Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Murman Mk

Seorang guru di Demak, Jawa Tengah

Menulis PTK Itu Gampang (1)

REP | 18 June 2012 | 13:23 Dibaca: 1363   Komentar: 0   0

Banyak yang beranggapan bahwa membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) itu sulit. katanya, banyak sekali teori yang harus dipahami. Banyak buku referensi yang harus dikumpulkan. Banyak waktu yang dibutuhkan untuk menuliskan dalam bentuk laporan. Banyak energi yang dihabiskan untuk menyelesaikan prosedur PTK dari awal sampai akhir.
Anggapan para guru tersebut ada benarnya. Membuat PTK itu membuthkan teori, buku referensi, waktu dan energi. Akan tetapi tidak selamanya anggapan itu berlaku. PTK bisa jadi sesuatu pekerjaan yang mudah untuk dilakukan. Paham teori menjadi kewajiban tetapi tidak harus menjadi beban. Punya banyak buku referensi itu baik tapi tidak harus menunggu sampai memiliki banyak buku baru kita memulai sebuah PTK. Menyediakan waktu untuk menyusun PTK juga diperlukan tetapi yakinlah bahwa tidak sampai harus mengganggu waktu senggang Anda. Energi memang diperlukan tetapi akan menjadi mudah kalau kita tahu cara memahami dan menyiasatinya.

Benarkah membuat PTK itu mudah? Bagaimana agar penulisan PTK itu menjadi mudah? Trik dan tip apa yang diperlukan? Bagaimana cara menyikapinya?

Melalui Kompasiana saya ingin berbagai cerita kepada para pembaca semua. Dengan bahasa yang sederhana dan praktis saya ingin membantu para guru agar bisa membuat PTK dengan mudah. Tulisan akan saya sajikan secara seri dimulai dari yang paling awal yaitu teknik penulisan pada umumnya sampai pada pembahasan masing-masing Bab. Perumusan judul juga akan menjadi salah satu topik penulisan yang akan saya sajikan pada seri penulisan di Kompasiana ini.

Baiklah, mari kita mulai tulisan cara gampang menulis PTK ini. Pada awal penulisan ini saya sampaikan ketentuan penulisan secara umum:

  • sebuah penelitian tindakan kelas harus dilaksanakan minimal dalam 2 siklus. Siklus kedua merupakan penyempurnaan dari siklus pertama. Apabila dalam siklus kedua belum berhasil maka perlu diadakan siklus ketiga. Tidak dimungkinkan kalau pembuatan PTK hanya menggunakan satu siklus saja.
  • Masing-masing siklus paling tidak terdiri dari 2 pertemuan. Hal ini dimaksudkan bahwa penerapan siklus benar-benar melalui proses kegiatan yang terencana dan sistematis.
  • Setiap pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari proses PTK harus ada daftar hadir peserta (siswa).

Secara umum tata cara penulisan sebuah PTK adalah sebagai berikut:

  • Kertas yang digunakan adalah kertas kuarto (A4) berat 70 gram. Kalau ingin dicetak dengan berat kertas 80 gram juga lebih baik.
  • Jumlah halaman minimal 40 halaman (tidak termasuk lampiran dan bagian depan)
  • Standar font yang dipakai adalah Times New Roman 12 dengan 2 spasi. Spasi rangkap dipakai untuk penulisan PTK dari Bab I sampai Bab V.
  • Untuk penulisan tabel boleh menggunakan 1 - 2 spasi.
  • Margin yang dipakai adalah margin kiri 4, margin atas 3, margin kanan 3, dan margin bawah 3.
  • Penomoran halaman diletakkan diatas bagian kanan. Khusus untuk halaman Bab, penomoran halaman diletakkan dibawah bagian tengah.
  • Penulisan Indent diatur sebagai berikut:

A. …
B …
1. …
2. …
a. …
b. …
1) …
2) …

Ruang Lingkup Penelitian

Pada tulisan ini akan kita bahas kira-kira apa saja yang bisa dan boleh dibuat menjadi sebuah PTK. Tunggu tulisan selanjutnya di Menulis PTK itu Gampang (2)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sumber Air Bersih di Desa Kami Semakin …

Tarjum | | 19 December 2014 | 21:08

JKN “Mimpi” bagi Masyarakat …

Yosua Panjaitan | | 20 December 2014 | 07:22

Sepinggan, The Best Airport 2014 …

Heru Legowo | | 19 December 2014 | 18:10

Salah Penggunaan, Bubuk Protein Potensi …

Novia Cristi | | 20 December 2014 | 07:13

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Hebat, Pemerintah Sanggup Beli Lumpur …

Erwin Alwazir | 6 jam lalu

Mau Lihat Orang Jepang Antri Di Pom Bensin? …

Weedy Koshino | 9 jam lalu

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 11 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 11 jam lalu

Kenapa Steve Jobs Larang Anaknya Bermain …

Wahyu Triasmara | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: