Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Wanti Simanjuntak

Saya Wanti Simanjuntak, M.Pd, seorang Widyaiswara dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan selengkapnya

Mengenal Duale Sistem Jerman (Pendidikan Sistem Ganda)

REP | 26 April 2012 | 16:23 Dibaca: 288   Komentar: 0   0

Pendidikan (dalam segala jenisnya), sebagai sebuah pranata utama pembangunan sumber daya manusia, harus jelas berperan membentuk peserta didik menjadi aset bangsa. Dalam hal ini menjadikan manusia yang produktif dan berpenghasilan yang siap menghadapi persaingan pada pasar global. Untuk sampai kearah itu diperlukan keahlian profesi sebagai andalan utama menentukan keunggulan. Dengan kata lain, kadar keunggulan profesional tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksi yang menjadi faktor penentu kemampuan bersaing dalam produksi tersebut. Wujud dari upaya ini adalah dengan diciptakannya satu program Pendidikan Sistem Ganda (Duale system) pada sekolah menengah kejuruan. Tidak semua sekolah menengah kejuruan di Jerman menerapkan Pendidikan sistem Ganda. Ada 2 kelompok Sekolah Menengah kejuruan di Jerman yaitu :

1. Voolzeit . Secara harafiah, voolzeit berarti waktu penuh belajar di sekolah.      (Tidak menerapkan Duale system), artinya proses belajar siswa berlangsung di sekolah  selama 6 hari dalam seminggu, dan menjadi tanggung jawab penuh bagi sekolah.Jika suatu waktu siswa memerlukan praktikum, maka siswa dapat praktikum ke salah satu instansi pemerintahan, atau industri. Akan tetapi bukan berstatus sebagai karyawan (Azubi) dan mereka tidak mendapat upah. Sekolah yang mencari tempat praktikum bagi siswa.

2. Teilzeit . Ini berati separuh waktu belajar di sekolah dan separuh waktu lagi bekerja di Industri. Contoh SMK Einzelhandle di Bremen. Tiga hari bekerja di Industri (24 Jam untuk satu minggu) dan dua hari belajar di sekolah (12 jam seminggu).  Kelompok inilah yang menerapkan duale system. Jadi sebenarnya siswa yang di sebut azubi di Industri adalah bekerja seperti karyawan dan mendapat upah/gaji. Hanya saja sesuai dengan undang-undang pendidikan kejuruan, mereka bekerja minimal 25 jam perminggu dan maksimal 30 jam perminggu.

Di Jerman juga ada undang-undang yang mengatur pendidikan kejuruan yang menerapkan duale system (BBiG) berlaku secara universal di seluruh Jerman. Dalam undang-undang ini diatur sistem pembelajaran, sistem ujian dan penggajian bagi Azubi (siswa) yang belajar di Industri.

Siswa (Azubi) sendiri yang mencari industri tempat dia bekerja. Azubi mengadakan kontrak dengan salah satu industri. Setelah Azubi bekerja di industri tersebut, maka azubi memerlukan pendidikan di sekolah sesuai pertimbangan dari industri tempat azubi bekerja. Pada dasarnya Industri lah yang akan mencari/mendaftar kan azubi ke sekolah menengah kejuruan yang menerapkan duale system.  Proses pembelajaran di sekolah dan di industri terpisah. Di Industri ada guru yang mengajar azubi di sebut ausbilder. Ausbilder ini di pilih dan di hunjuk oleh asosisasi industri (kammer). Di sekolah juga ada guru yang mengajar siswa. Jadi guru  di Industri ( ausbilder) dan guru di sekolah (Lehrer) menjadi patner untuk memberikan kompetensi yang utuh kepada siswa. Sesungguhnya inilah perbedaan yang mendasar dari sistem ganda yang ada di Indonesia dengan di Jerman.

Proses evaluasi/ujian  di Industri diatur oleh asosiasi Industri (kammer). Tempat pelaksanaan ujian juga diatur oleh Kammer. Akan tetapi kammer dapat juga menunjuk sekolah sebagai tempat ujian. Guru di sekolah juga megadakan ujian atau penilaian terhadap keberhasilan belajar  siswa. Dan sekolah membuat laporan secara tertulis mengenai kehadiran siswa di sekolah ke industri, tempat siswa bekerja.

Bagaimana dengan duale system di Indonesia???

Sumber :

Bundesministerium für Bildung und Forschung.2010. Ausbildung & Beruf (Rechte und Pflichten während der Berufsausbildung). Berlin.Currenta GmbH & Co, OHG.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pasar Jibama, Arena Transaksi Sekaligus …

Dhanang Dhave | | 27 November 2014 | 09:26

Taklukkan Ciputat Maka Kau Taklukkan …

Dzulfikar | | 26 November 2014 | 23:31

Nangkring bareng Litbang Kementerian …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 19:25

Oleh-oleh dari Pak Jonan di Kompasianival …

Sang Nanang | | 27 November 2014 | 08:46

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Senyum dan Air Mata Airin Wajah Masa Depan …

Sang Pujangga | 3 jam lalu

Presiden Kita Bonek dan Backpacker …

Alan Budiman | 5 jam lalu

Prabowo Seharusnya Menegur Kader Gerindra …

Palti Hutabarat | 5 jam lalu

Menteri Dalam Negeri dan Menko Polhukam …

Hendi Setiawan | 14 jam lalu

Menguji Kesaktian Jokowi Menjadi Presiden RI …

Abdul Adzim | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Penataan Lembaga Kementerian Kabinet Kerja …

Habsul Nurhadi | 8 jam lalu

Ruang Kelas …

Jhon Torr Lambene | 8 jam lalu

Presiden Jokowi Akan Menghapus Otonomi …

Sarjito Ir | 8 jam lalu

Kejar Tayang Juga: PNS Rapat di Hotel sampai …

Natalia Karyawati | 8 jam lalu

Sate Kambing Muda Cak Jumadi, Enak, Empuk, …

Imam Hariyanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: