Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Konseling Pernikahan

Konselor Profesional yang menangani konseling diri, konseling pra-nikah, konseling pernikahan, konseling suami istri, konseling keluarga. selengkapnya

Bahagia Tanpa Keluarga?

OPINI | 03 July 2012 | 13:07 Dibaca: 171   Komentar: 0   0

Seberapa pentingkah keluarga bagi kita? Jika kita masih single, keluarga adalah tempat dimana kita dilahirkan, tumbuh, dibesarkan hingga saat ini. Jika kita telah berkeluarga maka keluarga adalah lembaga yang kita bangun bersama dengan pasangan hidup kita.

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat namun peran keluarga adalah luar biasa penting. Suatu bangsa bisa menjadi besar, kuat dan maju jika setiap lembaga keluarga yang ada dalam bangsa tersebut memiliki kondisi yang sehat. Jika suatu bangsa memiliki banyak sekali keluarga yang tidak sehat, hanya formalitas, maka masa depan bangsa tersebut menjadi suatu yang patut dipertanyakan karena masa depan suatu bangsa terletak pada generasi muda yang notabene merupakan hasil dari didikan dan asuhan keluarga.

Keluarga dibentuk dari dua orang yaitu pria dan wanita yang bersatu dalam suatu lembaga yang sah secara hukum dan agama yang disebut dengan lembaga pernikahan. Sehingga apakah keluarga yang dibangun nantinya merupakan keluarga yang sehat dan bertumbuh atau keluarga yang hanya membawa banyak kericuhan akan sangat tergantung dari dua orang yaitu pria dan wanita tadi yang berkomitmen bersama untuk membangun keluarga.

Di artikel saya sebelumnya mengenai ”Siapakah belahan jiwa Anda?” saya membahas sebagian kecil dari berbagai faktor bagaimana Anda bisa yakin jika pria dan wanita yang Anda pilih untuk bersama memasuki lembaga pernikahan merupakan orang yang tepat dan mampu diajak berpartner seumur hidup membangun lembaga yang disebut keluarga.

Sehingga langkah awal adalah jangan sampai Anda memilih partner yang salah. Namun tentu tidak semudah itu, bagaimana dengan keluarga kita? Keluarga yang sudah berjalan sekian tahun. Dan Anda merasa ada hal yang tidak sehat dalam keluarga. Ada fungsi-fungsi yang terlalaikan. Ada pola pikir dan pola komunikasi yang kacau. Juga ada pola asuh anak yang Anda rasa tidak benar. Apakah sudah tidak ada pertolongan? Jelas ada.

Langkah yang preventif seperti memilih pasangan hidup yang tepat adalah satu hal. Namun tindakan kuratif masih bisa dilakukan. Jika kita rasa ada konflik dalam keluarga, ada kesenjangan hubungan komunikasi antara suami dan istri dan anak. Ada tingkat ekspektasi yang berbeda dalam membina keluarga yang sehat dan bertumbuh. Itu semua masih bisa diupayakan. Salah satunya adalah dengan menemui Konselor Keluarga untuk proses mediasi dan penemuan jati diri keluarga tersebut. Karena masalah tiap keluarga adalah spesifik dan berbeda serta memerlukan tingkat kerahasiaan tinggi untuk membahasnya. Dan dengan dipandu oleh Konselor Profesional dan dengan itikad baik, Anda masih bisa memiliki keluarga yang sehat dan bertumbuh.

Salah satu komponen terpenting dalam keluarga adalah komunikasi. Usahakan senantiasa jujur pada diri sendiri dan memiliki pola komunikasi yang sopan dan terbuka. Dengan jembatan komunikasi yang baik maka banyak kesalahpahaman dan sakit hati akan terhindar. Dan ingatlah keluarga adalah salah satu harta yang paling berharga yang kita miliki. Apa artinya sukses dalam bisnis, karier dan keuangan jika pada akhir hidup kita, kita hanya sendirian? Tidak ada orang yang tulus dan mencintai kita tanpa pamrih yang disebut keluarga yang dapat kita ajak berbagi?

Jadi hargailah keluarga yang kita miliki. Cintai dengan tulus. Curahkan seluruh energi dan waktu terbaik yang kita miliki untuk keluarga. Karena keluarga adalah akar segala sesuatu. Jika setiap pagi kita melangkah keluar rumah dari keluarga yang sehat dan bertumbuh maka apapun kesulitan dan kesukaran yang terjadi di bisnis dan pekerjaan dan studi kita dapat teratasi. Dan pada akhir hari kita akan merasa puas dan bahagia karena apa yang kita lakukan tidak akan sia-sia karena kita membaktikannya untuk keluarga kita yang sehat dan bertumbuh.

Saya lebih setuju dengan istilah keluarga yang sehat dan bertumbuh daripada keluarga bahagia. Karena bahagia adalah salah satu emosi sesaat. Namun sehat dan bertumbuh merupakan proses yang harus kita jalani sebagai manusia dan merupakan proses yang berkelanjutan dan baru berhenti pada akhir hidup kita. Semua keluarga mengalami berbagai peristiwa atau moment. Ada moment yang membahagiakan dan ada moment yang membuat kita sedih. Namun semua moment tersebut adalah membangun membuat kita sebagai keluarga tetap bersatu, sehat dan terus bertumbuh.

Jadi mari kita berkomitmen membangun komunikasi yang baik dengan cinta yang tulus dengan keluarga kita dengan energi terbaik yang kita miliki.

Salam Sejahtera,

Elly  Nagasaputra

Family & Life Counselor

www.konselingkeluarga.com

Jadikan Konseling sebagai Gaya Hidup Anda

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Tifatul Sembiring di Balik Hilangnya …

Daniel H.t. | 9 jam lalu

Skenario Menjatuhkan Jokowi, Rekayasa Merah …

Imam Kodri | 10 jam lalu

SBY Hentikan Koalisi Merah Putih …

Zen Muttaqin | 10 jam lalu

Dari Semua Calon Menteri, Cuma Rizal Ramli …

Abdul Muis Syam | 11 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

(H-8) Jelang Piala Asia U-19 : Skuad …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Saat Impian Negara Menjadi Aksi Keluarga …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 9 jam lalu

Misteri Coban Lawe di Lereng Gunung Wilis …

Nanang Diyanto | 9 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: