Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mengenal IPS Terpadu

OPINI | 09 May 2012 | 17:14 Dibaca: 2222   Komentar: 4   4

Tidak jauh brbeda dengan tulisan saya yang berjudul ” Telanjangin IPS yuk” . lihat disini

Tulisan-tulisan ini adalah bentuk dari sebuah rasa sayang saya terhadap jurusan ini ‘ pendidikan IPS’.

Teman-teman IPS yang lainya saya yakin pasti bisa menuliskan segala pengetahuanya namun jarang sekali yang terlihat dalam bentuk-bentuk file seperti ini, kebanyakan dari mereka lebih memilih aktif dalam organisasi dan ada juga yang memilih lebih aktif membicarakan IPS ketika minum kopi dan dalam keadaan yang tidak bisa saya sebutkan lagi.

Saya adalah mahasiswa Ips atau lebih dikenal denga jurusan Pendidikan IPS. Jurusan ini pertama kali dibuka di salah satu Universitas Negri Di Yogyakarta, (UNY). nahh..kebetulan saya adalah salah satu mahasiswa yang menimba ilmu disini. Dalam perjalanan sejarahnya saya adalah angkatan Ke-2 dari angkatan pertama kaka tingkat saya, jadi nantinya bisa saja jadi master IPS..amin!!.

Setelah sukses UNY membuka Jurusan IPS, kemudian disusul dengan Universitas-universitas lainya seperti UPI, Makasar, dll, tapi saya heranya belum mendengar adanya jurusan IPS didaerah saya sendiri (NTB). Mungkin sudah ada, namun saya saja yang belum tau. hahaha…))

baiklah dalam bahasan ini saya akan mengupas apa itu IPS terpadu menurut versi saya sendiri.

  • IPS Terpadu itu apa ya ?

Keterpaduan dalam sebuah disiplin ilmu tentulah memiliki manfaat dan mudarat yang besar. Ketika keterpaduan itu hadir, otomatis ringkasan waktu dan tenaga akan lebih kita rasakan, disatu sisi, ketika keterpaduan dalam sebuah disiplin ilmu itu hadir pastilah stock pengetahuan mengenai ilmu-ilmu yang disederhanakan, dimodifikasi akan kurang kita pahami.

Ips terpadu pertama kali saya kenal ketika memasuki bangku kuliah. Kenapa tidak waktu SMP, SMA, kan ada pelajaran yang menyangkut IPS juga dan lebih spesifik pada bangku SD dan SMP. Mungkin ini salah satu pertanyaan uang muncul dari anda.

ok saya jawab saja: Ips pada masa SMP dulu, bahkan sampai sekarang masih terpisah-pisah lain halnya denga apa yang diajarkan dibangku kuliah. Heranya saya, dibangku kuliah juga masih terpisah-pisah, misalkan: (dasar-dasar ilmu ekonomi, sejarah, antropologi, hukum, politik, kewarganegaraan masih terpisah jam kuliah dan dosenya juga berbeda-beda. lalu dimana IPS terpadunya, apakah ada dalam makul  ? jawabnya TIDAK ADA.

Loh…kalau tidak ada , kok bisa saya berkoar-koar menulis seperti ini, jawabnya cuman satu IPS terpadu kami dapatkan bukan pada sebuah makul namun dalam sebuah intraksi antara beberapa dosen yang menyisipkan konsep keterpaduan dalam IPS didalam sebuah makul ” strategi pembalajaran IPS” BUKAN “ips terpadu”.

  • Pengertian

IPS terpadu bagi saya sangat gampang, statment ini mungkin menjadi angin segar bagi para guru-guru yang dituntut untuk mengajarkan IPS terpadu disekolah.

mengapa gampang, karena sistemnya cuman satu: bagaimana kita bisa mengaitkan suatau problem dalam ilmu ekonomi, sosiologi, sejarah, geografi, ilmu plotik menjadi satu pembahasan dalam pemblajaran.

anda masih bingung ?

gampang ?,,hubungi saya ..wakakka…


ok teman..berhubung ane lagi banyak kerjaan ..next time kita bahas lebih mendalam lagi.

ini baru cangkanynya saja.

lain kali kita bahas, keterpadua IPS dalam ilmu filsafat, logika, dan agama.

di akhir pembahasan saya akan menyajikan keterkaitan IPS dengan Ilmu eksak.

Tags: ipsterpadu

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Jadi Presiden dengan 70,99 Juta Suara …

Politik14 | | 22 July 2014 | 18:33

Prabowo Mundur dan Tolak Hasil Pilpres Tidak …

Yusril Ihza Mahendr... | | 22 July 2014 | 17:27

Mudik? Optimalkan Smartphone Anda! …

Sahroha Lumbanraja | | 23 July 2014 | 02:49

Apakah Rumah Tangga Anda dalam Ancaman? …

Agustinus Sipayung | | 23 July 2014 | 01:10

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: