Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Sandy Achmadi

I want to be able

Mungkin yang Begini Belajar Tidak Bosan

OPINI | 02 March 2012 | 03:17 Dibaca: 158   Komentar: 0   0

Belajar adalah sebuah keharusan, baik muda maupun tua , kita harus menuntut ilmu . Tempat belajar atau menuntut ilmu bisa dimanapun , asalkan ada pengajar dan sumber dari yang ingin dipelajari baik dari buku, artikel, majalah, bahkan internet , dan lain-lain.  Belajar pun bisa dilakukan sendiri melalui buku-buku yang kita miliki atau meminjam dari teman bahkan dari sumber situs-situs di internet. Semakin banyak ilmu yang kita dapatkan semakin luas wawasan pengetahuan kita, maka hidupkan terasa lebih mudah dan indah.Tetapi teman-teman, jika kita belajar tanpa guru rasannya kurang memuaskan , karena ilmu yang kita dapatkan dari membaca buku, majalah, artikel belum tentu kita kuasain secara menyeluruh tergantung tingkat keseriusan kita.  Bahkan  ada seorang ulama besar Islam yaitu Imam Nawawi mengatakan ” bahwa belajar tanpa guru berarti gurunya syetan”.

Bagi seorang pelajar dan mahasiswa , kadang ketika ia sedang belajar di sekolah maupun kampus ada saatnya mood ada juga gak mood , macam-macam sih faktornya  yang membuat gak mood mungkin sedang galau , gurunya mengajar membosankan, pelajarannya susah, dan lain-lain. Hal ini wajar, karena setiap orang pasti akan mengalami seperti ini, tetapi asalkan niatnya baik untuk menuntut ilmu , pasti akan menjadi mood ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar ( KBM ).

Bagi para pelajar tentunya mendambakan seseorang pengajar yang dapat memberikan pengajaran yang tidak membosankan maksudnya pelajaran yang diberikan sampai ke siswa dan pelajar pun menerima pelajaran dengan semangat maksudnya terjadi suasana yang  komunikatif. Salah satunya dengan cara misal guru sains pada saat mengajar tidak hanya memberikan teorinya saja tetapi memberikan contoh penerapan teori tersebut / aplikasinya yang bisa diambil dari sebuah cerita pengalaman atau hasil penemuan , sehingga siswa tidak bosan. Selain itu , ketika proses KBM adanya selang waktu untuk guru melakukan intermezo.

Dalam hal ini, kita tidak boleh menyalahkan sepenuhnya pengajar, karena bagaimanapun mereka sudah mengajar dengan sungguh-sungguh, jika kita sebagai pelajar tidak mengerti dari apa yang diajarkan, atau kita tidak mood, mungkin pada dasarnya kita yang bermasalah sebagai pelajar. Mungkin karena niatnya salah atau faktor lain.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengintip Penambangan Batu Mulia Indocrase …

Syukri Muhammad Syu... | | 01 February 2015 | 11:47

Bedanya Menyisihkan dengan Menyisakan (Uang) …

Rokhmah Nurhayati S... | | 01 February 2015 | 09:26

Telisik Dirilah saat Anak Membangkang! …

Muhammad Armand | | 01 February 2015 | 14:14

Mengejar Jodoh Ala Anak Muda Saudi …

Mariam Umm | | 31 January 2015 | 19:56

Catatan Kecil untuk Kinan …

Swazta Priemahardik... | | 01 February 2015 | 02:38


TRENDING ARTICLES

Mantan Penyidik KPK Akan Ungkap Borok …

Sang Pujangga | 7 jam lalu

Jokowi Lompat Pagar “Rumah Gelap Mega” …

Imam Kodri | 8 jam lalu

CNN: Siapa Jokowi Sesungguhnya? …

Jimmy Haryanto | 15 jam lalu

Mitologi Jawa dalam Kepemimpinan Jokowi …

Musri Nauli | 20 jam lalu

Sebab Senyapnya KMP di Kegaduhan …

Pebriano Bagindo | 22 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: