Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

INGIN MENJADI GURU YANG BAIK??,,SO,,…

OPINI | 07 May 2012 | 04:52 Dibaca: 110   Komentar: 0   0

Menjadi guru yang baik saat mengajar bukan soal sifat si guru tersebut tapi soal kemampuan mengatur irama pembelajaran. Guru yang sifatnya baik pun akan cepat marah jika muridnya sering berlaku tidak tertib. Salah satu hal yang membuat siswa tertib adalah kesibukan yang bermakna. Membuat siswa bisa sibuk namun tetap bermakna memang tantangan semua guru. Ada guru yang senang memberi soal sulit pada siswanya dengan harapan siswanya sibuk dan waktu mengajar dia tidak dipusingkan oleh masalah perilaku.

Padahal sebaliknya hal tadi hanya terjadi pada siswa yang perilakunya memang sudah baik, sementara anak-anak yang lain akan cepat bosan dan justru membuat ulah karena merasa gurunya memberi pekerjaan sulit tanpa jalan keluar. Karena pekerjaannya sulit membuat anak -anak yang memang sudah bermasalah pada perilaku akan timbul lagi keinginannya untuk membuat keributan dan ujung-ujungnya guru akan merasa gagal dalam mengajar siswanya di hari itu.

Ada beberapa cara untuk membuat jam pelajaran anda berlalu tanpa terasa baik kita sebagai guru maupun siswa sebagai penikmat cara mengajar dan perencanaan mengajar kita

Cara Menjadi Guru Yang Baik

Cara Menjadi Guru Yang Baik

Cara menjadi guru yang baik menurut Khafid.com:

1. Seorang guru harus benar-benar menguasai materi dengan baik yang akan diajarkan. banyak hal cara bagaimana kita menyiapkan materi supaya anak didik kita mengerti sekaligus faham materi yang kita sampaikan. rekan-rekan saya anggap sudah mengerti apa yang saya maksud kan?, intinya siapkan yang akan anda ajarkan, walaupun sekecil apapun itu.

2. Gunakan bahasa, cara, metode yang sederhana supaya anak didik anda cepat memahaminya, setelah anda menerangan, tannya kepada mereka, “Sudah faham?, ada yang perlu ditannyakan”, kasusnya adalah ketika hal itu kita lakukan kadang anak didik kita tidak ada yang tanya, dikarenakan mungkin, takut, atau dikarenakan hal yang lain. Dan itu kita bisa mensiasatinya dengan cara kita sendiri-sendiri. Cara dari khafid.com Berikan nilai plus kepada murid yang bertanya (tambahan nilai), Dan berikan hadiah kepada muruid apabila ada yang bisa menerangkan pertannyaan murid yang bertannya. itu sebagai salah satu faktor kita bisa menghidupkan suasana kelas. yang nanti kita akan membahasnya dibawah.

3. Mampu menghidupkan suasana kelas. Disisnilah kesulitan para pengajar. Mengapa sulit dikarenakan beragam watak dari sang murid. Bagaiamana kita bisa menguasai kelas kalau kita tidak mengerti watak dari mereka (murid)?, Jelajahi watak-watak mereka, beri mereka kenyaman waktu kita ada di depan mereka, yang itu akan menimbulkan mereka suka dengan materi yang kita sampaikan.

4. SERSAN (SERius tapi SANtai). jangan terlalu serius dan jangan terlalu santai (suasana kelas). Jadi ketika kita mengajar beri sedikit guyonan yang tujuannya supaya mereka tidak jenuh dengan pelajaran yang kita ajarkan waktu itu.

5. Satukan mereka dengan permainan atau game, diselah-selah waktu terakhir (tidak sering). Dengan permainan yang kreatif, tidak melencong jauh dari pelajaran kita. Contoh: kita mengajar MATEMATIKA, dimana 1 kelas ada 30 murid, kita bagi 3 kelompok, masing-masing membentuk lingkaran dan quisnya cukup sederhana, yaitu berhitung. dari 1-30/ dari A-Z. terserah putaran bagiannya dari kiri atau dari kanan, dan itu harus dilakukan tidak boleh berhenti, anak pertma:”A”, Anak kedua “B” dan seterusnya, dan nantinya kalau ada yang salah kita beri hukuman untuk satu kelompok itu.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Rencana ISIS Memenggal Kepala di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Nyari Hobi yang Menguntungkan? Hidroponik …

Jeane Siswitasari | | 22 September 2014 | 16:34

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Cak Lontong Kini Sudah Tidak Lucu Lagi …

Arief Firhanusa | 6 jam lalu

Asyiknya Acara Pernikahan di Jakarta (Bukan …

Irwan Rinaldi | 7 jam lalu

Matematika Itu Hasil atau Proses? …

Pical Gadi | 8 jam lalu

Usia 30 Batas Terbaik untuk Menjomblo? …

Ariyani Na | 8 jam lalu

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Monumen Jogja Kembali, Wisata Sejarah …

Riscky Ellya Yuniaw... | 7 jam lalu

Lihat Materi Buku Sekolah Sebelum …

Ariyani Na | 7 jam lalu

Seru! Menikmati Paralayang di Pujon Malang …

Mawan Sidarta | 7 jam lalu

Menebar Virus dari Rumah …

Mauliah Mulkin | 7 jam lalu

Menjawab Soal Matematika Tergantung Suasana …

Aditia Aditia | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: