Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Faricha Hasinta

Menulislah selagi jemarimu masih mampu bergerak ...^^

Eksistensi Manusia

REP | 21 March 2012 | 20:56 Dibaca: 7154   Komentar: 1   0

Kata eksistensi berasal dari kata Latin Existere, dari ex keluar sitere = membuat berdiri. Artinya apa yang ada, apa yang memiliki aktualitas, apa yang dialami. Konsep ini menekankan bahwa sesuatu itu ada.

Dalam konsep eksistensi, satu-satunya faktor yang membedakan setiap hal yang ada dari tiada adalah fakta. Setiap hal yang ada itu mempunyai eksistensi atau ia adalah suatu eksisten. Dengan demikian

Menurut Bapak Gerakan Eksistensialis Kierkegaard, menegaskan bahwa yang pertama-tama penting bagi keadaan manusia yakni keadaannya sendiri atau eksistensinya sendiri. Ia menegaskan bahwa eksistensi manusia bukanlah ‘ada’ yang statis, melainkan ‘ada’ yang ‘menjadi’. Dalam arti terjadi perpindahan dari ‘kemungkinan’ ke ‘kenyataan. Apa yang semula berada sebagai kemungkinan berubah menjadi kenyataan. Gerak ini adalah perpindahan yang bebas, yang terjadi dalam kebebasan dank e luar dari kebebasan. Ini terjadi karena manusia mempunyai kebebasan memilih.

Dengan demikian eksistensi manusia adalah suatu eksistensi yang dipilih dalam kebebasan. Bereksistensi berarti muncul dalam suatu perbedaan, yang harus dilakukan tiap orang bagi dirinya sendiri.

Kierkegaard menekankan bahwa eksistensi manusia berarti berani mengambil keputusan yang menentukan hidup. Maka barang siapa tidak berani mengambil keputusan, ia tidak hidup bereksistensi dalam arti sebenarnya.

Menurut Zainal Abidin (2008) Eksistensi tidak bersifat kaku dan terhenti, melainkan lentur dan mengalami perkembangan atau sebaliknya kemunduran, tergantung pada kemampuan individu dalam mengaktualisasikan potensi-potensinya. Oleh sebab itu, arti istilan eksistensi analog dengan ‘kata kerja’ bukan ‘kata benda’.

Eksistensi adalah milik pribadi. Tidak ada dua individu yang identik. Oleh sebab itu, eksistensi adalah milik pribadi, yang keberadaannya tidak bisa disamakan satu sama lain.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada Sakura Mekar Salah Musim di Cibodas …

Rumahkayu | | 26 April 2015 | 10:44

Kehangatan Kompasiana Nangkring Bareng …

Kang Didno | | 26 April 2015 | 00:58

Mari Lestarikan Air Bersama AQUA! …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 19:03

Tidak Ada Tukang Sapu Jalan di Australia …

Roselina Tjiptadina... | | 26 April 2015 | 06:25

Kenakalan Sosial Media dan Kita …

Alan Budiman | | 26 April 2015 | 11:08


TRENDING ARTICLES

Biar Miskin Tapi Terhormat …

Ifani | 15 jam lalu

Kenapa Harus Marah? …

Daniel H.t. | 20 jam lalu

Pembekuan PSSI Tidak Akan Ada Sanksi FIFA …

Wilfun Afnan | 20 jam lalu

Tren Musik Kita, Sekarang Dangdut jadi Raja …

Uzi Ne 45 | 21 jam lalu

Siti Juhro Meramal: Jokowi Tak Akan Lama …

Imam Kodri | 22 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: