Artikel

Dian Prihantoro

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

pujakesuma (putera jawa kelahiran sumatera)

Aku dan Sosok Ayah yang Luar Biasa..


OPINI | 25 February 2012 | 22:26 Dibaca: 93   Komentar: 11   Nihil

Malam terasa dingin kurasa di tanah kelahiranku, Sang Bumi Ruwa Jurai. Ampir sepeminuman teh yang lalu ketika kuselesaikan obrolan malam dengan Ayahku di beranda rumah. Setelah beliau pergi untuk kumpulan RT, aku tiba-tiba termangu. Sebab beberapa obrolanku tadi sempat memenuhi benak ini, setidaknya sampai aku mengetikkan jemari di tuts demi tuts keyboard yang sengaja kubawa untuk menemani weekend kali ini.

Sahabat Kompasiana.. Jika selama ini kita kenal sosok seorang Ibu, yang menjadi tempat bertanya anak-anaknya.. Ah itu biasaaa.. orang kata sudah basi.. Tapi coretanku kali ini, adalah mengenai seorang ayah.. yang cerdas (walau maaf.. tetap ayahku yang terbaik kan?) Weits.. Jangan protes.. karena kalian pasti juga sepakat.. bahwa ayah terbaik tetaplah ayah kita sendiri.. Aku ingin bercerita tentang pengalaman setahun lalu, tentang kisah seorang ayah dan dua anaknya. Tentu bukan ayahku, karena bisa ratusan halaman kuhabiskan untuk ceritakan itu.

Dah siap?? Let’s the story begins..

Peluh mulai membanjiri tubuhku setahun kemarin.. Kala itu hari Sabtu 22 Januari 2011..
Aku terdiam menikmati siksaan pengap di dalam angkot 06A trayek Gandaria Kampung Melayu via UKI.. Nyaris tak ada yang menarik selain nona manis yang naik bersama Ibunya dari depan Huntsman ex Ciba.. Namanya Bunga (aku tahu saat dia bicara dengan seseorang di hape nya..) Tapi itupun tak mampu mengusir kantukku.. Hujan yang turun berselang seling setiap jarak satu kilometer (kira-kira aja sich).. yang menunjukkan betapa besar kuasaNya pun.. tak mampu mengalihkan rasa bosan dan terkungkung yang menyergapku..

Kecuali setelah Graha Cijantung.. saat seorang bapak usia 35tahunan.. dengan dua orang jagoan lelakinya.. naik dan mengambil tempat di seberang bangkuku tepat di samping Bunga… Tadinya kurasa mereka akan mengganggu satu2nya pemandanganku.. di angkot sesak itu.. Tapi tidak ternyata, karena saat itulah hal yang mengagumkan pun dimulai..

Tak sampai semenit, celoteh si dua jagoan pun mulai menghiasi ruang angkot Saat kudengar awalnya sih biasa.. Tapi lama lama mata dan telinga ini semakin melebar (jadi kayak sapi dan gajah..)

Ayah, di minumanku ternyata karbohidratnya 30%, kaliumnya 20% bla..bla.. bla.., artinya apa sih ?” tanya sang kakak

Oh.. itu artinya minuman mamas terdiri dari berbagai bahan yang diperlukan oleh tubuh, misalnya karbohidrat untuk sumber energi. Karbohidrat itu.. lebih banyak terkandung pada makanan pokok misalnya nasi, jagung, singkong, dan gandum nak..” jawab sang ayah dengan tenang

Trus ini EXP 12 2011 dan B2453 apa artinya Yah ? ” kejar sang anak..

EXP artinya expired date atau waktu kadaluwarsa yang menandakan mamas tidak boleh membeli bahkan meminum minuman ini setelah bulan Desember 2011, kalau B2453 itu nomor produk..Jadi kalau di pabriknya, setiap produk punya nomor urut sesuai dengan urutan dibuatnya,biar ketauan kapan, berapa, dan siapa yang mengerjakannya ” sahut si ayah

“Loh kok gak boleh dibeli, ntar rugi dong yang mbuat, trus kalau kita minum kenapa ?”

Minuman mamas itu, terdiri dari beberapa bahan termasuk ada bahan kimianya. Nah.. bahan kimia kalau bercampur dengan bahan kimia lain, memiliki batas waktu untuk digunakan atau dikonsumsi. Kalau setelah tanggal kadaluwarsa, biasanya bahannya rusak dan berbahaya untuk tubuh, mamas gak mau sakit karena minuman yang berbahaya kan ?” kembali si Ayah menjawab dengan sabar.

Si kakak manggut-manggut, si adik pun ikut-ikutan.. Si bapak reaksinya biasa aja, gak sombong, gak liat kiri kanan, begitu wajar.. Bunga tersenyum.. dan aku pun juga (walau pasti tak semanis senyuman Bunga..)

Sahabat.. terus terang aku kagum dengan si Bapak… Jangan2 dia apoteker, perawat, dokter, mantri, insinyur kimia? Tapi baju yang dipakainya bertuliskan salah satu dealer motor ternama.. Si anak juga, manggut2 ngerti atau bingung, atau membiarkan bapaknya ngoceh berimprovasi?

Tapi rentetan pertanyaan berikutnya dari kakak beradik yang dijawab satu-satu dengan sabar dan benar (setidaknya menurutku) oleh si bapak membuatku yakin.. bahwa beliau memang cerdas, entah apapun pendidikan dan profesinya. Jawabannya begitu lengkap dengan bahasa sederhana yang dimengerti oleh buah hatinya. Dan jagoan2nya pun begitu, karena pertanyaannya berbobot.. dan tidak asal njeplak kalo mantan dosenku bilang..

Sahabat… entah kemana sang ibu, sedang kerja, jadi TKW, sudah meninggal, atau sedang sakit, atau lagi arisan tapi sang ayah pun bisa menggantikan perannya dengan menjawab pertanyaan seputar macam2 gaun.. tatkala melihat Bunga turun di PGC di bilangan Cililitan, dan si adik menanyakan jenis pakaian gadis itu.. Naga Bonar pun pasti ngiri tentang ini, ingat kan penyesalan si Jendral saat berantem dengan anaknya?

Bon Naga.. salahkanlah aku.. karena tak ada mamak kau, aku tak bisa ajarkan kelembutan dan kasih sayang padamu. Bahkan merayu dan mengerti tentang wanita pun tak sanggup aku ajarkan sama kau(digubah dari cuplikan dialog film Naga Bonar Jadi 2)

Sahabat.. Selama ini apa yang kau pikirkan dari sosok Ayah? Ayah hanya sebagai pelindung keluarga? Sehingga kadang menyebutnya herder saat kita diusir karena ngapel kemaleman.. Si penopang dana keluarga? Karena yang mentransfer biaya sekolah dan hidup kita… Si killer dan galak? Sehingga kita memilih belajar untuk mempersiapkan ujian dengan Ibu.. Atau si.. atau si.. yang lainnya..

Sahabat..Melalui coretan ini aku kenalkan sosok Ayah sebagai si kamus berjalan yang cerdas dan luar biasa. Menjadi jawab atas segala tanya, menjadi guru atas segala ilmu. Beliau pasti bisa melakukan itu, hanya kadang kita segan untuk bertanya bukan?

Sahabat.. tak ada Ayah yang sempurna memang di dunia.. Tapi Ayah tetaplah seseorang.. yang akan berusaha keras menjadi terbaik untuk anak-anaknya. Ayah tetap akan belajar menyanyi jika anaknya pintar bermain gitar atau piano.. Walau seorang montir.. Ayah akan tetap belajar bertani jika terkena program transmigrasi.. Walau perokok berat.. Ayah rela berjalan sehat menemani anaknya lari pagi untuk seleksi taruna TNI.. Meski tak lulus SD sekalipun.. Ayah akan mati-matian keluar masuk toko buku atau pasar loak.. untuk mencari contoh soal masuk perguruan tinggi & seleksi pegawai negeri.. Ayah.. tetaplah cerdas dalam menyikapi setiap kondisi..

Sahabat.. sudahkah kamu jadi Ayah yang cerdas untuk anak-anakmu? Atau sudahkah kamu mempersiapkan diri untuk jadi si cerdas buat buah hatimu?

Selamat bermalam minggu…


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: