Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Fatikhah Fauziah

mahasiswi UNY PKnH'10.. ketika kamu merasa tidak ada yang peduli tentangmu, bercerminlah! orang yang kamu lihat selengkapnya

Menghadapi Siswa yang “Sok Tahu” & Menjadi Guru Favorit

OPINI | 30 May 2012 | 22:40 Dibaca: 3570   Komentar: 7   2

bagaimana menghadapi siswa yang sok tau di dalam kelas?? harusnya guru senang dengan siswanya yang sok tahu, karena dia aktif dan kreatif. walaupun jawaban atau yang diungkapkannya salah atau tidak sempurna. yang penting sebgai guru harus menghargainya agar kreatifitasnya tetap berkembang. karena siswa yang Sok tahu bisa disebabkan oleh keinginan untuk dianggap tahu atau paling tahu, penting dan berpengaruh. Sering kali orang seperti itu bertingkah laku menyebalkan dan agak memaksakan pendapat mereka kepada orang lain. jadi guru perlu memberikan pengertian dengan baik dan tidak dengan menyindir atau membuatnya merasa kurang.

selain itu sebagai pendidik hindarilah berkata di depan siswa bahwa dia kurang kreatif atau kurang dalam suatu hal. yang saya rasakan saat menjadi siswa hal tersebut  bukannya membuat saya menjadi tergugah namun malah membuat saya bosan, dan bahkan tidak semangat dengan guru tersebut, karena memang setiap siswa itu berbeda-beda.

tetapi guru tetap menjadi pahlawan tanpa tanda jasa. guru sangat berarti bagi kita semua. harapan semua guru juga ingin disenangi siswanya atau menjadi guru favorit. saya juga kelak ingin menjadi seorang pendidik yang menjadi favorit.

saya menemukan artikel bagus tentang tips menjadi Guru favorit siswa. berikut kutipannya.  Tidak sulit menjadi guru yang menyenangkan sehingga siswa tertarik mengikuti pelajaran yang kita sampaikan. Bukan wajah cantik atau tampan yang menyebabkan seorang guru menjadi perhatian siswa, walaupun itu dapat menjadi point juga. Tetapi lebih ke teknik penyampaian materi dan pembawaan si guru tersebut yang menjadi daya pikatnya. Berikut akan dipaparkan beberapa tips n’ trik menjadi guru pujaan.

First impression is a must! kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah Anda. Begitu kutipan iklan yang sering didengar. Memang kesan pertama merupakan salah satu kunci keberhasilan menjadi guru favorit. Apabila pertama kali mengajar saja sudah membuat siswa bosan, apalagi pertemuan selanjutnya. Bisa dipastikan siswa ogah-ogah mengikuti pelajaran yang disampaikan. Misalnya, berkenalan dengan diawali bernyanyi atau membagikan permen pada siswa. Sehingga mereka akan ingat kalau Anda adalah guru yang suka bernyanyi atau guru yang baik hati membagikan permen di kelas. So, pastikan Anda mengetahui bagaimana cara perkenalan yang menarik dan cara menyapa siswa yang unik.

Selanjutnya ramah dan posisikan diri sebagai sahabat. Sekarang sudah bukan jamannya lagi guru yang ditakuti muridnya, melainkan guru yang dihormati siswa. Salah satu cara untuk dihormati adalah ramah pada siswa. Menjadi teman siswa dengan batas-batas tertentu. Bisa memposisikan diri dengan baik, kapan menjadi teman siswa, kapan menjadi guru yang harus dihormati dan didengarkan penjelasannya. Siswa paling benci dengan guru yang sok jaim dan merasa dirinya lebih tinggi dan lebih segalanya dari siswa. Stay down to earth teacher!

Menjadi pendengar yang aktif dan baik. Ketika siswa bertanya tidak disela dengan sok tahu melanjutkan maksud siswa. Dengarkan hingga siswa selesai bertanya dan tanyakan jika kurang mengerti maksud dari pertanyaan siswa. Semua orang ingin didengarkan apa yang disampaikan, meskipun hal yang ditanyakan sepele, tetapi sebaiknya seorang guru tetap memberikan respon terbaiknya.

Seorang guru adalah panutan, contoh, yang akan ditiru oleh muridnya. Jika ia membentak siswa, maka suatu hari nanti sang guru akan menerima sikap tidak hormat dari muridnya. Perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan. Hargai dan hormati siswa Anda. Karena mereka adalah calon-calon penerus bangsa yang belajar membangun bangsa ini dari Anda, para guru. Hati-hati dalam bersikap, tegas dan galak berbeda. Tegas adalah memberikan peringatan bahwa siswa sebaiknya tidak bersikap demikian dengan alasan yang jelas. tetapi galak memarahi siswa tanpa sebab yang jelas.

Dalam menyampaikan materi, sebaiknya gunakan kalimat yang jelas dan tidak berbelit-belit. Komunikasi yang baik antara guru dan murid merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam penyampaian materi. Guru yang memahami materi akan mencari cara agar siswa dapat menangkap isi pembahasan dengan mudah. Penjelasan yang singkat namun mengena lebih baik, daripada panjang lebar namun siswa tidak mengerti maksud dari penjelasan tersebut.

Betapa membosankannya jika guru menyampaikan materi tanpa diselingi humor. Guru tidak mesti seperti Sule OVJ atau melakukan tingkah konyol untuk membuat siswa terhibur. Namun, jokes sederhana yang membuat suasana kelas tidak kaku, cukup membuat aura kelas lebih hangat.

Manusia merupakan tempatnya salah dan lupa, jadi sebaiknya introspeksi diri ketika di koreksi siswa. Bukannya merasa benar sendiri. Menerima koreksi siswa tidak membuat Anda tampak bodoh. Mengakui dengan jujur bahwa Anda lupa siapa penemu Benua Amerika, ataupun ada kesalahan dalam perhitungan menandakan Anda adalah pribadi yang terbuka dan menerima kekurangan diri.

itulah beberapa tips yang layak dicoba untuk para pendidik.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Manajemen Mudik …

Farida Chandra | | 25 July 2014 | 14:25

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Sensasi Rafting di Kali Oyo Gunungkidul …

Tri Lokon | | 25 July 2014 | 15:27

Keras, Tegas dan Tajam Suara Politik di …

Hendrik Riyanto | | 25 July 2014 | 12:45

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 12 jam lalu

Kunjungan Clinton ke Aceh, Misi Kemanusiaan …

Rafli Hasan | 15 jam lalu

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 16 jam lalu

Kebijakan Obama yang Bikin Ciut Nyali Orang …

Andi Firmansyah | 17 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: