Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Venia Bernadetha

mahasiswa komunikasi universitas atmajaya yogyakarta

Cara Menulis Editorial

OPINI | 23 May 2012 | 13:57 Dibaca: 411   Komentar: 2   1

Editorial adalah pikiran sebuah institusi yang diuji di depan sidang pendapat umum editorial juga adalah penyajian fakta dan opini yang menafsirkan berita yang penting dan mempengaruhi pendapat umum, penulis editorial membangun argumen dan mencoba membujuk pembaca untuk berpikir dengan cara yang sama mereka lakukan. Editorial dimaksudkan untuk mempengaruhi opini publik, bersikap dan berpikir kritis dan kadang-kadang menyebabkan orang untuk mengambil tindakan terhadap sebuah masalah. Lalu juga ada yang mendefinisikan editorial adalah suara koran Suara ini dapat menginformasikan pembaca, merangsang pemikiran, pendapat dan sesekali menggerakkan orang untuk bertindak.

Dalam menulis editorial sebaiknya kita harus menguji gagasan dan memeriksanya lagi saat membaca naskah yang ditulis dalam menulis sebuah editorial lebih baik yang kita lakukan adalah pilihlah topik yang menarik pembaca saat ini atau isu-isu terbaru, kumpulkan informasi dan fakta, menayakan pendapat kepada masyarakat, jelaskan masalah secara objektf sebagai reporter akan dan katakan mengapa situasi ini adalah penting, berikan pandangan pertama dengan kutipan dan fakta, menyanggah (menolak) sisi lain dan mengembangkan kasus dengan menggunakan fakta, detail, gambar, kutipan. Mengakui titik oposisi harus memiliki beberapa poin yang baik. Ulangi frasa kunci untuk memperkuat ide ke dalam pikiran pembaca. Berikan solusi yang realistik untuk masalah yang melampaui pengetahuan umum. Mendorong pemikiran kritis dan pro-aktif reaksi. Memilih selain logika sisi lain berikan fakta lainnya, berikan solusi dari masalah yang sedang di bahas, penutup yang menyatakan kembali ucapan pembuka . Tidak menggunakan kata saya.

Syarat kunci dalam editorial adalah dilarang menyalin sebagian atau Op-ed halaman, pembaca harus menemukan ide-ide tentang hal-hal yang dilaporkan di tempat lain atau di koran lain, editorial adalah suatu artikel yang menyatakan ide-ide atau masalah-masalah dalam surat kabar Ide-ide yang di maksaud ini disajikan sebagai opini, editorial muncul pada halaman editorial surat kabar itu, halaman yang meliputi editorial adalah kolom, artikel opini, review dan kartun. Jika kertas berisi lebih dari satu halaman opini, yang lain disebut op-ed halaman.
Hal penting lainnya yang muncul pada halaman editorial surat kabar itu adalah kepala surat, yang mencakup pernyataan memberikan rincian publikasi editor, fotografer dan anggota staf kunci, sinopsis koran editorial kebijakan. Kebijakan editorial umumnya akan mengatakan yang menentukan konten, jika surat
diterima oleh editor, jika iklan diterima, bagaimana kesalahan akan diperbaiki antara informasi penting lainnya.

Ada empat tujuan dari penulisan editorial dalam penulisan editorian menurut William Pinkerton dari Harvard University. Pertama, menjelaskan berita dalam berupa kejadian penting kepada pembaca dalam hal ini editorial berfungsi sebagai guru, menerangkan bagaimana suatu kejadian berlangsung. Kedua, menjelaskan latar belakang untuk memperlihatkan kelanjutan suatu peristiwa penting, editorial dapat menggambarkan kejadian tersebut dengan latar belakang sejarah, yaitu dengan menghubungkan dengan sesuatu yang terjadi sebelumnya. Ketiga, meramalkan suatu editorial kadang-kadang menyajikan analisi yang melewati batas berbagai peristiwa sekarang dengan tujuan meramalkan sesuatu yang akan terjadi di masa datang, keempat, menyampaikan pertimbangan moral, para editorial bertugas mempertahankan kata hati masyarakat. Mereka diharapkan memperthankan isu-isu moral dengan mempertahankan posisi mereka .

Akan tetapi dilihat dari prespektif berbeda tujuan editorial di bagi dalam tiga katagori yakni menjelaskan, meyakinkan dan menilai. Dalam penjelasan, penekanan bukan pada pengalaman atau penilaian seseorang, melainkan pada penyajian fakta dan gagasan yang objektif dan tanpa prasangka, kedua, dalam meyakinkan pembaca metode-metode persuasif dibagi dalam tiga klasifikasi umum,yaitu penalaran deduktif, penalaran induktif, dan kombinasi keduanya, lalu yang ketiga adalah menilai peristiwa selain menjelaskan dan meyakinkan, editorial bisa juga memulai peristiwa.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | | 25 October 2014 | 12:30

Rafting Tidak Harus Bisa Berenang …

Hajis Sepurokhim | | 25 October 2014 | 11:54

10 Tanggapan Kompasianer Terhadap Pernikahan …

Kompasiana | | 25 October 2014 | 15:53

Dukkha …

Himawan Pradipta | | 25 October 2014 | 13:20

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 14 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 15 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 15 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Gayatri Wailissa Anggota BIN? …

Prabu Bolodowo | 8 jam lalu

Ketika Berada di Bukit Wantiro …

Voril Marpap | 8 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 8 jam lalu

Selamat Ulang Tahun Baru Hijriah 1436 H …

Imam Muhayat | 8 jam lalu

Membaca Membuat Pintar …

Nitami Adistya Putr... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: