Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Haeril Halim

Pikiran kita memang bukan pikiran orang lain. Tapi semakin tumbuh pribadi kita, semakin pikiran kita selengkapnya

“Belajar” dari Pak Polisi

OPINI | 08 March 2012 | 00:01 Dibaca: 193   Komentar: 0   0

Kurang lebih seminggu lagi SIM ku akan “expired”. Sebagai warga Negara yang baik sepantasnyalah sy harus memperpanjang masa berlaku SIM sy tersebut sebelum tiba masa tak berlakunya. Adalah sebuah sesuatu yg memalukan apabila teguran yg membuat kita melakukan sesuatu, dalam hal ini sy tidak mau nanti setelah kena sweeping lalu lintas toh baru sadar tuk memperpanjang masa berlaku ijin mengemudiku tersebut. Maka terpikirlah tuk segera memperpanjang dan apa yg membuat sy terkesan yaitu pelayanan pak polisi tersebut kepada saya bak-laksana raja yg di sambut dan dengan sangat sopan bertanya kepada saya, “siang pak, ada yg bisa saya bantu????” serentak sy kagum wah nih pak polisi faham benar tentang gimana melayani tamu atau pelanggan dalam bahasa ekonominya (pelanggan adalah raja). Hal ini membuat saya kagum dikarenakan pengalaman saya bertemu dengan beberapa sales produk yg tak seramah pak polisi tersebut melayani tamu di kantornya atau di tempat bekerja mereke. Serentak kuberfikir “mmm kayaknya para sales jutek-jutek itu harus belajar dari pak polisi ini” sungguh sebuah pelayanan yg paripurna oleh seorang polisi.

Tidak hanya sampai di situ keramahan si pak polisi itu. Setelah pak polisinya tanya ada keperluan apa kepada saya, yg dimana kemudian saya menjawab, “saya mau perpanjang SIM, pak” d bagian mana sy harus mengurusnya pak”. Dengan sangat sopan si pak polisi menjelaskan “oh mau urus SIM. Begini pak tuk urus SIM itu biayanya sekian tuk prosedur normal, dan biasanya mungkin memakan wkt bbrp hr tuk slesai krn ada beberapa prosedur yg bapak harus urus sendiri, tp kalo bpk mau ada jg yg bs langsung jadi hari ini jg tp biayanya sekian ,,,,”..hahhahaha serentak kuberfikir wah betul baik nich polisi ternyata bisa menawarkan paket biasa yg ribet dan paket spesial dengan kecepatan spesial dan harga yg spesial tentunya. Kok kantor polisi bisa melayani pelanggan bak raja seperti ini? Kalah dong beberapa perusahaan yg mempekerjakan para sales jutek tak sadar kerjaan yg pernah sy liat walaupun jumlahnya tak seberapa. Mmmm serentak kuberfikir klo pak polisi ini pensiun bs jadi manager marketing paling tidak.

Dasar kodrat manusia tak mau ribet saya malah pilih paket kilat yg harus kusubsidi sendiri biayanya karena pasti sangat beda dengan harga paket normal pengurusan SIM. Selain itu prosedur yg ribet dan yg paling mencengankan pada wkt itu saya menyaksikan sendiri bagaimana mereka yg mengambil jalur normal harus berjibaku dengan tes lalu lintas yang menurut hemat sy sangat susah dilewati bahkan bagi orang yg skillnya sekaliber Rossi hahhahah….Ya itulah ironi kehidupan walaupun kita tak pernah terpikir tuk “berfikir diluar jalur” tetap saja ada pihak yg slalu menawarkan paket-paket khusus yg non-subsidi. Memang kadang “deviasi” ini datang dalam berbagai bentuk. Semua “deviasi” pasti di luar hukum yang ada, tapi semuanya tentu merugikan orang lain. Ada soal-soal yg di mana deviasi itu malah melanggar hukum dan merugikan masyarakat atau orang lain. Deviasi bukanlah hal umum yg harus kita ambil dalam setiap kesempatan tp merupakan keputusan yg diambil diantara yg buruk, yg penting tidak merugikan orang lain. Malu-maluin juga kan kalo tiap hari harus “berdeviasi”..hahahha..Makasih pak polisi telah memberi saya pelajaran yg berharga tentang apa yg harus dan tidak saya lakukan, mari kita sama-sama belajar agar “deviasi” itu bukan hal keseharian kita bahkan lebih parahnya lagi klo “deviasi” itu dijadikan “habit” atau pola fikir kita, jangan sampai….sekian wassalam!

Haeril Halim

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemeriksaan di Bandara Sydney Ekstra Ketat …

Tjiptadinata Effend... | | 20 November 2014 | 18:49

Ayo! Berswasembada Pangan Mandiri dari …

Luce Rahma | | 20 November 2014 | 20:23

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19

Monas Kurang Diminati Turis Asing, Kenapa? …

Seneng Utami | | 20 November 2014 | 18:55

Seru! Beraksi bareng Komunitas di …

Kompasiana | | 19 November 2014 | 16:28


TRENDING ARTICLES

Islah DPR, Pramono Anung, Ahok, Adian …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Putra Kandias, Kini Ramai Dibully Karena …

Djarwopapua | 9 jam lalu

Ahok, Gubernur Istimewa Jakarta …

Rusmin Sopian | 9 jam lalu

Keberanian Seseorang Bernama Jokowi …

Y Banu | 10 jam lalu

Kesalahan Jokowi Menaikan BBM …

Gunawan | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Berpikir Holistik Memandang Kenaikan BBM …

Denny | 7 jam lalu

Inilah 5 Pengedar Gelap Sabu-sabu di …

Seneng Utami | 7 jam lalu

Rindu Sua Denganmu …

Siti Nur Hasanah | 8 jam lalu

Siapa yang Peduli Pada Anak Perempuan yang …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Pentingnya Guru Menulis …

Maria | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: