Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Hendri Ak

Tinggal di Brebes

Ketika Gus Mus (KH.Mustofa Bisri) ‘Berfatwa’ Vs Fatwa MUI tentang Konser Lady Gaga

REP | 25 March 2012 | 01:34 Dibaca: 2231   Komentar: 7   0

Mungkin,jika kita mendengar atau membaca kata Fatwa, dalam benak kita, akan terbayang sebuah hukum atau ketetapan tentang sesuatu hal,dan itu adalah sesuatu yang serius.Sejatinya Fatwa memang sesuatu yang serius.tapi bagaimana jika KH.Mustofa Bisri atau lebih dikenal dengan sebutan GUS MUS sedikit guyonan tentang fatwa?.
Terkait soal fatwa ini, Kyai yang Penyair dari Rembang dalam akun twitternya ini mengatakan banyak yang bertanya tentang fatwa,rupanya terjadi salah kaprah, sebab tidak semua atau sembarang orang bisa berfatwa,dan fatwa itu tidak mengikat semua orang.
Fatwa hanya berlaku terhadap yang meminta fatwa.
Fatwa itu haknya Mufti. Mutfi, adalah orang ~bukan ormas atau orpol dan bukan asal kyai atau ustadz~ yang memenuhi syarat menurut agama Islam untuk memberi fatwa.
Terkait soal kedatangan Lady Gaga yang menurut MUI nonton konsernya haram, Gus Mus diminta pendapatnya tentang dasar apa yang dipakai kenapa MUI mengharamkan hal tersebut, beliau menjawab ‘ Lho, MUI yang mengharamkan, kenapa aku yang diminta dasarnya?’
Membaca tulisan dan karya Gus Mus, saya merasakan kesenangan yang mencerahkan,tulisannya dibawa dengan gaya yang ringan,tapi dalam makna.Selera humornya juga tinggi, humor yang membuat orang tertawa terkekeh sekaligus membuat berpikir.
Nah,soal selera humor Gus Mus ini, bisa terlihat dari kicauan beliau di twitter tentang Fatwa.
Gus Mus sengaja menulis ‘Fatwa’ dengan tanda petik untuk menunjukkan bahwa apa yang beliau ‘fatwakan’ jangan dianggap serius, meski sebenarnya apa yang Gus Mus ‘fatwakan’ itu adalah kebenaran juga,tidak sekedar asal bunyi…
Berikut saya tulis kembali ‘fatwa~fatwa’ (pake tanda petik) beliau yang saya kutip dari akun twitter beliau :
~’Fatwa 1′,
Tanya : Ketika mengantar jenazah ke kubur, mana yang lebih baik, di depan atau di belakang jenazah ?
Jawab : Asal tidak di keranda ,boleh mana saja
~’Fatwa 2 ‘
Tanya :Orang yg melepas pakaian dan nyebur ke kali, kemanakah harus menghadap?ke arah kiblat atau kemana?
Jawab :Ke arah pakaianmu kau letakkan
~’Fatwa 3 ‘
Tanya : Apakah bintangnya Nabi Adam?,Leo,Libra atau apa?
Jawab : Kau cari tahu dulu hari kelahiran beliau, nanti kuterangkan apa bintangnya
~ ‘Fatwa 4′
Tanya : Bolehkah orang yang ihram menggaruk badannya?
Jawab : Boleh
Tanya : Sampai seberapa jauh diperbolehkan?
Jawab : Sampai terlihat tulangnya
~’Fatwa 5′
Tanya : Bagaimana cara membasuh jenggot yang sangat tebal
Jawab : Rendam semalaman.
….
hehe… selamat menikmati ‘Fatwa’ Gus Mus.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Island Getaway ala Robinson Crusoe ke Nusa …

Ivani Christiani Is... | | 25 July 2014 | 14:32

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Rilis UNDP: Peringkat Pembangunan Manusia …

Kadir Ruslan | | 25 July 2014 | 15:10

Yuk Bikin Cincau Sendiri! …

Ahmad Imam Satriya | | 25 July 2014 | 15:03

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 4 jam lalu

Kunjungan Clinton ke Aceh, Misi Kemanusiaan …

Rafli Hasan | 8 jam lalu

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 8 jam lalu

Kebijakan Obama yang Bikin Ciut Nyali Orang …

Andi Firmansyah | 9 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: