Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Teguh Prasettiyo

diatas langit masih ada langit

Psikologi Perkembangan

REP | 27 May 2012 | 21:46 Dibaca: 6901   Komentar: 0   0

PERIODISASI PERKEMBANGAN

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan tidak terbatas pada pengertian pertumbuhan yang semakin membesar, melainkan di dalamnya juga terkandung serangkaian perubahan yang berlangsung secara terus menerus dan bersifat tetap dari fungsi-fungsi jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu menuju tahap kematangan melalui pertumbuhan, pematangan dan belajar.

Perkembangan menghasilkan bentuk-bentuk dan cirri-ciri kemampuan baru yang berlangsung dari tahap aktivitas yang sederhana ke tahap yang lebih tinggi. Perkembangan itu bergerak secara bengangsur-angsur tetapi pasti, melalui suatu bentuk/tahap ke bentuk/tahap berikutnya, yang kian hari kian bertambah maju, mulai dari masa pembuahan dan berakhir dengan kematian

Hal ini menunjukkan bahwa sejak masa konsepsi sampai meninggal dunia, individu tidak penah statis, melainkan senantiasa mengalami perubahan-perubahan yang bersifat progresif dan berkesinambungan. Selama masa kanak-kanak hingga remaja misalnya, ia mengalami perkembangan dalam struktur fisik dan mental, jasmani dan rohani sebagai cirri-ciri dalam memasuki jenjang kedewasaan. Demikian seterusnya,, perubahan-perubahan diri individuitu berlangsung tiada henti. Untuk lebih memahami hal itu, kami akan menjabarkannya dalam pembahasan sebagai berikut.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan periodisasi perkembangan ?

2. Apa saja macam-macam periodisasi perkembangan ?

3. Bagaimanakah periodisasi perkembangan manusia itu terjadi ?

PEMBAHASAN

Perkembangan adalah suatu perkembangan yang berkesinambungan, dan progresif dalam organism dari lahir sampai mati.[1] Fase perkembangan atau periodisasi perkembangan yaitu masa-masa perkembangan dengan ciri pertumbuhan dan perkembangan yang terdapat pada masing-masing fase. Perkembangan dimulai sejak masa konsepsi dan berakhir menjelang kematiannya. Penentuan fase atau tahapan perkembangan didasarkan pada periode waktu tertentu. Para ahli mengemukakan pembagian fase tahapan perkembangan yang tidak selalu sama. Tapi meskipun demikian mereka sependapat bahwa periodisasi ini bersifat teknis daripada konsepsional.[2]

Pendapat para ahli mengenai periodisasi yang bermacam-macam dapat digolongkan dalam tiga bagian, yaitu:

A. Periodisasi berdasarkan biologis

1. Menurut Aristoteles[3]

Periodisasi ini berdasarkan kepada keadaan atau proses biologis tertentu. Dan

Aristoteles menggambarkan perkembangan anak sejak lahir sampai dewasa dalam tiga periode sebagai berikut:

a. Fase Anak Kecil, dari umur 0-7 (masa bermain)

b. Fase Anak Sekolah, dari umur 7-14 (masa belajar atau masa sekolah rendah)

c. Fase Remaja, dari umur 14-21 (masa peralihan dari anak menjadi orang dewasa)

Pembagian Aristoteles ini berdasarkan atas gejala pertumbuhan jasmani yaitu antara fase satu ke fase kedua dibatasi oleh penggantian gigi, antara fase kedua dan fase ketiga ditandai dengan mulai bekerjanya kelenjar kelengkapan kelamin.

2. Menurut Kretscmer[4]

Perkembangan individu dari lahir sampai dewasa melewati empat tahap, yaitu:

a. Tahap I: ± 0-3 tahun, Fullungs (pengisian) periode 1, pada fase ini anak kelihatan pendek gemuk.

b. Tahap II: ± 3-7 tahun, Streckungs (rentangan) periode I, pada periode ini anak kelihatan langsing.

c. Tahap III: ± 7-13 tahun, Fullungs periode II, pada masa ini anak kelihatan pendek gemuk kembali.

d. Tahap IV: ± 13-20 tahun, Streckungs periode II, pada periode ini anak kembali kelihatan langsing.

3. Menurut Elizabeth Hurlock[5]

Perkembangan individu memiliki lima tahap, yakni:

a. Tahap I: Fase prenatal (sebelum lahir), mulai masa konsepsi sampai proses kelahiran sekitar 9 bulan atau 280 hari.

b. Tahap II: Infancy (orok), mulai lahir sampai usia 10 atau 14 hari

c. Tahap III: Babyhood (bayi), mulai dari 2 minggu sampai usia 2 tahun

d. Tahap IV: Childhood (kanak-kanak), mulai 2 tahun sampai masa remaja.

e. Tahap V: Adolesence/ puberty, mulai usia 11 atau 13 tahun sampai usia 21

· Pre Adolesence, wanita usia 11-13 tahun sedang pria lebih lambat dari itu

· Early Adolesence, pada usia 16-17 tahun

· Late Adolesence, masa perkembangan terakhir sampai masa usia kuliah di perguruan tinggi.

B. Periodisasi berdasarkan Psikologi

Ada beberapa pendapat mengenai periodisasi atau tahap-tahap perkembangan berdasarkan psikilogi, yaitu:

a. Menurut pendapat Oswald Kroch [6]

Beliau menjadikan masa-masa kegoncangan sebagai dasar pembagian masa-masa perkembangan, karena beliau yakin bahwa masa kegoncangan inilah merupakan keadaan psikologos yang khas dan dialami oleh setiap anak dalam masa perkembangannya.

Masa kegoncangan ini disebut “Trotz periode”. Selama perkembangannya anak mengalami dua kali Trotz periode. Kedua trotz periode inilah yang membatasi antara fase satu dengan lainnya. Oswald Kroch membagi masa perkembangan anak menjadi 3 fase:

a. Fase Trotz I, usia 0-3 tahun (masa anak-anak awal)

b. Fase Trotz II, usia 3-13 tahun (masa keserasian sekolah)

c. Fase Trotz III, usia 13-akhir remaja biasa (masa kematangan)

b. Menurut pendapat Robert J Havighurst[7]

Menyebutkan fase-fase perkembangan dari anak sampai tua sebagai berikut:

a. Infancy dan early childhood (masa sekolah), yaitu usia 0-6 tahun

b. Middle childhood (masa sekolah), yaitu usia 6-12 tahun

c. Adolescence (masa remaja), yaitu usia 12-18 tahun

d. Early adulthood(masa awal dewasa), yaitu usia 18-30 tahun

e. Middle age (masa dewasa lanjut), yaitu usia 30-50 tahun

f. Old age (masa tua sampai meninggal dunia), yaitu usia 50 tahun ke atas.

c. Menurut Prof. Kohnstamm[8]

Membagi periode perkembangan anak menjadi beberapa fase:

a. Periode vital, yaitu usia 0-1 tahun, disebut masa menyusu

b. Periode estetis, yaitu usia1-6 tahun, disebut masa bermain

c. Periode inteletuil, yaitu usia 6-12 tahun, disebut masa sekolah

d. Periode social, yaitu usia 12-21 tahun, disebut masa pemuda dan masa adolescence

e. Periode manusia matang, usia 21 tahun ke atas, disebut juga masa dewasa

d. Menurut Charlotte Bubler[9]

Masa perkembangan anak dan pemuda adalah sebagai berikut:

a. Masa pertama

· Usia 0-1 tahun

· Anak berlatih mengenal lingkungan dengan berbagai macam gerakan

· Pada waktu lahir mengalami dunia tersendiri yang tak ada hubungannya dengan lingkungannya.

· Pada masa ini dua peristiwa penting yaitu belajar berjalan dan berbicara

b. Masa kedua

· Usia 2-4 tahun.

· Keadaan dunia luar semakin dikuasai dan dikenalnya melalui bermain, kemajuan bahasa dan pertumbuhan kemauannya.

· Dunia dilihat dan dinilai menurut keadaan dan sifat batinnya.

· Bila ia berusia 3 tahun ia akan mengalami krisis pertama (trotzalter I).

c. Masa ketiga

· Usia 5-8 tahun.

· Keinginan bermain berkembang menjadi semangat bekerja dan rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan semakin tinggi, demikian pula rasa sosialnya.

· Pandangan terhadap dunia sekelilingnya ditinjau dan diterima secara objektif.

d. Masa keempat

· Usia 9-13 tahun

· Keinginan maju dan memahami kenyataan mencapai puncaknya.

· Pertumbuhan jasmani subur dan kondisi kejiwaannya tampak tenang.

· Ketika usia 12-13 tahun (bagi perempuan) dan 13-14 tahun (bagi laki-laki), mereka mengalami masa krisis dalam proses perkembangannya. Pada masa ini timbul kritik terhadap diri sendiri, kesadaran akan kemauan, penuh pertimbangan, mengutamakan tenaga sendiri, disertai berbagai pertentangan yang timbul dalam dengan dunia lingkungan, dan sebagainya.

e. Masa kelima

· Usia 14-19 tahun

· Masa pubertas mencapai kematangan

· Anak yang berada pada masa puber selalu merasa gelisah karena mereka sedang mengalami sturm und drang (ingin memberontak, gemar mengeritik, suka menentang dan sebagainya)

· Pada akhir pubertas, sekitar usia 17 tahun, anak mulai perpaduan(sintesis), berkat keseimbangan antara dirinya dengan pengaruh dunia lingkungannya

· Pertanda bahwa remaja masuk pada usia matang yaitu membentuk pribadi, menerima norma-norma budaya dan kehidupan pasca keseimbangan diri.

C. Psikologi berdasarkan Didaktis

Dasar didaktis yang digunakan dalam pembagian masa-masa perkembangan di sini ada beberapa kemungkinan:

1. Apa yang harus diberikan kepada anak-anak pada masa-masa tertentu?

2. Bagaimana cara mengajar anak-anak didik pada masa-masa tertentu?

Mengenai tahapan perkembangan pribadi manusia dari sudut tinjauan teknis umum penyelenggaraan pendidikan, dapat diambilkan beberapa pendapat para ahli.

1. Menurut John Amos Comenius[10]

Beliau mengelompokkan perkembangan pribadi manusia menjadi lima tahap:

a. Tahap enam tahun pertama (0-6 tahun), biasa disebut periode sekolah ibu(scola maternal). Tahap perkembangan fungsi pengindraan yang memungkinkan anak mulai mampu untuk mengenal lingkungannya. Dan disebut sebagai periode sekolah ibu, karena semua usaha bimbingan dalam mengenal lingkungan berlangsung di tengah keluarga. Terutama aktivitas ibu sangat menentukan kelancaran proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

b. Tahap enam tahun kedua (6-12 tahun), sering disebut sekolah bahasa ibu (scola vermacula). Sebagai tahap perkembangan fungsi ingatan dan imajinasi individu. Dimana disebut sebagai periode bahasa ibu, karena pada periode ini anak baru mampu menghayati setiap pengalaman dengan pengertian bahasa sendiri/ bahasa ibu. Bahasa ibu dipakai sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan orang lain, yaitu untuk mendapatkan pengaruh dari luar berupa pengasuh, sugesti serta transmisi cultural dari orang dewasa serta dipakai untuk mengekspresikan kehidupan batinnya kepada orang lain.

c. Tahap enam tahun ketiga (12-18 tahun), atau periode sekolah latin (scola latina). Yaitu tahap perkembangan fungsi intelektual. Anak mulai diajarkan bahasa latin sebagai bahasa kebudayaan yang ada pada saat itu dianggap paling tinggi dan paling kaya kedudukannya. Bahasa tersebut diajarkan pada anak agar mereka mencapai taraf beradab dan berbudaya.

d. Tahap enam tahun keempat (18-24 tahun) atau periode masuk akademik/ perguruan tinggi (academia). Yaitu tahap perkembangan fungsi kemampuan berdikari, self direction, dan self control. Anak mulai mengalami proses pembudayaan dengan menghayati nilai-nilai ilmiah, disampimg mempelajari macam-macam ilmu pengetahuan.

e. Tahap kematangan pribadi (24 tahun keatas) yaitu tahap ketika intelek memimpin perkembangan semua aspek kepribadian menuju kematangan pribadi dimana manusia kemampuan mengasihi Allah SWT dan sesame manusia.

2. Menurut Jean Jackues Rousseav[11]

Dia berpendapat bahwa dalam perkembangannya, anak-anak mengalami bermacam-macam sifat dan ciri perkembangan yang berbeda-beda dari satu fase ke fase yang lain. Oleh karena itu, pendidikan harus disesuaikan dengan sifat-sifat masa-masa tertentu itu. Masa-masa perkembangan itu adalah:

a. 0-2 tahun adalah tahap asuhan

b. 2-12 tahun adalah tahap pendidikan

c. 12-15 tahun adalah tahap pendidikan akal

d. 15-20 tahun adalah tahap pembentukan watak dan pendidikan agama

3. Meurut Harvey A. Tilker PHd dan Elizabeth B. Hurlock[12]

Hakekat perkembangan manusia yang berlangsung sejak konsepsi sampai mati, dengan pembagian periodisasinya sebagai berikut:

1. Masa sebelum lahir (prenatal) selama 9 bulan atau 280 hari

Cirri-cirinya:

a. Ditentukannya sifat-sifat bawaan dan jenis kelamin individu

b. Kondisi ibu sangat menentukan pola pertumbuhan prenatal

c. Secara proporsional pertumbuhan pada periode ini lebih besar daripada periode lainnya

d. Terdapat banyak bahaya fisik dan psikologis

e. Orang-orang yang berarti dapat membentuk sikap kepada si janin

Pada waktu pembuahan ditentukan beberapa hal, yaitu:

a. Sifat-sifat bawaan fisik dan mental psikologis anak

b. Jenis kelamin anak

c. Apakah lahir tunggal atau kembar

d. Posisi anak dalam keluarga

Gangguan-gangguan pada masa prenatal antara lain pertumbuhan otak, kelainan cacat fisik atau keguguran yang diakibatkan oleh malnutrisi ibu, kekurangan vitamin dan kelenjar, penggunaan obat-obatan, alcohol, merokok berlebihan, penyakit serta faktor emosi ibu.

2. Masa bayi baru lahir (new born) 0,0-2 minggu

Periode ini dibagi menjadi dua bagian:

a. Periode Partunate

Periode yang berlangsung sejak janin baru keluar dari rahim ibu sampai tali pusat dipotong

b. Periode Neonate

Periode yang berlangsung sekitar akhir minggu kedua setelah kelahiran

Ciri-cirinya masa bayi baru lahir:

a. Masa perkembangan yang tersingkat dari periode lainnya

b. Penyesuaian diri untuk kelangsungan hidup/ perkembangan janin.

c. Ditandai dengan terhentinya perkembangan

d. Di akhir periode ini apabila si bayi selamat maka akan terjadi perkembangan lebih lanjut.

Pada masa bayi baru lahir harus melakukan empat macam penyesuaian diri yang pokok agar tetap hidup, yaitu:

1. Penyesuaian diri yang mencakup perubahan suhu

2. Mengisap dan menelan makanan (air susu)

3. Bernafas

4. Pembuangan kotoran

3. Masa bayi (babyhood) dari 2 minggu-2 tahun

Ciri-cirinya:

a. Masa bayi yaitu masa dasar atau maasa pembentukan dasar kehidupan, karena terbentuknya pola perilaku, sikap dan pola ekspresi emosi

b. Bayi berkembang pesat baik fisik maupun psikologisnya

c. Masa bayi selain meningkatnya individualitas, juga merupakan permulaan sosialisasi

d. Masa permulaan berkembangnya penggolongan peran seks/ jenis kelamin.

e. Masa yang menarik sehingga semua orang senang kepada bayi

f. Merupakan permulaan kreativitas

4. Masa kanak-kanak awal (early childhood) dari 2-6 tahun

Cirri-cirinya:

a. Orang tua menyebutnya problematis/ uisa sulit karena sulit dididik

b. Usia main karena sebagian besar hidup anak waktunya dihabiskan untuk bermain

c. Para pendidik menyebutnya anak usia prasekolah yaitu masa persiapan untuk masuk sekolah dasar

d. Usia pra kelompok karena anak-anak mempelajari dasar-dasar perilaku social

e. Usia penjelajah dan usia bertanya, karena anak-anak menjelajahi lingkungan dengan dorongan ingin tahu apa yang ada disekitar. Dan salah satu cara untuk menjelajahi lingkungan dengan brtanya

f. Berani dan senang mencoba hal-hal yang baru

Minat umum pada masa ini meliputi:

· Minat kepada agama, terbukti dari keinginan tahu anak yang besar terhadap masalah-masalah agama

· Minat terhadap diri sendiri menjadikan anak bersikap egocentrisme,ini menunjukkan bahwa anak mulai ada kesadaran terhadap dirinya sendiri.

· Minat terhadap seks dengan sering membicarakannya dengan teman bermain kalau tidak ada teman dewasa

· Minat anak terhadap pakaian karena pengalaman-pengalaman dalam mengenakan pakaian memperoleh pujian-pujian.

5. Masa kanak-kanak akhir (later childhood) 6-12 tahun

Ciri-cirinya:

a. Usia tidak rapih karena mereka cenderung tidak memperdulikan atau ceroboh dalam penampilan

b. Usia bertengkar karena sering terjadi pertengkaran antara anak-anak lainnya dengan anggota keluarga.

c. Masa menyulitkan karena anak-anak tidak menurut perintah lebih menuruti teman-temannya daripada orang tuanya

d. Usia sekolah dasar, karena anak masanya untuk masuk/ mengikuti pendidikan sekolah dasar.

e. Perhatian utama hidup anak masa ini tertuju pada keinginan diterima oleh teman-teman sebaya sebagai anggota kelompok

f. Anak-anak ingin menyesuaikan diri dengan standar yang disetujui kelompok dalam penampilan, berbicara dan perilaku lainnya

Secara relative anak-anak lebih mudah untuk dididik (di sekolah) dari masa sebelum dan sesudahnya nanti. Masa ini dapat dirinci menjadi dua fase, yaitu:

a. Masa kelas-kelas rendah sekolah dasar (umur 6,0-atau 7,0 sampai umur 9,0 atau 10,0)

Masa ini ditandai dengan sifat-sifat khas sebagai berikut:

· Adanya korelasi yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi sekolah

· Adanya sikap tunduk kepada peraturan-peraturan permainan yang tradisional

· Ada kecenderungan memuji diri sendiri

· Suka membanding-bandingkan dirinya dengan anak-anak lain

· Apabila anak tidak dapat menyelesaikan tugas maka tugas itudianggap tidak penting

· Bagi anak-anak umur 6,0 sampai 8,0 tahun menginginkan nilai yang baik

b. Masa kelas-kelas tinggi sekolah dasar (umur kira-kira 9,0 atau 10,0 sampai umur 12,0 atau 13,0)

Sifat-sifat khas masa kelas-kelas tinggi sekolah dasar adalah:

· Anak tertarik perhatiannya kepada kehidupan praktis sehari-hari yang kongkrit

· Anak bersifat realistik, ingin tahu, ingin belajar, ingin bisa

· Anak-anak menaruh minat kepada hal-hal dan mata pelajaran tertentu

· Anak mulai memandang nilai-nilai yang diperoleh (angka raport) sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi sekolahnya

· Anak-anak gemar membentuk kelompok-kelompok untuk bermain bertsama-sama.

Masa keserasian bersekolah ini diakhiri dengan suatu masa perkembangan yang disebut “Masa Pueral”, masa ini sering disebut masa Puber. Sifat-sifat khas masa Pueral ini adalah sebagai berikut:

a. Sikap, tingkah laku dan perbuatan anak Puer ditujukan untuk berkuasa

b. Sikap, tingkah laku dan perbuatannya juga ekstravers, mendorong dirinya untuk menyaksikan keadaan di luar dirinya

c. Menurut Kilpatrick masa ini disebut dengan masa “competitive Socialization” yaitu masa dimana anak senang bersaing atau mengadakan rivalitas

d. Anak Puer sering dijuluki sebagai “tukang jual aksi”, atau si “omong besar”

6. Masa puber (puberty) 11/12-15/16 tahun

Ciri-cirinya:

a. Haid yang pertama kali pada anak perempuan dan basah malam pada anak laki-laki.

b. Puber bagi anak perempuan adalah tiga belas tahun dan bagi anak laki-laki empat belas tahun.

c. Perubahan besarnya tubuh

d. Perubahan proporsi tubuh, Hal ini dipengaruhi oleh usia kematangan seksual

e. Perubahan pada masa Puber mempengaruhi keadaan fisik, sikap,dan perilaku. Karena akibatnya cenderung buruk, terutama selama awal masa Puber, maka masa Puber sering disebut “masa negative”.

7. Masa remaja (adolescence) 15/16-21 tahun

Masa remaja dibagi menjadi dua bagian:

1. Masa remaja awal, berlangsung hingga umur tujuh belas tahun

2. Masa remaja akhir, berlangsung hingga mencapai usia kematangan resmi secara hokum yaitu umur 21 tahun.

Ciri-cirinya:

a. Perubahan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, meninggalkan segala sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan

b. Meningkatnya emosi, perubahan emosi banyak terjadi pada awal remaja

c. Merasa ditimbuni masalah dan kesulitan remaja dalam mengatasi masalah individuasi yaitu kesulitan dalam mewujudkan dirinya sebagai seorang yang dewasa

d. Mencari dan menemukan identitas dirinya sendiri

e. Usia yang menimbulkan ketakutan karena anggapan masyarakat terhadap remaja bahwa remaja anak-anak yang tidak rapih, yang tidak dapat dipercaya, tidak bertanggung jawab dsb.

f. Remaja cenderung untuk memandang kehidupan atau melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang ia inginkan dan bukan sebagaimana adanya

8. Masa dewasa awal (early adulthood) 21-40 tahun

Adalah masa pencaharian kemantapan dan masa reproduktif yaitu masa yang penuh dengan masalah dan ketegangan emosional, periode isolasi, periode komitmen dan masa ketergantungan, perubahan nilai-nilai, kreatifitas dan penyesuaian diri pada pola hidup yang baru.

Ciri-cirinya:

a. Memainkan peran baru seperti peran suami/ istri, orang tua, pencari nafkah dll.

b. Apabila mereka menemui kesulitan mereka ragu-ragu untuk meminta pertolongan dan nasehat orang lain karena enggan kalau dianggap belum dewasa

c. Perhatian terhadap penampilan, pakaian, tat arias dan lambing-lambang kedewasaan

d. Kegiatan sosial sering dibatasi oleh berbagai tekanan pekerjaan dan keluarga, sehingga hubungan dengan teman-teman kelompok sebaya masa remaja menjadi renggang.

9. Masa dewasa madya (middle adulthood) 40-60 tahun

Ciri-cirinya:

a. Periode yang ditakuti dilihat dari seluruh kehidupan manusia, orang-orang dewasa tidak akan mengakui bahwa mereka mencapai usia tersebut

b. Masa transisi dimana pria dan wanita mennggalkan ciri-ciri jasmani dan perilaku masa dewasanya dan memasuki kehidupan dengan cirri-ciri jasmani dan perilaku yang baru

c. Perhatian terhadap agama lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya

d. Penyesuaian diri terhadap pekerjaan sangat pelik karena dipengaruhi oleh sikap sosial yang tidak menyenangkan, keharusan pensiun, dll.

e. Mempersiapkan diri dalam mendekati masa pensiun

10. Masa usia lanjut (later adulthood) 60 tahun keatas

Ciri-cirinya:

a. Ketuaan yang bersifat fisik mendahului ketuaan psikologis yang merupakan kejadian yang bersifat umum

b. Meningkatnya ketergantungan fisik dan ekonomi pada orang lain

c. Perubahan yang menyangkut kemampuan motorik, perubahan fisik, fungsi psikologis, system saraf, penampilan dan kemampuan seks

d. Keterkaitan terhadap agama bertambah dan sering dipusatkan pada masalah tentang kematian

e. Banyak bahaya fisik seperti penyakitan, gigi banyak yang tanggal, hilangnya kemampuan seksual

f. Bahaya yang bersifat psikologis meliputi perasaan rendah diri, perasaan tak berguna, perasaan tidak enak akibat perubahaan fisik, perasaan bersalah karena menganggur

KESIMPULAN

· Periodisasi perkembangan adalah masa-masa perkembangan dengan ciri pertumbuhan dan perkembangan yang terdapat pada masing-masing fase.

· Macam-macam periodisasi perkembangan:

1. Periodisasi berdasarkan biologis

2. Periodesasi berdasarkan psikologi

3. Periodesasi berdasarkan diktatis

· Periodisasi Perkembangan

1. Masa sebelum lahir (prenatal) selama 9 bulan atau 280 hari

2. Masa bayi baru lahir (new born) 0,0-2 minggu

3. Masa bayi (babyhood) dari 2 minggu-2 tahun

4. Masa kanak-kanak awal (early childhood) dari 2-6 tahun

5. Masa kanak-kanak akhir (later childhood) 6-12 tahun

6. Masa puber (puberty) 11/12-15/16 tahun

7. Masa remaja (adolescence) 15/16-21 tahun

8. Masa dewasa awal (early adulthood) 21-40 tahun

9. Masa dewasa madya (middle adulthood) 40-60 tahun

10. Masa usia lanjut (later adulthood) 60 tahun keatas

DARTAR PUSTAKA

Desmita. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008.

Prof. Dr. H. Baharuddin, M. Pd. I. Pendidikan&Psikologi Perkembangan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2009

Rohmah, Elfi Yuliani. Psikologi Perkembangan. Ponorogo: STAIN PO. PRESS, 2005

Sabri, Drs.M. Alisuf. Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 2001.

Yusuf, Dr. H. Syamsu. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya


[1] Desmita. Psikologi Perkembangan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008), 4.

[2] Drs. M. Alisuf Sabri. Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan(Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 2001),146.

[3] Ibid,147.

[4] Dr. H. Syamsu Yusuf LN. M. Pd. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja(Bandung: PT Remaja Rosdakarya), 21.

[5] Ibid, 21.

[6] Drs. M. Alisuf Sabri. Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan(Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 2001),147.

[7] Elfi Yuliani Rohmah, M. Pd. I, Psikologi Perkembangan (Ponorogo: STAIN PO. PRESS, 2005),58.

[8] Ibid, 59.

[10] Prof. Dr. H. Baharuddin, M. Pd. I. Pendidikan&Psikologi Perkembangan. (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2009), 108.

[11] Ibid, 109.

[12] Drs. M. Alisup Sabri, Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya,2001), 149

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | | 25 October 2014 | 23:43

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | | 26 October 2014 | 00:06

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri, Polycarpus, BIN dan Persepsi Salah …

Ninoy N Karundeng | | 26 October 2014 | 08:45

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



Subscribe and Follow Kompasiana: