Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Elisa Koraag

Saya ibu rumah tangga dengan dua anak. gemar memasak, menulis, membaca dan traveling. Blog saya selengkapnya

Pengalaman Mengurus Pendaftaran Anak Masuk SMP N Tahun 2012

REP | 23 June 2012 | 07:04 Dibaca: 4826   Komentar: 8   4

Benarlah apa yang dikatakan banyak orang, ganti menteri ganti peraturan. Tahun ini anak sulung saya akan memasuki jenjang pendidikan  SMP. Karena SDnya swasta, saya berniat memasukannya ke SMP negeri.

Pengumuman hasil Ujian Nasional SD tanggal 16 Juni 2012. Dari jauh-jauh hari saya berniat mendaftarkan si sulung ke Sebuah SMP N di kawasan Mayestik.  Karena kualitas sekolahnya sudah diakui. Selain itu sulung saya sangat menyukai mie ayam di sebuah rumah bakmi di dalam Pasar Mayestik.

Si sulung sudah membayangkan ia akan menabung uang jajan hariannya agar seminggu sekali bisa makan di rumah bakmi tersebut.  Sayang rencananya tinggal angan-angan. Saya belum punya pengalaman mendaftarkan anak masuk SMP, dengan sendirinya saya kurang informasi. Informasi yang saya dapat dari internet, bahwa sekarang pendaftaran dilakukan secara on line. Jadi tidak mengambil formulir di sekolah yang di tuju. Pemikiran saya pendaftaran sama seperti jaman saya sekolah dulu, dimulai saat si anak sudah diketahui lulus.

Saya tahu ada peringkat-peringkat sekolah seperti Sekolah RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional)

yaitu Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional yang selanjutnya disingkat RSBI adalah sekolah yang menyelenggarakan Kelas Bertaraf Internasional yang telah memenuhi standar nasional pendidikan pada tiap aspeknya, meliputi kompetensi kelulusan, isi, proses, pendidik, dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, pengelolaan, penilaian dan penyelenggaraan serta lulusan berciri internasional dan SMP regular.

Tapi jujur saya tidak tahu programnya. Jika saya ingin memasukkan si sulung ke SMP RSBI karena saya ingin yang terbaik. Tapi apa mau dikata, sekolah tempat si sulung menyelesaikan SD tidak menginformasikan kapan dan bagaimana mendaftar ke sekolah RSBI ini.

Betapa terkejutnya saya ketika beberapa hari sebelum pengumuman Ujian Nasional SD, saya mendapati informasi pendaftaran seleksi masuk RSBI di Jakarta sudah selesai. Karena dilakukan pada bulan Februari dan Maret. Bodohnya, saya berpikir tidak mungkin ada pendaftaran di bulan tersebut mengingat belum tahu lulus atau tidak.

Rupayanya pendaftaran dan test ke RSBI dapat dilakukan dengan berbekal surat keterangan dari sekolah yang menyatakan si siswa duduk di kelas VI. Saya tahu sulung saya bukan yang terbaik di sekolah tapi saya merasa tetap tidak fair jika sulung saya tidak mendapat kesempatan mengikuti ujian masuk RSBI jika hanya dianggap bukan yang terbaik dari sekolah. Tapi saya tidak tahu dengan jelas alasan sekolah si sulung tidak menginformasikan hal ini.

Nasi sudah menjadi bubur, saya harus puas dengan mendaftar ke SMP regular. Berikut jadualnya. Bisa di check di link http://jakarta.siap-ppdb.com/info/jadwal.html

Tanggal 16-21 Juni adalah jadual pra pendaftaran on line. Pulang pengumuman hasil Ujian Nasional yang digabung dengan Graduation day, saya langsung on line dan tepat jam 16.51. sulung saya sudah terdaftar secara on line. Kamis tanggal 21 Juni saya mendatangi SMP yang ditentukan sebagai tempat verifikasi di Jakarta Selatan. Jaksel Duduki Peringkat PertamaTerbaikKelulusan SMP .Informasi yang menggembirakan buat saya. Karena saya akan menyekolahkan anak di wilayah Jakarta Selatan. Walaupun bukan di sekolah yang terbaik.

Saya datang sebelum jam 8 pagi. Tapi saya sudah mendapat no 45. Rupanya semua orang tua peduli pada pendidikan anak. Saya menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) sementara dan hasil cetak pendaftaran secara on line.  Sekitar setengah sepuluh, no saya dipanggil dan saya menerima hasil cetak formulir yang tidak jauh berbeda dengan formulir yang saya serahkan tadi pagi. Cuma formulir hasil verifikasi ini ada satu kolom yang tertulis operator PPDB (Panitia Penerima Siswa Didik Baru) dan ditanda tangani petugas.

Informasi yang saya terima, nanti tanggal 23 Juni 2012. Sesuai jadual, boleh kembali ke tempat ini atau silahkan on line di rumah/di warnet untuk memilih 3 SMP N yang dituju. Selain itu ada hal menarik buat saya. Panitia di tempat saya melakukan verfikasi terus menerus mengumumkan bahwa untuk pendaftaran dan verfikasi ini tidak dipungut biaya.

Ini yang menarik, saya punya keponakan seusia si sulung yang bersekolah di SDN Tangerang Selatan. Sayapun menghubungi adik saya untuk mengetahui bagaimana pendafataran di Tangerang Selatan. Menurut adik saya, wali kelas VI anaknya, kreatif. Entah atas nama sekolah atau atas nama pribadi si wali kelas mengkordinir siswa dan mendaftarkan secara kolektif ke SMPN yang dituju dengan jaminan 100 % diterima. Untuk itu tiap satu SMP yang dituju, tiap orang tua dikenakan biaya sekolah Rp. 50.000. Jika memilih 3 sekolah yah bayarnya Rp. 150.000. Adik saya membayar Rp. 100.000 dengan alasan pilih dua sekolah saja.

Saya ingin marah rasanya mendengar kabar tersebut. Masih ada saja oknum yang mencari keuntungan. Di sekolah keponakan saya ada 3 kelas VI, jika rata-rata satu kelas berisi 40 siswa berarti ada 140 anak yang akan masuk SMP. Jika masing-masing memilih dua sekolah seperti adik saya maka si oknum mendapat uang Rp. 100.000 x 140 siswa = Rp.14.000.000. Angka yang fantastis gak sih? Padahal untuk pendaftaran semua tidak ada biayanya. Malah saya jadi berpikir jangan-jangan si oknum guru mendapatkan fee juga jika bisa memasukan siswa ke SMP tertentu. Jadi si oknum dapat dari orang tua murid dan pihak SMP. Tapi entahlah itu cuma pemikiran saya.

Saya mau marah bukan hak saya. Saya marah karena adik saya sudah diberitahu tidak ada biaya tapi tetap tidak mau tahu. Pastinya orang seperti adik saya tidak sedikit. Jadi bagaimana korupsi bisa dihilangkan di negeri ini yah?

Balik lagi ke soal pendaftaran dan verifikasi. Tadi pk. 00.14 saya sudah mendaftarkan dan memilih 3 SMPN secara on line, hasilnya pun sudah saya cetak. Nanti tanggal 30 Juni baru pengumuman SMP N mana yang menerima anak saya sesuai nilai Ujian Nasionalnya. Jadi sekolah 6 tahun di SD untuk masuk ke SMP hanya ditentukan oleh 3 nilai mata pelajaran (Bahas Indonesia, matematika dan IPA) yang dikerjakan dalam 3 hari Ujian. (Sistem Ujian Nasional memang harus ditinjau ulang nih!)

Jika sudah menerima pengumuman tanggal 30 Juni 2012 secara on line, maka lapor diri siswa disekolah yang dituju dilakukan tanggal 2 dan 3 Juli 2012. Tanggal 3 Juli 2012 sekaligus pengumuman kursi kosong. Jika tidak terima bisa mengikuti pendaftaran tahap II dengan prosedur yang sama mulai tanggal 3 Juli 2012 hingga pengumuman penerimaan dan lapor diri tanggal 7 Juli 2012. Ribet tapi harus dilalui. Sekarang sudah jam 1. 55 pagi. Saya mau tidur. Oh yah pesan saya buat rang tua yang tahun ini anaknya duduk di kelas VI SD dan mau memasukan ke SMP RSBI, tahun 2013 bulan Februari siap-siap mendaftarkan anak-anaknya walau belum ujian apalagi pengumuman. Beri kesempatan mereka berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Saya ibu yang kecewa tidak bisa memberi kesempatan anak berkompetisi untuk masuk di  RSBI.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 9 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 9 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 10 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 8 jam lalu

Mitos-mitos Seputar Kenaikan Harga BBM …

Axtea 99 | 8 jam lalu

Menggali Potensi Diri dengan Travelling …

Detha Arya Tifada | 9 jam lalu

Rinni Wulandari Lebih Melesat… …

Raynadi Salam | 9 jam lalu

Kecardasan Tradisional …

Ihya Ulumuddin | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: