Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Asrim

Lahir di Makassar, Ijazah Dokter dari UNHAS Makassar, dapat Master di Amsterdam, Ahli Epidemiology di selengkapnya

Endemis, epidemi atau KLB

OPINI | 12 June 2012 | 11:20 Dibaca: 3188   Komentar: 6   1


Endemis adalah istilah yang dipakai pada penyakit-penyakit yang sudah lama ada disuatu tempat, istilah ini dipakai juga untuk keberadaan mahluk hidup tertentu misalnya tumbuhan atau binatang yang sudah lama berada disuatu tempat dimana saja dimuka bumi ini. Ukuran tentang waktu yang dianggap sudah lama dapat berarti sudah tahunan, bulanan, atau mingguan tergantung dari pola hidup dan usia mahluk atau penyakit yang dianggap endemis tersebut. Jika masa inkubasi dari penyakit sangat pendek atau dalam hitungan beberapa hari atau beberapa jam maka penyakit dapat dikatakan sudah lama ada jika disuatu daerah dimana penyakit itu ada terus setelah sebulan atau beberapa masa inkubasi.

Luas wilayah yang terjangkit juga sangat menentukan karena penyakit menular cenderung berpindah dari satu wilayah kewilayah lain terutama wilayah yang berdekatan, jika dipakai ukuran kabupaten maka penyakit bisa jadi sangat lama berputar pindah dari desa ke desa terutama bila pemerintah daerah tidak melakukan tindakan apa-apa.

Jika suatu penyakit tiba-tiba ada muncul disuatu tempat dimana sebelumnya belum pernah ada maka ini disebut epidemi atau KLB (Kejadian Luar Biasa) penyakit.

Indonesia dikenal sebagai wilayah yang endemis terhadap berbagai penyakit menular yang sejak dulu ada dan tidak pernah berhasil dihabiskan oleh negara dan masyarakat.

Penyakit-penyakit endemis menular sesungguhnya dapat dicegah dan dapat dieliminasi atau dihabiskan jika ada konsistensi dalam pelaksanaan upaya pencegahan, misalnya beberapa penyakit dapat dicegah dengan program imunisasi pada anak usia kurang dari satu tahun. Pernyataan KLB atau bukan KLB sebenarnya berkonotasi sama yaitu pemerintah atau petugas pemerintah harus melakukan penanggulangan dengan cara melakukan investigasi dan upaya pencegahan baik pemberian imunisasi untuk yang belum ketularan maupun menemukan kasus difteri yang ada ditengah masyarakat.

Konsistensi dari pengadaan vaksin yang tepat waktu dan jaminan agar selalu tersedia, serta konsistensi pelaksanaan pemberian imunisasi pada sasaran anak akan sangat membantu mencegah penyakit dan tentu ikut membantu mencegah kematian pada anak kecil yang berusia masih sangat muda. beberapa kematian akibat penyakit difteri yang mulai terjadi akhir-akhir ini merupakan peringatan untuk kita semua agar berhati-hati dengan melengkapkan imunisasi anak. Pengadaan dan distribusi vaksin yang lancar sungguh sangat dibutuhkan semoga kekosongan jabatan menteri di kementerian kesehatan tidak berpengaruh pada proses pengadaan vaksin itu, semoga…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 8 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 13 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 13 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 13 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: