Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Uung Gantira

Uung Gantira, Seorang Ayah yang rindu dalam memercikan kata… . . Untuk percikan kata ini lebih sering tertuangkan selengkapnya

Yang Benar Itu Bumi Memutari Matahari atau Matahari Memutari Bumi?

REP | 04 June 2012 | 04:55 Dibaca: 3502   Komentar: 0   0

Teori Matahari sebagai pusat alam semesta pertama kali dicetuskan oleh Seorang ilmuwan Yunani yan bernama Aristarchus (abad ke-3 sM). Pendapat ini kemudian dibantah oleh seorang folosof yunan lain yg bernama Aristoteles yang hidup pada tahun 384-322 SM, dan tidak ada bantahan selama 15 Abad. Lalu diperkuat oleh seorang ilmuwan yg bernama Iskandar Ptolomeus yg hidup pada tahun 151-127 SM dan tidak dibantah selama 12 Abad.

Kemudian Nicolas Copernicus yang hidup pada tahun 1473-1543 M membaca buku2 Aristarchus, akhirnya memunculkan kembali teori bahwa bumi dan planet2 lainnya berputar mengelilingi matahari. Lalu di dukung lagi oleh Galileo Galileo yang hidup pada tahun 1564 - 1642 M, yang didukung sampai saat ini bahwa bumi dan planet2 memutari Matahari. Pertanyaannya manakah yang kita yakini dengan teori2 yg terus berganti ini?

Sering kuperhatikan matahari terbit dan tenggelam, mata, perasaan dan logikaku mengatakan bahwa mataharilah yang mengeliling bumi. Tapi teori2 yg ada di sekolahan mulai dari SD, SMP, SMA,S1 dan S2 memaksaku untuk mengatakani bahwa bumi yang mengelilingi matahari, walaupun hati kecilku menolaknya, namun demi sebuah nilai disekolahan dengan terpaksa aku menyetujuinya.

Setelah membaca hadist2 shahih dan tafsir Al-qur’an, hati dan keyakinanku mulai menguat kembali dan mengatakan bahwa mataharilah yg mengelilingi bumi. Namun aku masih belum berani mengungkapkan hal ini pada khalayak umum. Karena kemungkinan besar org2 akan mengatakan bhw aku orang bodoh dan tidak memahami ilmu pengetahuan serta salah menafsirkan Al-Qur’an dan hadist.

Setelah membaca buku yang berjudul “Matahari Mengelilingi Bumi” yang ditulis oleh Ahmad Sabig bin Abdul Lathif Abu Yusuf terbitan Pustaka Al-Furqon, keyakinanku makin kuat dengan dalil2 yg diungkapkannya. Beberapa dalilnya yaitu:

1) QS. Al-Maidah ayat 3: “….Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadam nikmat-Ku, dan telah Kuridhoi Islam itu sebagai agama bagimu…”

2) Hadist Riwayat Thobroni dalam al-Kabir dengan sanad Shahih. Berkata Abu Dzar ra:”Rasululah saw meninggalkan kami, dan tidaklah terdapat seekor burung yg mengepakkan kedua sayapnya di angkasa melainkan beliau telah menyebutkan ilmunya kepada kami.”

Ini menandakan bahwa semua ilmu sudah sempurna setelah Rasulullah di utus.

Beberapa dalil yang menyatakan akan diamnya bumi adalah:
1)”Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan bergeser dan sungguh jika keduanya akan bergeser tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia itu Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. Fathir:41)

2)”Dan Dia menancapkan gunung2 di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kalian. (Dan Dia menciptakan) sungai2 daan jalan2 agar kamu mendapatkan petunjuk.(QS.An-Nahl:15),

3)”Dan telah Kasmi jadikan di bumi itu gunung2 yang kokoh supaya bumi (itu) tidak goncang bersama mereka..(QS.al-Anbiya:31),

4) “Dia Menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung2 di (permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoncangkan kamu…(QS.Luqman:10),

5)”Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba2 bumi itu bergoncang? (QS.Al-Mulk:16)—

Ayat ini sangat jelas menunjukkan bahwa bumi tidak bergerak, karena seandainya bumi itu bergerak mengelilingi matahari maka berarti dia bergeser dari satu tempat ke tempat lainnya dan ini bertentangan dengan zhohir ayat ini. Dan Allah mengancam mereka dengan dijungkirbalikkan bumi dan diancam dengan akan dijadikan bumi bergerak. Seandainya yang diklaim oleh para astronom itu benar bahwa bumi bergerak maka apa fungsi ancaman ini?

Sedangkan dalil hadistnya adalah Dari Anas bin Malik ra dari Rasulullah saw bersabda:”Tatkala Allah swt menciptakan bumi maka bumi itu bergerak, lalu Allaho menciptakan gunung2 dan menancapkannya di atas bumi maka bumi itu pun tenang.”(HR Ahmad&Tirmidzi)..

Sedangkan beberapa dalil yang menyebutkan bahwa matahri bergerak mengelilingi bumi adalah:

1)”…..Sesungguhnya Allah menerbitkan matqahari dari timur, maka terbutkanlah matahari dari barat…”(QS.al_Baqoroh:258),

2) Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata:”Inilah Tuhanku, ini lebih besar.” Maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata:”Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.”(QS.Al-An’am:78),

3)”Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, ondong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri…”(QS.Al-Kahfi:17),

4)Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari, dan bulan. Masing-masing dari keduanya beredar di dalam garis edarnya. “(QS. al-Anbiya:33),

5)..”Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat..”(QS.al-Arof:54),

6)”Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar, Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing2 berjalan menurut waktu yg ditentukan. Ingatlah, Dialahh Yang Maha perkasa lagi Maha Pengampun. “(QS. az-Zumar:5)

7)”Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya.” (QS.asy-Syam:1-2)

8)”Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa serta Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah2, sehingga setelah dia sampai ke manzilah yag terakhir, kembalilah dia sebagai bentuk yandan yang tua. Yidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan, dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. “(QS. Yasin:38-40)–

Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa matahari lah yg bergerak mengelilingi bumi. Seandainya bumi yang berotasi, niscaya Allah Ta’ala tidak mengatakan bahwa mataharilah yg terbit.

Dalil lain dari hadist adalah
1)Dari Abu Dzar ra bahwa pada suatu hari Rasulullah saw pernah bersabda:”Tahukah kalian ke manakah matahari itu pergi?” Mereka berkata:”Allah dan Rpsul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda:”Sesungguhnya matahari itu berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya:’Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang.’ Maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawa Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya:’Bangynkah! Kembalilah seperti semula engkau datang.’ Maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian berjalan sedangkan manusia tidak menganggapnya aneh sedikitpun darinya sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dikatakan kepadanya:’Bangunlah!” Terbitlah dari barat. ‘Maka dia pun terbit dari barat.” Rasulullah saw bersabda:”Tahukah kalian kapan hal itu terjadi? Hal itu terjadi ketika tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang dia belum beriman sebelum itu atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” (HR. Bukhari, Musli),

2)Dari Abu Hyrairah ra dari rasulullah saw bersabda:”Ada seorang nabi dari Bani Isroil yang berperang, maka dia berkata kepada kaumnya:’Jangan ada yang mengikutiku seseorang yang sudah memiliki istri dan dia ingin berkumpul dengannya namun belum sempat berkumpul, dan jangan pula seseorang yang telah membangun rumah namun belum memasang atapnya, juga jangan seseorang yang telah membeli kambing sedangkan dia sedang menunggu kelahiran anaknya.’ Maka nai itu pun berperang, dan dia mendekat pada desa yang dituju saat shalat Ashar, maka dia berkata kepada matahari:’Engkau adalah makhlk yang diperintah dan saya pun diperintah, Ya Allah,tahanlah matahari itu untukku sebentar.’ Maka matahari itu pun ditahan samapai Allah Ta’ala memberikan kemengan baginya.”(HR.Bukhari)

Disini dijelaskan dengan gamblang bahwa matahari bergerak dan tidak dijelaskan bumi bergerak.

Bagaimana pendapat para ulama shalafus shaleh terdahulu adalah
1)Imam Abdul Qohir al-Baghdadi al-Isfiroyini berkata,”Ahlus Sunnah sepakat atas tetap dan tenangnya bumi, dan bahwasanya bumi itu hanya bergerak kalau terjadi sesuatu misalnya gempa atau lainnya.”(al-Farqu Bainal Firoq hal. 254),

2) Imam Ibnu Hazm:”Terdapat sebuah dalil yg paten dan bisa langsung disaksikan dengan pancaindera bahwa matahari mengelilingi bumi dari timur ke barat kemudian dari barat ke timur.”(Dalam al-Fishol 2/99),

3) Syaikhul Islam Ibny Taimiyah:Siapapun yang berada di bumi lalu melihat keadaan matahari saat terbit, saat berada di tengah-tengah, juga saat tenggelam. Di tiga waktu ini matahar berada pada kejauhan yang sama dan juga dalam satu bentuk, maka dia akan mengetaahui bahwa matahari itu beredar dalam sebuah garis edar yang berbentuk bulat.” (Majmu’ Fatawa 6/589),

4)Imam Ibnu Qayyim al_Jauziya:”Kemudian perhatikan hikmah dari terbitnya matahari pada alam semesta, bagaimana Allah menentukannya, seandainya matahari hanya terbit di satu temat di langit lalu berhenti dan tidak bergerak, maka sinarnya tidak akan sampai ke banyak arah, karena bayangan salah satu bagian bumi yang bulat akan menghalangi bagian lainnya, maka bagian yang tidak terbit matahari di situ akan menjadi malam selamanya, dan bagian yang matahari terbit di situ akan siang selamanya, maka keduanya akan menjadi binasa. Dari sinilah maka hikmah Allah menuntut agar matahari itu terbit saaat pagi hari dari timur kemudian terbit bagi daerah bagi daerah yang sebelah barat dan begitu seterusnya matahari selaly bersinar dan akan menyinari setiap bagian bumi sehingga dia menuju ke arah barat, dan akan menyinari bagian yang tadinya masih gelap saat pagi hari, dengan ini maka terjadilah pergantian malam dan siang yang dengannya maka bisa teraturlah kemaslahatan hidup manusia.”(Miftah Darus Sa’ada 2/55)

Juga berkata: Kemudian perhatikan penciptaan bumi yg masih tetap sebagimana saat diciptakan, yaitu berhenti, tdk bergerak, dan tenang, agar bisa menjadi tempat tinggal bagi hewan, tumbuhan, dan benda2 lainnya, juga agar hewan dan manusia bisa bekerja dan bisa beristirahat, seandainya bumi itu bergoncang dan bergoyang maka mereka tiak akan bisa tenang hidup di atasnya dan tidak akan ada bangunan yg tetap berdiri tegak,”

5)Imam Abdul Azuz bu Baz:”Telah tersebar pada zaman ini di kalangan para penulis dan pengajar bahwa sanya bumi itu berputar sedangkan matahari itu tetap, dan pendapat ini diikuti oleh banyak orang, maka banyak sekali pertanyaan seputar masalah ini. Pleh karena itu, saya berpandangan bahwa wajib bagi saya untuk menulis masalah ini secara ringkas untuk menerangkan kepada pembaca akan batilnya pendapat ini dan menerangkan kepada mereka pendapat yang benar. Maka saya katakan A;-Qur’an dan as-Sunnah serta kesepakaan para ulama dan realita yang ada menunjukkan bahwa matahari itu beredar di garis edarnya sebagaimana yang ditetapkan oleh Allaoh ta’ala sedangkan bumi itu tetap tidak bergerakm yang mana Allah menyiapkannya sebagai tempat tinggal dan Allah memantapkannya dengan gunung2 agar tidak bergerak bersama mereka.”

6)Syaijh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin:”Adapun pendapat kam tentang peredaran matahari mengelilingi bumi yg dengannya akan terjadi perubahan siang dan malam, maka kamu eberpegang dengan zhohir dari nash al-Kitab dan as-sunanah bahwasanya mataharilah yg bergerak mengelilingi bumi yg dengannya terjadi pergeseran waktu siang dengan malam, sehingga ada dalil yg qhot’i yg dijadikan hujjah untuk bisa memalingkan dhohir yg bisa dijadikan hujjah untuk bisa memalingkah dhohiral-Kitab dan as-Sunnah, dan manakah dalil itu? Maka wajib atas setiap mu’min untuk berpegang teguh dengan zhohir al-Kitab dan as-Sunnah dalm masalah ni ataupun lainnya. Adapun yg disebutkan oleh para astronom, itu semua belum sampai pada derajat meyakinkan, oleh karena itu kita tdk akan meninggalkan kitab Allah dan sunnah rasulullah saw hanya oleh itu semua. Dan kami katakan pada yg mengajarkan ilmu fisika bahwa dia harus menerangkan kepada para siswanya bahwa al-Quran dan as-Sunnah menegaskan bahwa terjadinya siang dan malam itu karena matahari yag berputar mengelilingi bumi bukan sebaliknya.

7)Syaikh Abdullah ad-Quwaisy banyak mengatakan bhw matahari yg bergerak mengelilingi bumi dan bawhasanya bumi itu diam tidak bergerak dalam kitab beliau al-Marid, sebuah buku yg membantah Sayyid Quthb dalam tafsir Zhilal-nya, karena harus diakui oleh kawan maupun lawan bahwa tafsir ini banyak terpengaruh oleh ajaran ora kafir barat, terutama sekali yg berhubungan dengan ilmu astronomi dan tata surya.

8)Syaikh Abdul Karim bin Sholih al-Humaid dalam kitabnya berjudul “Hidayatul Hairon Fi Mas’alatid Dauron (Petunjuk bagi orang yg bingung tentang masalah peredaran matahari dan bumi) menjelaskan bahwa yg benar adalah matahari mengelilingi bumi, sedangkan bumi mengelilingi matahari adalah sebuah pendapat yg batil, diambil dari orang2 kafir yg tidak percaya kepa Allah dan rasul-Nya.

Sebuah argumen dari orang2 saat ini adalah Para guru IPA di SD dan mungkin untuk kalangan mahasiswa menerangkan bahwa pergerakkan matahari ke arah barat sebenarnya adalah karena gerakan rotasi bumi.

Lalu tatkala ada yg bertanya,”Kalau memang begitu mengapa yg kelihatan bergerak kok matahari?” Dengan entengnya mereka menjawab:’Bahwa itu sama dengan seseorang yg naik mobil atau kendaraan lainnya yg cepat, maka seakan2 yg dia rasakan bahwa yg bergerak adalah pepohonan dan bangunan di sekitarnya dan dia sendiri merasa kayaknya diam dalam mobil.

Apakah sebuah dunia ilmiah hanya didasarkan pada sebuah kata ‘Seakan-akan’? Padahal semua orang mengetahui bahwa secepat apapun mobil dan di jalan sebagus apapun maka dia akan tetap merasakan bahwa dia bergerak.

Fenomena lainya adalah dalam salah satu hadist shahih dijelaskan bhw suatu saat nanti matahari akan terbit dari Barat, dimana saat itu pintu tobat telah tertutup namun suasana bumi belum terjadi kiamat yg menghancurkan bumi dan seisinya. Kalau seandainya bumi berotasi memutari matahari dengan kecepatan 30 km per detik sebagaimana yg dipercayai sebagian ilmuan saat ini, maka mestinya saat itu bumi orang2 pada beterbangan dan gedung hancur karena dengan kecepatan tinggi tiba2 arahnya berlawanan?.

Namun kalau kita meyakini bawah yg bergerak itu adalah matahari yang mengelilingi bumi maka perpindahan terbit matahari dari arah barat yg tdk membuat bumi hancur itu masuk akal.

Atau pertanyaan lainnya “Mengapa air tidak tumpah dari bumi padahal bumi berbentuk bulat?” Orang2 yg mengaku ilmuwan menjawab dengan entengnya bahwa tidak tumpahnya air dari bumi itu karena pengaruh gerakan rotasi bumi, karena sebuah benda kalau bergerak dengan cepat, maka yg berada di dalamnya tidak akan tumpah. Lalu dibuktikanlah dengan gelas yg berisi air tanpa ada penytyp, apabila dibalikkan dengan pelan, niscaya air itu akan tumpah, apabila dibalikkan dengan grakan sangat cepat, maka iar itu akan tetap di dalam gelas.

Kalau teori tdk tumpahnya air ini benar karena gerakan rotasi bumi, maka bagaimana kalau seandainya bumi itu gerakan rotasinya berkurang drastis dari yg biasanya dicapai dalam sehari 24 jam menjadi setahun. Dimana dalam salah satu hadist shahih dijelaskan bahwa pada saat datangnya Dazzal yg hidup selama 40 hari, dimana satu hari pertama lamanya satu tahun, satu hari kedua lamanya satu bulan, satu hari ke tiga lamanya jumat dan hari lainnya sama. Kemungkinan orang2 akan berjatuhan.

Namun kalau teori matahari yang mengelilingi bumi maka hal itu tidak akan menyebabkan hancurnya bumi.

Hadist kejadian ini lengkapnya, “Pada suatu hari Rasulullah saw menceritakan kepada kami sebuah hadist yang panjang tentang Dajjal. (Diantara lafazh hafist itu adalah) Para sahabat bertanya:”Wahai Rasulullah,berapa lamakah Dajjal hidup di bumi?” Rasulullah saw menjawab:”Empat puluh hari, satu hai pertama sama dengan satu tahun, satu hari kedua sama dengan satu bulan, satu hari ketiga sama dengan satu juma’ah, dan hari berikutnya dama dengan hari-hari biasa.”(HR. Muslim)—

Ternyata semakin kusadari bahwa selama ini kita telah dibodohi oleh teori2 yang berasal prasangka dan praduga orang2 yg mengaku ilmuwan. Sungguh kita harus memperdalam Al-Qur’an dan Hadist.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Latar Belakang Pendidikan Bukan Penentu Masa …

Ani Berta | | 26 July 2014 | 15:26

Nonton Tari India Gratis di Bandara Changi …

Taufikuieks | | 26 July 2014 | 16:10

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Bagaimana Saya Mengatasi Fobia saat Naik …

Enny Soepardjono | | 26 July 2014 | 12:37

Berbagi Kebahagiaan Menjelang Idul Fitri …

Akbarmuhibar | | 26 July 2014 | 17:11


TRENDING ARTICLES

[Surat untuk Jokowi] Dukung Dr. Ing. Jonatan …

Pither Yurhans Laka... | 7 jam lalu

Gaya Menjual ala Jokowi …

Abeka | 11 jam lalu

Jenderal Politisi? …

Hendi Setiawan | 11 jam lalu

Tuduhan Kecurangan Pilpres dan Konsekuensi …

Amirsyah | 11 jam lalu

Gugatan Prabowo-Hatta Tak Akan Jadi Apa-apa …

Badridduja Badriddu... | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: