Artikel

Edukasi

Muhammad Syachronny

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

i'm Moslem and i'm not Terorrist

Hidup itu hanya untuk Ibadah = Beratnya….


OPINI | 22 February 2012 | 21:59 Dibaca: 49   Komentar: 0   Nihil

Dalam ayat-Nya Allah berfirman:

Wama kholaqtul jinna wal insa illa liya’bududun’

Lama aku tidak percaya dengan ayat ini

Fikirku aku hanya disuruh shalat, puasa dan dzikir..

Apalagi ketika aku berfikir tentang ayat:

‘Wa’bud robbaka hatta ya’tiyakal yakin’

Demi Allah, aku tidak sanggup untuk beribadah terus menerus..

Aku bingung,. Aku takut,. Aku lari dari pendapatku sendiri..

Suatu hari aku bertanya kepada guruku

Guruku mengatakan, “Tidak salah pendapatmu, tapi kurang”.

Ketahuilah.. Dalam ayat lain Allah juga berfirman:

‘Wala tansa nasibaka minaddunya’

Dan “La yukallifullahu nafsan illa wus’aha”

Jelas Allah tidak hanya menyuruh kita untuk sholat dan puasa

Allah juga menyuruh kita untuk mencari dunia

Bahkan Allah melarang kita untuk membebani diri kita dengan beban yang berat

Sehingga kita tidak mampu memikulnya

Walaupun itu ibadah..

Ketauhillah..

Ibadah itu bukan bentuk lahirnya

Banyak perkara dunia yang berubah menjadi amal dunia karena niat

Banyak perkara yang kadang menurut kita tidak ada nilainya tetapi Disisi Allah sangat berharga

Engkau makan,minum, tidur, cari nafkah, menikah Tetapi di niati untuk menguatkan ibadah

Itulah arti ’Wama kholaqtul jinna wal insa illa liyakbudun’

Dan engkau dapat istiqomah sholat, puasa, dzikir

Dengan bantuan makan, minum dan menikah

Itulah arti ’Wa’bud robbaka hatta ya’tiyakal yaqin’

Jika engkau sholat, puasa tetapi tidak makan dan minum Pasti engkau akan mati, bukankah ini bunuh diri dan jelas tidak ibadah?

Engkau hanya sholat, puasa dan dzikir tetapi tidak menikah Sehingga suatu ketika terjerumus zina, apakah arti semua ibadahmu..?

Ingatlah Allah pencipta manusia dengan ukuran dan aturan

Janganlah engkau mempertahankan kebodohanmu

Janganlah engkau hancur hanya karena pemahamanmu yang salah

Dan ingatlah pesan Allah:

Alladzina yastami’unal qoula Fayattabi’una ahsanah’

Orang-orang yang mendengarkan pendapat, Kemudian mengikuti pendapat yang paling bagus

Merekalah yang diberi petunjuk Allah Dan merekalah orang-orang yang beruntung..

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: