Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Faricha Hasinta

Menulislah selagi jemarimu masih mampu bergerak ...^^

Eksistensi Manusia

REP | 21 March 2012 | 20:56 Dibaca: 6947   Komentar: 1   0

Kata eksistensi berasal dari kata Latin Existere, dari ex keluar sitere = membuat berdiri. Artinya apa yang ada, apa yang memiliki aktualitas, apa yang dialami. Konsep ini menekankan bahwa sesuatu itu ada.

Dalam konsep eksistensi, satu-satunya faktor yang membedakan setiap hal yang ada dari tiada adalah fakta. Setiap hal yang ada itu mempunyai eksistensi atau ia adalah suatu eksisten. Dengan demikian

Menurut Bapak Gerakan Eksistensialis Kierkegaard, menegaskan bahwa yang pertama-tama penting bagi keadaan manusia yakni keadaannya sendiri atau eksistensinya sendiri. Ia menegaskan bahwa eksistensi manusia bukanlah ‘ada’ yang statis, melainkan ‘ada’ yang ‘menjadi’. Dalam arti terjadi perpindahan dari ‘kemungkinan’ ke ‘kenyataan. Apa yang semula berada sebagai kemungkinan berubah menjadi kenyataan. Gerak ini adalah perpindahan yang bebas, yang terjadi dalam kebebasan dank e luar dari kebebasan. Ini terjadi karena manusia mempunyai kebebasan memilih.

Dengan demikian eksistensi manusia adalah suatu eksistensi yang dipilih dalam kebebasan. Bereksistensi berarti muncul dalam suatu perbedaan, yang harus dilakukan tiap orang bagi dirinya sendiri.

Kierkegaard menekankan bahwa eksistensi manusia berarti berani mengambil keputusan yang menentukan hidup. Maka barang siapa tidak berani mengambil keputusan, ia tidak hidup bereksistensi dalam arti sebenarnya.

Menurut Zainal Abidin (2008) Eksistensi tidak bersifat kaku dan terhenti, melainkan lentur dan mengalami perkembangan atau sebaliknya kemunduran, tergantung pada kemampuan individu dalam mengaktualisasikan potensi-potensinya. Oleh sebab itu, arti istilan eksistensi analog dengan ‘kata kerja’ bukan ‘kata benda’.

Eksistensi adalah milik pribadi. Tidak ada dua individu yang identik. Oleh sebab itu, eksistensi adalah milik pribadi, yang keberadaannya tidak bisa disamakan satu sama lain.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tak Selamanya Penggusuran Pedagang dengan …

Wisnu Aj | | 30 January 2015 | 14:21

Jokowi & Pendekatan Humanis dalam …

Ilyani Sudardjat | | 30 January 2015 | 09:58

Panglima TNI Berbeda dari “Panglima” di …

Mds Efron | | 30 January 2015 | 08:19

Mudahnya Jadi Wartawan Gadungan …

Choiron | | 30 January 2015 | 08:55

Mengenang Sinetron Era 90-an …

Mariam Umm | | 30 January 2015 | 06:38


TRENDING ARTICLES

Benarkah Pak Jokowi Meninggalkan PDI …

Kosmas Lawa Bagho | 7 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Menggunakan Taktik Raja …

Chairul Fajar | 9 jam lalu

Adu Kuat Jowoki dan Mega (Pecah Kongsi?) …

Ken Shara Odza | 10 jam lalu

Menebak Strategi dan Langkah Presiden …

Harry Purnomo | 11 jam lalu

Jokowi dan Lobi Trisakti; Lepasnya …

Imam Kodri | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: