Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Anik Widayati

lulusan SPG tahun 1990

Penyusunan Kamus Sederhana

REP | 03 July 2012 | 20:40 Dibaca: 1493   Komentar: 2   2

A. TAHAP-TAHAP PENYUSUNAN KAMUS

Di dalam menyusun kamus ada beberapa tahapan kegiatan yang harus diikuti oleh penyusun kamus. Tahapan kegiatan ini adalah sebagai berikut:

1. Persiapan

2. Pengumpulan data

3. Pengolahan data

a. Pemeriksaan ulang urutan abjad

b. Penyeleksian data

c. Klasifikasi data

d. Pemberian definisi

e. Penyuntingan hasil pemberian definisi

4.   Pengetikan kartu induk

5.   Penyusunan kartotek

6.   Pengetikan naskah

7.   Koreksi naskah

8.   Cetak coba

9.   Koreksi cetak coba

10. Reproduksi kamus

B. SUSUNAN KAMUS

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun kamus yaitu:

1. Kemudahan bagi pemakai kamus;

2. Kemanfaatan bagi pemakai kamus;

3. Kepraktisan bagi pemakai kamus;

4. Pembinaan dan pengembangan bahasa;

5. Tujuan penyusunan kamus.

Salah satu contoh penyusunan entry atau subentry yang disusun berdasarkan kemudahan bagi pemakai kamus :

1. Kata dasar atau Bentuk dasar

Kata dasar atau bentuk dasar yang menjadi dasar dari segala bentukan kata (kata jadian) diperlakukan sebagai entry pokok, sedangkan bentuk-bentuk derivasinya diperlakukan sebagai subentry. Misalnya, kata pukul sebagai kata dasar dan kata memukul, pukul-memukul, terpukul, pukulan sebagai bentuk derivasinya.

2. Kata Ulang atau Bentuk Ulang

Kata ulang atau bentuk ulang ada empat kelompok, yaitu :

a. Bentuk ulang murni yang menyatakan jamak untuk benda.

b. Bentuk ulang semu.

c. Bentuk ulang yang bukan perulangan semu melainkan perulangan yang menyatakan proses.

d. Bentuk ulang, seperti bolak balik, bolang baling yang salah satu unsur pembentuk katanya mempunyai bentuk jadian seperti berbalik, berbaling.

e. Bentuk ulang seperti centang-perentang, porak-poranda yang masing-masing unsur pembentuk katanya tidak berderivasi dapat diperlakukan sebagai entry pokok.

3. Gabungan kata

a. Gabungan kata atau kelompok kata yang merupakan frase-idiomatik atau tidak, berimbuhan atau tidak —– yang tidak berderivasi tidak diperlakukan sebagai entry pokok, tetapi diperlakukan sebagai contoh pemakaian yang berupa frase yang diberi penjelasan. Letaknya langsung di bawah entry pokok yaitu pada kata pertama unsur pembentuk kata gabungan itu.

b. Gabungan kata yang berderivasi – baik idiomatis maupun tidak — seperti ganggu gugat (mengganggu gugat, pengganggu gugat, jabat tangan (berjabat tangan), kambing hitam (mengkambinghitamkan) dapat diperlakukan sebagai entry pokok dan diikuti bentuk-bentuk derivasinya sebagai subentry gabungan kata itu.

C. PETUNJUK PEMAKAIAN KAMUS SEKOLAH DASAR

1. Ejaan

Ejaan yang digunakan di dalam Kamus Sekolah : Sekolah Dasar adalah ejaan Bahaa Indonesia sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (1991).

2. Kata Dasar, Kata Turunan atau Kata Jadian dan Kata Ulang

Kata dasar dipakai sebagai dasar bentukan kata yang dijadikan sebagai kata utama sedangkan bentuk-bentuk turunannya termasuk juga perulangan kata sebagai kata turunan atau kata jadian.

Contoh :  a. kata utama : makan

b. kata turunan : memakan, termakan, makanan

3. Ortografi atau lambang bahasa

a. Garis hubung satu (-)

Garis hubung satu dipakai untuk menghubungkan kata dalam bentuk perulangan kata. Contoh : abu-abu kb

b. Cetak miring

Huruf-huruf yang dicetak miring digunakan untuk menuliskan lambang kelas kata dan kalimat contoh pemakaian kata dasar maupun kata jadian, dan kata ulang. Contoh pemakaian :

1. Kb, ks, kk, kbil, ksam, kg, p, kket.

2. Pemakaian kata dasar, kata turunan atau kata ulang.

3. Cetak tebal.

4. Koma(,)

5. Titik koma

6. Titik dua (:)

7. Tanda kurung((…))

8. Angka Arab cetak tebal

D. LAMBANG KELAS KATA

kata benda                 disingkat        kb

kata kerja                   disingkat        kk

kata sifat                    disingkat        ks

kata sambung            disingkat        ksam

kata depan                 disingkat        kd

kata bilangan             disingkat        kbil

kata ganti                   disingkat        kg

kata keterangan        disingkat        kket

kata seru                    disingkat        ksr

partikel                       disingkat        p

kiasan                         disingkat        ki

Contoh penyusunan Kamus Sekolah : SekolahDasar

aba-aba kb kata-kata perintah atau komando dalam baris berbaris, gerak badan dan sebagainya, seperti siap!, hadap kiri!, maju jalan!

abad kb masa seratus tahun : 1 gedung ini berumur satu abad; 2 jangka waktu yang lamanya seratus tahun: abad ke-20 dimulai dari tahun 1901 sampai 2000.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bledug Kuwu, Fenomena Langka Alam Indonesia …

Agoeng Widodo | | 27 August 2014 | 15:18

Taufik Mihardja dalam Sepenggal Kenangan …

Pepih Nugraha | | 27 August 2014 | 22:34

Ini yang Harus Dilakukan Kalau BBM Naik …

Pical Gadi | | 27 August 2014 | 14:55

Cinta dalam Kereta (Love in The Train) …

Y.airy | | 26 August 2014 | 20:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Hilangnya Acara Budaya Lokal di Televisi …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Lamborghini Anggota Dewan Ternyata Bodong …

Ifani | 9 jam lalu

Cara Mudah Latih Diri Agar Selalu Berpikiran …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

3 Kebebasan di K yang Buat Saya Awet Muda …

Hendrik Riyanto | 11 jam lalu

Boni Hargens cs, Relawan atau Buruh Politik …

Munir A.s | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: