Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Nani Roslinda

Berusaha ceria, bahagia dan hilangkan buruk sangka bisa bikin awet muda

Belajar Jujur

OPINI | 05 May 2012 | 05:46 Dibaca: 1255   Komentar: 3   0

Jujur…..adalah sesuatu yang langka, seuatu yang sulit sekali ditemukan lagi di dunia ini.  Hampir semua orang takut berkata jujur, takut bertingkah jujur…takut berkata benar dan takut kehilangan jabatan kalau harus berbuat jujur!  Setiap orang menginginkan orang lain tidak membohongi dia, tapi dia sendiri tak bisa memberi contoh jujur itu bangaimana?Di sebuah sekolah favorit di negeri Antaberanta, seorang siswa masih banyak melakukan kecurangan-kecurangan dalam ujian.  Di sebuah kotak pensil banyak tulisan-tulisan kecil dikertas yang berlipat-lipat, siswa berani membuka HP saat ujian dan sms-sms an sama temannya dilain kelas! Contekan-contekan di kaos kaki dan lempar-lemparan kertas buram yang diperuntukkan mencari hitungan-hitungan matematika untuk saling bertukar jawaban dengan teman di depan atau dibelakang, bahkan dengan teman sampingnya.  Inilah potret pendidikan zaman sekarang yang tidak beda dari sekolah satu dengan sekolah lainnya.

Guru yang ketat dalam mengawasi ujian akan dibenci anak murid, siswa itu akan mengatakan bahwa ….”yah……ibu itu yang ngawas……yah ibu ini yang ngawas…..tampaknya kita suram nih hari ini”  Begitulah tutur sapa seorang siswa yang sudah terlanjur diterima di sekolah pavorit dimana syarat penerimaan siswanya dulu harus nilai-nilai bagus, di atas 75 rata-rata…….Sungguh memprihatinkan masih banyak siswa siswi yang ulangan masih menggunakan cara-cara yang kurang baik.

Sementara guru yang tidak ketat malah disenangi, ketika guru itu masuk siswa-siswi bersorak sorai, bertepuk tangan sambil mengatakan ” Asiiiiiiiik, bapak ini enak…..ibu ini enak…..tenang……nilai kita bisa bagus walaupun kita ngak belajar!”  Itulah yang terjadi di hampir semua sekolah dimanapun sekarang berada!

Pendidikan seperti apa ini…..Guru-guru yang idealis dibenci…..guru guru yang ingin mengajarkan kebaikan malah dicemoohkan…..dikatakan kejam….ditakuti..malah kadang-kadang digeser kedudukan dan jabatannya….tidak boleh memegang jabatan apa-apa lagi…..akan merugikan dan mempermalukan siswa karena nilai ujian siswa akan kecil-kecil!

Padahal di lain pihak…..banyak orang tua siswa yang sangat marah ketika anaknya suka berbohong, anaknya pulang malam dengan alasan ada ekskul di sekolah….padahal dia sedang pergi jalan-jalan dengan sang pacar, janjian pergi ke mall2 dan masih banyak lagi jenis kebohongan-kebohongan yang terjadi saat ini.   Hal ini di yakini karena bermula di sekolah banyak hal-hal yang siswa kadang-kadang sedikit sekali mendapatkan contoh dan teladan bagi siswanya.

Guru mengumumkan siswa siswi yang Ranking di kelas adalah si A, si B, dst.  Siswa-siswi yang lain mencibir…masak sih dia rangking padahal saat ulangan-ulangan siswa lain banyak yang menyaksikan siswayang rangking tersebut suka nyontek, suka bertanya dengan teman dan…pokoknya ngak panteslah untuk rangking.  Intinya pendidikan sekarang ini sungguh tidak bisa ditebak siapa sebenarnya yang sukses dalam belajarnya dan siapa yang sukses dalam kebohongannya?

Pekerjaan Rumah bagi seorang guru atau sebuah sekolah atau sebuah institusi pendidikan, jangan sampai mempersyaratkan nilai sebagai dasar dalam menerima siswa di sekolahnya atau suatu kebijakan nilai tersebut tidak boleh mutlak, dia harus mempertimbangkan karakter dan sikap juga, karena nilai tersebut banyak yang rekayasa termasuk raport juga.  Perlu adanya tes-tes afektif, perilaku, akhlak, budi pekertinya dsb!

Ayolah para guru…….ajarkan anak-anak kami untuk jujur, ajarkan anak kami untuk menghargai siswa yang jujur, lakukan penelitian terhadap siswa yang pantas mendapatkan nilai-nilai yang bagus, kasian anak-anak kami yang sudah belajar giat dikalahkan rangkingnya oleh siswa-siswi yang ngak belajar cuma pintar dalam melobi teman dekatnya, mencontek buku atau pekerjaan temannya karena pengawasan guru dalam ulangan tidak ketat.  Itulah….kalimat-kalimat orang tua yang masih memiliki hati nurani untuk melaksanakan kejujuran!

Kita semua suka menyumpahi para koruptor yang ada di TV-TV, Kita semua suka  mencaci maki anak kandung kita jika dia berbohong, tapi manakala ada seorang murid melaporkan indikasi ketidakjujuran malah dikucilkan, dimusuhi, diusir dari kampungnya seperti yang pernah terjadi di suatu daerah lain yang ada di negeri Antabranta ini.   Anak itu melaporkan bahwa ada guru yang menyuruh siswa tersebut supaya mengajari teman-teman yang lain supaya nilai teman-temannya yang lain bisa bagus juga. Intinya guru membolehkan siswa menyontek dsb.  wah…..wah…..kayaknya ngak semua guru deh kayak gitu….!  Kalaupun terjadi seperti itu pasti ada intimidasi dari pimpinannya dan ada intimidasi lagi dari atasannya lagi.  Ancaman akan dipecat jika siswa-siswi atau murid-muridnya tidak naik atau tidak lulus.  Inilah potret penddikan kita di jaman sekarang ini.  Pantaslah negeri Antabranta ini sekarang pendidikannya hampir ditingkat belakang sekali di dunia.  Korupto-koruptor adanya di negeri ini.  Negeri ini termasuk negeri terbesar koruptornya!

Ayo….pemerintah, …..Negeri Antabranta ini harus diselamatkan sebelum terlanjur jauh dan sudah mendarah daging perbuatan ini!  Beberapa guru di negeri ini masih banyak yang menangis manakala masa-masa ujian nasional sudah tiba!  Setiap menghadapi ujian nasional guru-guru sangat ketakutan jika ada siswanya yang ngak lulus, ada ketakutan materi-materi yang diajarkannya tidak berhasil!  Inilah kejadian-kejadian yang sering terlintas dalam mulut seorang guru yang matapelajarannya diujikan dalam ujian nasional. Yang lebih menyakitkan lagi dia harus melakukan kecurangan kecurangan dengan berbagai macam cara supaya nilai-nilai siswanya di atas standar yang ditentukan!  Hampir semua sekolah sudah melakukan seperti itu karena apabila tidak, sekolahnya akan banyak sekali yang tidak lulus!  Sungguh Ironi sekali….Orang mau dikatakan baik tapi bisa membuat kebijakan yang baik.   Semua kebijakan sekarang ini hampir tak bisa dilakukan karena perbuatan seperti ini sudah mendarah daging.  Apapun kebijakannya tampaknya masih akan terjadi kecurangan-kecurangan!

Seorang guru yang mengawas di sebuah sekolah yang tidak terindikasi melakukan kecurangan-kecurangan, ujiannya sangat ketat, siswa-siswinya tertib dan tampak serius mengerjakan soalnya, jarum jatuhpun semua kedengaran, dan sebuah pernyataan keluar dari mulut salah seorang guru di sana!  Mohon para pengawas, hasil ujian hari ini dan seterusnya, setelah siswa siswi mengumpulkan lembar jawaban mohon amplopnya langsung di lem dan di segel!  Sungguh  seorang pengawas ujian tercengang mendengar pernyataan tersebut karena biasanya di institusi lain kalau selesai ujian tidak langsung dilem amplopnya, biar nanti panitia yang mengelemnya!  Pengawas ini sambil berbisik-bisik kepada panitia disebuah sekolah yang jujur ini, panitia ini dengan lantang mengatakan…oh….ngak….di sekolah kami siswa harus menerima kenyataan nilai aslinya.  Jika dia bisa menjawab dia lulus, kalau ngak bisa menjawab ya….kami siap menyampaikannya pada orang tuanya.  Di sekolah kami tidak ada rekayasa nilai! Sekolah kami sudah sering try out untuk ujian nasional …Insya Allah mereka bisa….dengan tersenyum guru di sekolah itu menjawab.

Sungguh ….. ditengah-tengah jaman ketidakjujuran ini, masih ada yang mau dan berani melakukan kejujuran!  Sekolah ini berani untuk berbuat…..berkata dengan jujur!
Mengapa kita semua tidak mau…..kalau kita mau beritikad baik maka kita harus bekerja keras!  Guru bekerja keras meluangkan waktunya untuk bimbel dan membimbing intensif dan memotivasi siswa dengan baik agar belajar bersugguh-sungguh.  Perketat dalam pengawasan ulangan harian.  Latih untuk berani menerima kenyataan supaya aman diakhirat nanti!  Ayo……Berani ngak….Pak…..Bu! Supaya di masa depan tak ada lagi model-model koruptor kelas kakap seperti yang kita lihat !

Mari kita contoh perbuatan-perbuatan baik, kita tinggalkan hal-hal yang tidak baik!  ayo….berani mengganti kebijakan yang tidak mendorong kita tidak jujur tetapi tidak juga merugikan yang lainnya.  Kebijakan apakah itu? PR buat kita semua!  Ada 3M yang harus kita lakukan:  Mulailah dari hal yang terkecil, Mulailah dari hari ini dan Mulailah dari diri sendiri!  Masih dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional(HARDIKNAS),  ayo para pendidik kita benahi pendidikan ini dengan contoh dan teladan dalam dunia pendidikan.  Bagimana pendidikan kita akan menjadi nomor satu kalau kita masih memberikan contoh ketidakjujuran pada siswa atau peserta didik.  SELAMAT BELAJAR UNTUK JUJUR!

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pecahnya “Kapal” PPP dan Upaya …

Irham Wp | | 20 April 2014 | 03:26

Bisakah Membangun Usaha Tanpa Uang? …

Maskal Novessro | | 20 April 2014 | 08:52

Ketika Rupiah Tidak Lagi Dianggap sebagai …

Dhita Arinanda | | 20 April 2014 | 05:10

Musafir; Aku Pasti Pulang …

Elkhudry | | 20 April 2014 | 06:29

[Puisi Kartini] Petunjuk Akhir Event Puisi …

Fiksiana Community | | 20 April 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Gara-gara Amien Rais Mental Prabowo dan …

Mas Wahyu | 5 jam lalu

PDI-P Sudah Aman, tapi Belum Tentu Menang …

El-shodiq Muhammad | 7 jam lalu

Rapor TimNas U-19 Usai Tur Timur Tengah dan …

Hery | 19 jam lalu

Nasib PDIP Diujung Tanduk …

Ferry Koto | 20 jam lalu

Alumni ITB Berkicau, Demo Mahasiswa ITB …

Hanny Setiawan | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: