Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Titik Rimawati

Ibu Rumah Tangga yg berusaha menjadi wanita luar biasa. Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Matematika oh Matematika

OPINI | 03 May 2012 | 15:35 Dibaca: 471   Komentar: 0   0

Kenapa sampai saat ini matematika masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian banyak siswa?

Padahal hampir semua aspek kehidupan ini sangat erat berkaitan dengan yang namanya matematika.

Bahkan suatu ketika ada anak didik saya yang  berkata “Bu,,,,usulin pelajaran matematika itu dihilangkan saja”.”Memangnya kenapa?”kata saya.Anak ini menjawab, “habis susah bu,,,,bikin pusing aja”.

Dan tidak hanya anak ini saja yang mengeluh seperti itu. Kemudian saya coba mencari tahu,apa sih sebenarnyayang menyebabkan matematika begitu sulit dipahami anak-anak dan menjadi mata pelajaran yang paling menakutkan???

Dan menurut saya ternyata ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya,antara lain :

1. Guru,selama ini guru matematika dikenal sebagai guru yang paling galak,killer dan dan terlalu serius dalam menyampaikan materi.

2. Metode pembelajaran,matematika adalah salah satu ilmu pasti,jadi kalau bisa dalam menyampaikan materinya pun harus secara pasti artinya lugas dan sederhana namun mengenai sasaran.Terlalu banyak PR yang tidak dinilai juga merupakan metode yang kurang tepat.

3. Media pembelajaran, mungkin anak-anak akan lebih senang kalau belajar tidak hanya membaca buku,menghapalkan rumus,atau cuma mengukur suatu benda yang tidak ada.Jadi usahakan dalam pembelajaran matematika itu sekali-kali gunakan media yang menarik perhatian anak-anak,meskipun untuk anak kelas tinggi sekalipun.

Mungkin masih banyak penyebab yang lain yang menjadikan matematika sebagai pelajaran yang menakutkan dan membosankan buat anak-anak.

Dari faktor -faktor penyebab di atas, saya mempunyai beberapa pendapat untuk membuat matematika itu lebih di sukai anak-anak,yaitu:

1. Seoarang guru matematika itu harus good looking dan menyenangkan,agar peserta didik tidak merasa kaku saat mengikuti proses KBM.

2. Siswa jangan terlalu diberi PR banyak,tapi tidak pernah dinilai atau diperiksa,karena hal ini akan membuat siswa bosan dan semakin tidak menyukai pelajaran ini.

3. Bila diperlukan,gunakan media dalam menyampaikan materi.

4. Kalau seorang guru menguasai bagaimana cara menghitung cepat,kasih tahu ke siswa bagaimana caranya,karena cara ini akan menjadi penyegaran tersendiri dalam belajar matematika.

Mungkin pendapat saya masih jauh dari dari harapan untuk membuat matematika itu menyenangkan. Tapi setidaknya bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk membuat matematika tidak lagi dianggap sebagai momok dalam belajar.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Remaja di Moskow Juga Suka Naik ke Atap KRL …

Lidia Putri | | 01 August 2014 | 19:28

Menelusuri Budaya Toleransi di Komplek …

Arif L Hakim | | 01 August 2014 | 18:18

Apakah ‘Emoticon’ Benar-benar Jujur? …

Fandi Sido | | 01 August 2014 | 18:15

“Tak Sempurna Hanya Tanpa …

Jarjis Fadri | | 31 July 2014 | 08:41

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Koalisi Merah Putih Tetaplah Merah Putih, …

Hanny Setiawan | 9 jam lalu

Jokowi Belum Dilantik, PKB Sudah Nagih Jatah …

Ikhlash Hasan | 9 jam lalu

Libur Lebaran, Bertemu Bule dan Supir Isteri …

Hendry Sianturi | 14 jam lalu

Membuat Tanda Salib di Pusara Ir. Soekarno …

Kosmas Lawa Bagho | 14 jam lalu

Info Hoax Umar Abuh Masih Disebarkan …

Gatot Swandito | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: