Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Nur Aeni

Masih belajar menulis...

Pelajaran IPA Kelas 3 SD, Materi Terlalu Banyak

OPINI | 13 June 2012 | 02:02 Dibaca: 7909   Komentar: 4   3

Siapa sih yang bikin kurikulum pelajaran IPA anak SD khususnya kelas 3? Menemani anak saya yang kelas 3 ketika ujian kenaikan kelas membuat saya prihatin dengan banyaknya materi pelajaran IPA.

Kalau pelajaran lain 1 buku untuk satu tahun, maka buku IPA dan Matematika masing-masing 1 buku untuk 1 semester, artinya ada 2 buku untuk 1 tahun belajar.

Pelajaran IPA kelas 3 SD ada 12 BAB dengan materi : Makhluk Hidup, Pertumbuhan dan Perkembangbiakan Makhluk Hidup, Lingkungan, Sifat-sifat Benda, Perubahan Sifat Benda, Benda dan Kegunaannya, Gerak Benda, Energi dalam Kehidupan Kita, Eksperimen, Bentuk dan Permukaan Bumu, Awan dan Cuaca, Sumber Daya Alam.

Kalau buku Matematika, setiap halamannya kebanyakan adalah soal-soal latihan, setelah sebelumnya diberi materi belajar.

Sedangkan IPA setiap halamannya adalah materi, kecuali di akhir BAB ada evaluasi berupa soal-soal.

Pertanyaan saya kenapa materi IPA sedemikian banyaknya? Buat apa?

Apakah benar pengetahuan sebanyak itu harus dijejalkan sekarang, sebanyak mungkin kepada anak SD?

Menurut hemat saya, separuh dari materi IPA yang ada saat ini sudah cukup untuk diberikan kepada anak-anak.

Daripada waktu guru banyak dihabiskan untuk menerangkan materi sebanyak itu di dalam kelas, lebih baik materi sedikit dan selebihnya anak bisa diajak mengamati langsung di alam atau lingkungan sekitar. Tentunya pengamatan visual akan lebih melekat dan mudah dipahami anak, daripada penjelasan panjang lebar di depan kelas.

Bukan masalah guru yang tidak kreatif, tetapi kalau tuntutan materi sudah sedemikian banyak, apakah guru masih punya waktu untuk mengajak anak keluar kelas mengamati kondisi lingkungan berdasarkan materi yang didapat di kelas?

Kalaulah saya punya wewenang, pasti akan ku sunat materi IPA menjadi 50% dari yang ada sekarang.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | | 25 October 2014 | 14:51

Kompasiana Nangkring Special di Balikpapan …

Bambang Herlandi | | 25 October 2014 | 13:44

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 3 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 4 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 5 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 6 jam lalu

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

ATM Susu …

Gaganawati | 7 jam lalu

Perjamuan Akhir di Bali …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 8 jam lalu

Gayatri Dwi Wailissa, Anggota BIN yang Gugur …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Belajar Ngomong:”Mulutmu …

Wahyu Hidayanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: