Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Rudi

Sekarang mengajar di SDN Kertajaya 04 Rumpin Bogor. Aktip di Ranting PGRI sebagai ketua. Menjadi selengkapnya

Kemampuan Leadership Bagi Kepala Sekolah

REP | 22 February 2012 | 00:08 Dibaca: 1008   Komentar: 0   0

KEMAMPUAN LEADERSHIP BAGI KEPALA SEKOLAH

MEJADI DASAR TERBENTUKNYA SEKOLAH BERKUALITAS

 

 

Oleh : Rudi, S.Pd

Guru SDN Kertajaya 04 Desa Mekarasari

Kecamatan Rumpin Bogor.

 

 

Kepala sekolah adalah guru yang mendapatkan tugas tambahan untuk mengendalikan proses pembentukan kondisi kerja pelayanan masyarakat dalam bidang pendidikan di sekolah. Kepala sekolah bertugas merancang, merencanakan, menjalankan, mengawasi, mengorganisai, dan, mengevasluasi segala hal yang berkaitan dengan pengolahan sarana, prasarana, personal, murid dan lingkungan sekolah untuk kemudian dijadikan landasan atau modal dalam upaya mencapai tujuan terciptanya peningkatan kualitas sekolah yang dipimpinnya.

 

Untuk melaksanakan rangkaian tugas seperti diuraikan di atas, maka fungsi leadership bagi seorang kepala sekolah harus dimaksimalkan. Seorang kepala sekolah yang selain memiliki kewajiban mengajar minimal enam jam pelajaran dalam setiap minggunya, juga harus dilengkapi dengan keterampilan leadership yang memadai. Karena baik buruknya suatu sekolah, sangat ditentukan oleh kemampuan kepala sekolah dalam mengelola setiap potensi yang ada di lingkungan sekolahnya. Potensi-potensi itu akan menjadi sesuatu kebaikan bila mana kepala sekolah menjalankan fungsi leadershipnya dengan proporsional dan penuh tanggungjawab.

 

Dalam bahasa Indonesia leadership diartikan sebagai kepemimpinan. Menurut pendapat Gibson, John M.Ivancevich dan James H. Donally Jr (1996: 225) “Kepemimpinan adalah suatu upaya penggunaan jenis pengaruh bukan paksaan atau concersive untuk memotivasi orang-orang dalam mencapai tujuan tertentu”. Adapun menurut pendapat Terry dalam bukunya yang berjudul  Principle Of Management yang dikutip dalam buku pemimpin dan kepemimpinan oleh Kartini (1992: 50) “kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok”

 

Yong, berpendapat mengenai pengertian kepemimpinan yang dikutip oleh Kartini (1992:50) dinyatakan bahwa : “Kepemimpinan adalah bentuk dominasi didasari oleh kemampuan pribadi, yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya,dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi khusus”

 

Dari beberapa definisi tersebut, jelas bahwa fungsi dari kepemimpinan adalah untuk  mempengaruhi orang lain dalam sebuah kelompok agar melakukan sesuatu demi mencapai tujuan kelompok dengan segala upaya maksimal tanpa paksaan. Kepala sekolah sebagai pimpinan utama di sekolah, tentunya juga harus memiliki kemampuan memotivasi guru, penjaga sekolah, staf TU, dan masyarakat (komite sekolah) untuk bekerja secara bersama-sama demi mencapai tujuan yang sudah direncanakan sebelumnya secara bersama-sama.

 

Segala upaya serta gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala sekolah  tidak lain untuk terciptanya target atau tujuan yang sudah ditetapkan oleh sekolah dalam bentuk kurikulum sekolah, karena kepala sekolah sebagai pimpinan puncak merupakan faktor penetu dalam keberhasilan organisasi sekolah. Pemimpin yang berkualitas akan sangat mempengaruhi keberhasilan pencapaian kualitas sekolah, sebab kepala sekolah sebagai pemimpin yang handal akan mampu mengelola secara keseluruhan jalannya proses segala kegiatan sekolah sehingga mempengaruhi secara konstruktif  orang-orang yang berada dibawah tanggungjawabnya  agar senantiasa berada pada track yang benar dalam memenuhi tujuan yang sudah direncanakan oleh sekolah.

 

Pendapat dari Dr. Roeslan Abdulgani bahwa seorang pemimpin harus memiliki kelebihan dalam 3 hal dari orang-orang yang dipimpinnya :

1.      Kelebihan dalam bidang ratio.

Artinya seseorang pemimpin harus memiliki pengetahuan tentang tujuan dan asas organisasi yang dipimpinnya. Memiliki pengetahuan tentang cara-cara untuk menjalankan organisasi secara efisien. Dan dapat memberikan keyakinan kepada orang-orang yang dipimpin ke arah berhasilnya tujuan.

2.      Kelebihan dalam bidang rohaniah.

Artinya seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat yang memancarkan keluhuran budi, ketinggian moral, dan kesederhanaan watak.

3.      Kelebihan dalam bidang lahiriah/jasmaniah.

Artinya dengan kelebihan ketahanan jasmaniah ini seorang pemimpin akan mampu memberikan contoh semangat dan prestasi kerja sehari-hari yang baik kepada orang-orang yang dipimpin.

 

Bagi kepala sekolah sebagai  seorang pemimpin di lembaga sekolah, seharusnya minimal  memiliki syarat-syarat tertentu agar kepemimpinannya dapat berjalan dengan baik demi mencapai kualitas sekolah yang maksimal. Adapun syarat minimal yang wajib dimiliki seorang kepala sekolah dalam menjalankan tugas kepemimpinannya adalah :

a.       Memiliki Kharisma

Artinya kepala sekolah harus menjadi contoh tauladan bagi guru-guru, siswa, staf TU dan masyarakat lingkungan sekolah karena berprilaku akhlak mulia, sopan, arif, dan bijaksana.

b.      Memiliki Keberanian

Kepala sekolah hendaknya berani menentukan sikaf tertentu demi membentuk sinergi dengan segala unsure yang berhubungan dengan sekolah, serta berani bertanggungjawab atas segala resiko baik buruk dari pilihan sikafnya itu.

c.       Memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain

Dengan profesionalisme yang dimilikinya, kepala sekolah hendaknya dapat menumbuhkan rasa percaya pada patner kerjanya, sehingga patner kerjanya itu mau secara iklas melaksanakan tugas yang diberikan oleh kepala sekolah.

d.      Mampu Membuat Strategi

Demi mencapai tujuan sekolah, kepala sekolah harus mampu menyusun strategi jitu yang diyakini dapat dijalankan secara maksimal sehingga tercapainya segala tujuan yang sudah direncanakan.

e.       Memiliki Moral yang Tinggi

Kepala sekolah hendaknya bermoral mulia, taat beragama, sopan dan santun.

f.       Mampu menjadi Mediator

Saat timbul masalah antar personal, kepala sekolah harus dapat menyelesaikannya secara arif dengan pendekatan yang tepat dan tidak merugikan salah satu pihak. Kepala sekolah hendaknya dapat menjadi penengah yang netral dan diyakini kenetralannya oleh bawahannya.

g.      Mampu menjadi Motivator

Segala prilaku, tindakan, perkataan dan rencana kerjanya mampu memotivasi bawahannya untuk dengan penuh semangat berpartisipasi aktif melaksanakan setiap tugas kewajibannya

h.      Memiliki Rasa Humor

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat bergurau cerdas, menyenangkan, tapi tidak menyinggung perasaan orang lain.

 

Banyak lagi teori penting mengenai bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik. Hal tersebut tentunya harus dipelajari oleh seorang kepala sekolah melalui membaca buku-buku kepemimpinan, agar kemudian ia menjadi seorang pemimpin yang sukses. Dan dapat menghantarkan sekolah yang dipimpinnya menjadi sekolah yang berkualitas.

 

Sekolah berkualitas artinya, bila mana sekolah telah dapat bersinergi secara positif dengan segala unsur yang ada untuk memaksimalkan menumbuh kembangkan potensi siswa agar dapat mempergunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ia kuasai melalui proses pembelajaran di sekolah dalam kehidupan bermasyarakat. Sekolah yang berkualitas adalah sekolah yang lulusannya dapat menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dipelajarinya melalui proses pembelajaran di sekolah demi memajukan bangsa dan negaranya.

 

Kepala sekolah sebagai pemimpin di sekolah selayaknya senantiasa menjawab segala keinginan yang diharapkan oleh masyarakat. Melalui tugas kepemimpinannya, kepala sekolah idealnya selalu merancang dan merencanakan program pencapaian peningkatan mutu sekolah dalam setiap penyusunan kurikulum sekolah, atau program kerja kepala sekolah baik jangka pendek, menengah atau jangka panjang.

 

Segala hal yang direncakan sekolah semestinya dibicarakan secara terbuka dengan masyarakat sekitar lingkungan sekolah, agar tumbuh idea-idea segar yang tepat sasaran dan tepat guna. Sehingga masyarakat sekitar lingkungan sekolah memiliki rasa keperdulian tinggi terhadap sekolah. Hal tersebut menuntut kepekaan kepala sekolah sebagai pemimpin.

 

Jika langkah-langkah tersebut berjalan secara berkesinambungan maka akan terciptalah satu kesatuan yang saling melengkapi antara sekolah dan lingkungannya, sehingga akan tercipta peningkatan kualitas sekolah tersebut. Kemudian secara umum akan pula meningatkan kualitas pendidikan Nasional Indonesia.

Indonesia.

 

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Malmö di Swedia: “Saudara” …

Cahayahati (acjp) | | 26 October 2014 | 10:02

Kenapa Harus Membela Ahok? …

Zulfikar Akbar | | 26 October 2014 | 09:55

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Staf Kepresidenan, Kekuasaan di Balik Tahta …

Mas Isharyanto | | 26 October 2014 | 10:42

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24



HIGHLIGHT

Marquez Pecahkan Rekor Doohan …

Suko Waspodo | 7 jam lalu

Menanti Tweet Pertama Presiden Jokowi …

Dody Kasman | 8 jam lalu

Tentara yang Berjuang di Atas Kursi Roda …

Dewilailypurnamasar... | 8 jam lalu

Air Terjun Bojongkoneng di Sentul …

G T | 8 jam lalu

Merangkum Keindahan Indonesia Lewat Kisah …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: