Saya:”Kuliah di FHUI,Dek!”
Adik:”Wuah..berarti harus ngafalin undang-undang gitu dong,Kak?”
Saya:”Oh, nggak kok! Yang penting pemahaman dan analisisnya..Kalau undang-undang gak usah dihafal, boleh dilihat kok…”

Itulah percakapan yang sudah saya sering ulangi ketika adik-adik kelas saya mengomentari tempat studi saya sekarang. Ya, memang kalau kuliah di fakultas hukum tidak perlu menghafal undang-undang. Tapi, usut punya usut, ada satu ‘undang-undang’ yang banyak orang menghafalnya dan memang ‘undang-undang’ itu dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dihafalkan!

‘Undang-undang’ apakah itu? Ya, ‘undang-undang’ itu adalah al-Qur’an, Saudara-Saudari! Al Qur’anu dustuuruna, Al Qur’an ‘undang-undang’ kami, itu yang pernah saya dengar dari sebuah lantunan nasyid.

Mengapa ‘undang-undang’ ini mudah dihafalkan? Karena yang Maha Membuatnya sudah menjamin hal itu.

“Dan sungguh telah kami mudahkan al-Qur’an untuk diingat, apakah ada yang mau mengingatnya?”

(al-Qamar: 18)

Menurut saya, salah satu orang yang hebat di dunia ini adalah para penghafal al-Qur’an. Al-Qur’an, yang halamannya mencapai sekitar 600-an, bisa dihafalkan dengan tepat dan akurat! Saya jadi bertanya, adakah orang yang sanggup menghafalkan sebuah buku lain yang jumlah halamannya sama, dengan tepat dan akurat juga? Saya pikir tidak akan ada yang bisa untuk itu…

Saya sendiri tidak memiliki data statistik penghafal al-Qur’an di seluruh dunia. Berapapun jumlahnya, sungguh telah terbukti firmanNya,

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Qur’an dan Kami pula yang memeliharanya.”
Al Hijr: 9

Dia memelihara al-Qur’an melalui memori-memori para penghafalnya. Jika ada satu ayatpun yang diubah, maka bisa langsung ‘ketahuan’ oleh mereka dengan izinNya…

Saya mengenal seorang hafizhah al-Qur’an. Saya melihat sendiri bahwa hafalan al-Qur’annya telah berdampak pada kecerdasannya. Tutur katanya lugas, sedikit namun berisi. Saat saya membaca tulisannya, saya terpesona dengan gaya penulisan dan substansi tulisannya. ‘Ruh’ kecerdasan yang ia miliki berbeda dengan orang cerdas lain…Sulit rasanya mengungkapkannya dengan kata-kata karena hanya hati dan pikiran ini yang bisa merasakannya…

Satu hal lagi, seorang teman pernah menyampaikan kepada saya bahwa ada temannya yang pandai waktu di SMA karena sering menghafal juz ‘amma. Saya setengah tidak percaya. Tetapi setelah saya merenungi ’sepak-terjang’ teman saya yang hafizhah tadi, dan kemudian diperkuat kembali dengan sebuah buku tentang pengalaman seorang insinyur dari Suriah sewaktu menghafal al-Qur’an, maka saya berkesimpulan sendiri, “MENGHAFAL AL-QUR’AN BERDAMPAK LANGSUNG TERHADAP KECERDASAN SESEORANG!”

Terlepas dari belum adanya penelitian empirik mengenai hal itu, tetapi saya sudah menyaksikannya sendiri…

Mau??

Catatan: repost dari note facebook saya :-)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Usul Mengatasi Kemacetan dengan “Kiss …

Isk_harun | | 21 September 2014 | 17:45

Menuju Era Pembelajaran Digital, Ini Pesan …

Nisa | | 21 September 2014 | 22:44

RUU Pilkada, Polemik Duel Kepentingan (Seri …

Prima Sp Vardhana | | 21 September 2014 | 23:11

Cerita Unik 470 Kata, Seluruh Kata Diawali …

Saut Donatus | | 22 September 2014 | 07:54

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

PKS antara Pede dan GR …

Ifani | 4 jam lalu

Sopir Taksi yang Intelek …

Djohan Suryana | 5 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 8 jam lalu

Gajah Berperang Melawan Gajah, …

Mike Reyssent | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Saya yang Berjalan Cepat, Atau Mahasiswa …

Giri Lumakto | 7 jam lalu

Membaca Konsep Revolusi Mental Gagasan …

Ahmad Faisal | 7 jam lalu

Konstitusionalitas Pemilukada: Paradoks …

Armansyah Arman | 7 jam lalu

Salah Kaprah Tentang Tes Psikologi …

Muhammad Armand | 7 jam lalu

MTQI ke XV Menyatukan Dunia yang Terbelah …

Syaripudin Zuhri | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: