Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Aril Riza

Taruna Pelayaran akademi maritim yogyakarta

Remaja sekarang lebih tahu SUJU daripada tokoh 4 serangkai putera

OPINI | 02 May 2012 | 14:34 Dibaca: 4139   Komentar: 3   2

Setelah bangun yg kebablasan dan melewatkan sholat shubuh (astagfirullohaldzim) karena hp cina saya habis baterenya dan tak mampu menyalakan alarm. Sontak saya langsung mandi dan bersiap untuk membeli wearpack yg akan saya pakai untuk praktek kerja di kapal di surabaya.

Sambil menunggu hari agak siangan saya menyalakan TV dan berganti-ganti chanel sampai akhirnya menemukan chanel Trans tv yg sedang menayangkan acara Ranking 1.

Segmennya sudah memasuki babak Ujian Akhir Nasional. Dan si siswi yg entah berasal dr SMA mana di jakarta ini memilih pertanyaan dengan label tokoh. Pertanyaannya adalah siapa tokoh 4 serangkai putera?

Sontak si siswi ini menjawab pas. Tingteng……..

Kok bego banget saya pikir si siswi ini sampai nggak tahu tokoh 4 serangkai putera itu siapa?

Padahal selama saya SMA mata pelajaran sejarah adalah mata pelajaran yg sangat saya sukai.

Begitupun setelah pas menjawab pertanyaan ini, Pertanyaan selanjutnya tidak bisa dia jawab pula.

Si siswi ini hanya bisa menjawab satu pertanyaan dan menggondol uang sebesar Rp.3,5 juta.

Padahal sudah di motivasi dengan hadiah tetapi tetap saja kesulitan untuk menjawab beberapa soal tersebut terlebih tokoh 4 serangkai putera yg nampaknya memberi kesan bahwa siswi-siswi sekarang ini terlebih khususnya para remaja lebih mengenal 9 personil SUJU yg kemarin tampil di jakarta dan menganggap tidak begitu penting untuk mengenal tokoh 4 serangkai putera ini karena bukanlah hal keren dan sangat tidak gaul untuk, dikenal.

Pantas saja remaja SMA sekarang ini luar biasa stres ketika menghadapi UN, Ketika mau menghadapi UN dulu saya tidak seperti itu.

Jadi bukan masalah UN nya yg membuat remaja SMA sekarang ini strest, Tapi karena mereka sendiri yang mempunyai pola belajar yg salah dan lebih mengedepankan ke sekolah tampil modis berbagai gaya meniru sinetron SMA TV dan lebih senang dengan pengetahuan populer seputar artist terlebih artis korea selatan yg sekarang lagi booming.

Dan mengenal personil SUJU adalah kewajiban bagi semua remaja ini daripada mengetahui kiprah tokoh 4 serangkai putera yg bukan boyband atau grup musik dan hanyalah pejuang bangsa…..

2 Mei 1889, Seorang tokoh bangsa dan juga tokoh 4 serangkai putera yakni Ki Hadjar Dewantara dilahirkan di Yogyakarta. Ki Hadjar Dewantara merupakan seorang penulis handal pada jamannya. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya. Banyak karya beliau yang saat ini menjadi landasan rakyat Indonesia dalam mengembangkan pendidikan, khususnya kalimat-kalimat filosofis seperti ING NGARSO SUNTOLODO, ING MADYO MANGUN KARSO, TUT WURI HANDAYANI (Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan).

3 Juli 1922, Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa beliau dirikan. Dan merupakan tonggak sejarah bahwa pribumi jelata berhak mengenyam pendidikan.

2 mei 2012, Tepat 123 tahun setelah kelahirannya Ki hadjar dewantara kita merayakan hari pendidikan nasional. Hari yang merupakan refleksi dari perihnya perjuangan sang patriot pendidikan untuk mencerdaskan bangsa.

Dan sayangnya, Ternyata sang patriot itu telah banyak terlupakan. Animo remaja lebih besar untuk menonton konser SUJU daripada mengikuti upacara penghormatan seorang patriot pendidikan yg sumbangsihnya begitu besar untuk kemajuan intelektual bangsa ini.

Tak heran bangsa ini akan sulit maju jika para remajanya sendiri sebgai generasi penerus lebih mencintai SUJU daripada tokoh 4 serangkai yg didalamnya ada sang patriot pendidikan nasional.

Sekilas mengenai 4 serangkai putera:

Pusat Tenaga Rakyat atau Putera adalah organisasi yang dibentuk pemerintah Jepang di Indonesia pada 16 April 1943 dan dipimpin oleh Empat Serangkai, yaitu Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantoro dan Kyai Haji Mas Mansyur. Tujuan Putera adalah untuk membujuk kaum Nasionalis dan intelektual untuk mengabdikan pikiran dan tenaganya demi untuk kepentingan perang melawan Sekutu dan diharapkan dengan adanya pemimpin orang Indonesia, maka rakyat akan mendukung penuh kegiatan ini. Dalam tempo singkat Putera dapat berkembang sampai ke daerah dengan anggotanya adalah kumpulan organisasi profesi seperti, Persatuan Guru Indonesia, perkumpulan pegawai pos, radio dan telegraf, perkumpulan Istri Indonesia, Barisan Banteng dan Badan Perantara Pelajar Indonesia serta Ikatan Sport Indonesia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 8 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 8 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 9 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kecardasan Tradisional …

Ihya Ulumuddin | 8 jam lalu

Sebaik-baiknya Tahun adalah Seluruhnya …

Ryan Andin | 9 jam lalu

Tak Sering Disorot Kamera Media, Kerja Nyata …

Topik Irawan | 9 jam lalu

Siasat Perangi KKN Otonomi Daerah …

Vincent Fabian Thom... | 9 jam lalu

Pancasila : Akhir Pencarian Jati Diri Kaum …

Vincent Fabian Thom... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: