Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Agussuwarno

Kang Guru dari lereng gunung Slamet, Banyumas,

Citem dan Video Porno

OPINI | 27 June 2012 | 04:32 Dibaca: 723   Komentar: 15   6

Citem, demikian nama siswi SMP kelas sembilan itu. Ia lebih senang dipanggil dengan nama Cinta, “lebih gaul, gitu loh!” ujarnya.Sebagai seorang gadis desa yang menuju remaja atau lebih populer dengan istilah ABG, ia tidak mau kalah dengan para ABG yang ada di kota. Rambutnya yang ikal ia rebonding dan diperpanjang dengan teknik ekstensyen. Sapuan samar cat rambut warna merah membuat Citem alias Cinta semakin terlihat istimewa dibanding teman-teman sebaya di desanya. Sebagai seorang anak juragan jengkol yang cukup sukses tentunya Citem tidak kesulitan untuk mendapat asesoris yang menunjang penampilannya. Smartphone tidak lepas dari genggamannya, sehingga ia dapat dengan rutin mengupdate status di akun facebooknya. Meskipun beberapa kali handphone-nya disita untuk sementara saat razia di sekolah, tidak menyurutkan Citem membawa benda kesayangannya itu di sekolah. Berbagai trik untuk menghindari penyitaan HP di sekolahpun sudah ia kuasai, dari disimpan di WC sekolah, dititipkan ke penjaga kantin sampai dengan di simpan di laci meja tempat duduk guru di depan kelas.

Pernah suatu kali HP Citem terkena razia oleh wali kelasnya. Memang HP yang dia bawa pada saat itu bukan Smartphone. Pada awalnya sang wali kelas hanya menyimpan untuk kemudian akan dikembalikan saat pulang sekolah, karena tidak ditemukan gambar apalagi video porno. Namun , ketika wali kelas iseng-iseng membuka kiriman SMS yang masuk, ia menjadi terkejut ,ternyata SMS berisi kalimat-kalimat yang tak senonoh. Bahkan ada SMS yang mengajak Citem untuk berhubungan badan. Tentu saja selanjutnya wali kelas melakukan pemanggilan kepada orang tua Citem untuk segera melakukan pembinaan. Pertemuan wali kelas dan orang tua Citem berlangsung kurang memuaskan. Yang membuat kecewa wali kelas adalah tanggapan orang tua Citem yang menganggap isi SMS porno tersebut hal yang tidak terlalu istimewa, biasa keisengan seorang anak-anak, demikian ujaranya. Namun demikian orang tua berjanji untuk melarang putrinya membawa HP tersebut di sekolah.

Bukan Citem kalau tidak pandai merayu orang tuanya saat meminta HP baru karena HP nya terkena razia lagi di sekolah, bahkan sanksinya HP miliknya ditahan di sekolah selama tiga bula. Bak kehilangan separuh nyawanya, Citem hilang semangatnya. Dengan alasan untuk menambah semangat belajar dan mau lebih rajin belajar Citem minta dibelikan HP versi Smartphone  yang bisa untuk berfacebook-ria dan berselancar di dunia maya. Sebagai seorang juragan tentunya orang tua Citem tidak kesulitan untuk memenuhi keinginan putri kesayangannya. Sejak saat itu kapan saja dan dimana saja Citem alias Cinta meng-update statusnya di facebook lewat HP yang bentuknya mirip tempe mendoan itu.

Suatu saat, Cinta, demikian nama samarannya di dunia maya ,mendapat pesan dinding dari seorang temannya beserta tautan video yang lain dari lainnya.Sebuah video dengan cover gambar yang membuat citem penasaran. Dengan degup jantung yang semakin mengencang, Cinta eh Citem membuka tautan video kiriman teman facebooknya. Citem kecewa karena setiap membuka situs itu lewat HP nya hasilnya kurang memuaskan buffering selalu terhenti lama selanjutnya gagal. Segera ia mencari temannya yang bernama Parno yang jago ngenet ,bukan ngernet, kalau itu pembantunya supir. Parno seorang ABG yang putus sekolah SMP karena terlalu sibuk berkunjung ke Warnet untuk bermain game Online atau download film-film biru untuk dijual ke teman-temannya.Oleh Parno Citem di ajak untuk melihat video tersebut lewat internet.Dipicu rasa penasaran oleh Citem menyetujui ide Parno.

Sejak akrab dengan Parno Citem akarab dengan warnet. Parno pun memanfaatkan keingintahuan Citem dengan menunjukkan situs apa yang harus ia kunjungi untuk dapat melihat video porno artis idolanya, tidak hanya itu Parno mengenalkan berbagai situs orang dewasa yang ia biasa kunjungi. Di dorong oleh gejolak masa pubernya Citem mulai kecanduan untuk mengunjungi situs-situs untuk orang dewasa yang dikenalkan Parno. Parno-pun memanfaatkan keinginan tahu Citem dengan mengajak Citem mempraktekan apa yang ia lihat. Sejak saat itu Citem menjadi kecanduan untuk mengulang-ulang perbuatannya. Tidak hanya itu Citem mempengaruhi teman-teman sekolahnya untuk mengikuti hobinya. Dan Citem terkenal di kalangan teman-temannya dengan sebutan “piala bergilir”.

Tingkah laku Citem akhirnya tercium juga oleh pihak sekolah. Saat ia dimintai keterangan oleh sekolah, dengan lugunya ia menceritakan petualangannya diiringi senyum cengengesan tanpa ada perasaan malu. Citem juga menceritakan siapa saja teman-teman sekolah yang telah diajak untuk berbuat tak senonoh. Wajah Citem walau kecut ketika diberitahu bahwa perbuatannya berakibat ia dikembalikan ke orang tua alias dikeluarkan dari sekolah, termasuk teman-teman yang telah ia ajak berbuat tak senonoh. Perbuatan Citem termasuk pelanggaran berat menurut tata tertib sekolah dan sanksinya dikembalikan ke orang tua atau dikeluarkan dari sekolah.

Citem adalah salah satu contoh kurang kontrolnya orang tua terhadap pergaulan anak di luar rumah. Fasilitas berlebih tanpa diimbangi tanggung jawab membuat Citem menyalah gunakan fasilitas yang ada dengan hal-hal negatif. Fasilitas yang seharusnya dapat menunjang prestasi diri justru menjerumusaknnya kepada perilaku negatif.

Sikap serba boleh yang ditunjukkan orang tua Citem tanpa disadari justru menjerumuskan putrinya ke perbuatan yang merusak masa depannya. Ketidaktahuan perkembangan teknologi informasi juga menyebabkan orangtua kurang memahami dampak pemanggunaan teknologi terahdap perkembangan moral sang anak.

Masih banyak Citem-citem yang lain yang hidup di lingkungan mengalami gegar budaya. Smartphone, internet, facebook, mulai meamsuki degup jantung kehidupan pedesaan. Sementara itu kesiapan lingkunagn untuk menangkal dampak negatif yang dapat ditimbulkan belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat. Terakhir penuis membaca di suatu surat kabar seorang gadis desa dibunuh kekasihnya yang ia kenal lewat facebook. Sang kekasih sering mengajak gadis tersebut untuk bertemu di warnet un tuk mengunjungi sius-situs orang dewasa, untuk selanjutnya mempraktekannya di suatu tempat. Ketika sang gadis hamil dan meminta pertanggungjawaban kekasihnya, justru cekikan di leher yang ia terima sehingga sang gadis menamui ajalnya.Tragis.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Real Madrid 1 – 0 Bayern Muenchen …

Arnold Adoe | | 24 April 2014 | 04:37

Pojok Ngoprek: Tablet Sebagai Pengganti Head …

Casmogo | | 24 April 2014 | 04:31

Rp 8,6 Milyar Menuju Senayan. Untuk Menjadi …

Pecel Tempe | | 24 April 2014 | 03:28

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 3 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 4 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 4 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 8 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: