Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mukhlish Abdi El-banjari

hamba Allah yang ikhlas = Mukhlish Abdi

Untung Ruginya BBM Naik

OPINI | 27 March 2012 | 16:03 Dibaca: 941   Komentar: 9   0

Kebanyakan masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri lebih mempertanyakan demo yang terjadi di Indonesia karena mereka merasakan ada kenyamanan saat berada di negara orang lain. di luar negeri harga BBM masih banyak lebih tinggi, salah satunya di Singapura. mungkin rakyat negara lain pun mengeluh dengan tingginya harga minyak tapi apa boleh buat karena itu sudah menjadi kebijakan pemerintah. kalau pun ada demonstrasi, diusahakan untuk tidak anarkis, tidak merusak tempat umum. kalau pendemo sudah merusak fasilitas umum itu bukan lagi sebuah demonstrasi tapi lebih kepada brutalisme. kalau yang melakukan pengrusakan itu adalah orang yang bergelar mahasiswa, maka tidak patut untuk disebut mahasiswa dan lebih patut untuk disebut penjarah atau perampok atau perusak dan itu tidak ada bedanya dengan koruptor karena sama-sama memberikan dampak negatif pada masyarakat lain.

Dahulu pada demo 1998 hal sama sudah pernah terjadi, korban jiwa dan lain sebagainya. tapi toh tidak membuat ekonomi dan negara menjadi lebih baik. Banyak mahasiwa yang pada tahun itu ikut demo sekarang duduk di pemerintahan atau bekerja sebagai pegawai pemerintah. apakah mereka korupsi atau tidak? kalau tidak korupsi, itu sangat bagus dan luar biasa karena masih idealis. tetapi kalau korupsi, berarti orang itu munafik. Oleh karena itu, mahasiswa atau siapapun yang sekarang ini demo, pikirkan dulu sebelum berbuat atau berkata. pernahkah anda korupsi, untuk apa dan untuk siapa sebenarnya anda berdemo?

Sekarang, pernahkah kita memikirkan apa keuntungan atau pun kerugian BBM naik? seandainya harga BBM naik, maka diharapkan mobil-mobil pribadi lebih banyak berada di garasi rumah sehingga mengurangi kemacetan. senangkan kalau jalan tidak begitu macet? tetapi di Indonesia walaupun harga minyak naik, tetap saja orang bepergian dengan kendaraan pribadi karena itu lebih aman dan lebih nyaman daripada bepergian dengan kendaraan umum. Nah, bagi yang selalu mengeluh dengan kemacetan, sebaiknya anda tidak ikut demo. Kalau dengan naiknya harga minyak akan menambah sengsara rakyat, maka rakyat yang mana kah yang dimaksudkan? apakah dulu sebelum harga minyak naik mereka mempunyai kehidupan yang lebih baik? bukankan yang lebih banyak menikmati minyak murah adalah para orang berduit?

ada lagi kah yang bisa memberikan masukan tentang keuntungan dan kerugian atas kenaikan BBM ini dan dampaknya?

Tags: catatanku

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada “Tangan” Anjing Diborgol di Pasar …

Eddy Mesakh | | 18 December 2014 | 21:39

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | | 18 December 2014 | 09:24

Suka Duka Kerja di Pakistan …

Gaganawati | | 18 December 2014 | 23:19

Warga Hollandia Antusias Menyambut …

Veronika Nainggolan | | 18 December 2014 | 20:40

[UPDATE] Nangkring Parenting bersama Mentari …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Luar Biasa, Kasus Lapindo Selesai di Tangan …

Hanny Setiawan | 2 jam lalu

Mungkinkah Duet “Jokowi-Modi” …

Jimmy Haryanto | 5 jam lalu

Beli Indosat, Jual Gedung BUMN, Lalu? …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Ngapain Garuda Minta Maaf ke Ahmad Dhani? …

Ifani | 11 jam lalu

Lawan Lupa Komnas HAM, Antasari Harus Dibela …

Berthy B Rahawarin | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: