Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Nugraha Entra

orang kampung yang ingin bangkit

Anda Cinta Dengan Popularitas?

REP | 08 July 2012 | 00:15 Dibaca: 239   Komentar: 8   12

Tahukah kita kalau popularitas itu sungguh menggiurkan?

Tahukah kita kalau popularitas adalah salah satu yang dicari dan dikejar orang di zaman sekarang?

Tahukah kita ternyata popularitas merupakan sesuatu yang justru dijauhi salafussaleh (pendahulu kita yang saleh)?

Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda:

يا نعايا العرب ، يا نعايا العرب ثلاثا ، إن أخوف ما أخاف عليكم الرياء، والشهوة الخفية (السلسلة الصحيحة 2/20 رقم 508)

“Wahai bangsa Arab, wahai bangsa Arab (beliau menyebutkan tiga kali), sesungguhnya yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah riya, dan syahwat yang tersembunyi. “

Disebutkan dalam An-Nihayah fii Gharibilatsar (2/516):

والشهوةُ الخفيةُ حُبُّ اطلاعِ الناسِ على العمل

“Syahwat yang tersembunyi adalah keinginan agar manusia melihat amalnya. “

Suatu hari Umar bin Khaththab رضي الله عنه melihat kerumunan orang berjalan di belakang Ubay bin Ka’ab, maka ia pun menghardiknya seraya berkata:

كف عن هذا, فإنها فتنة للمتبوع مذلة للتابع

“Jangan lakukan ini, sesungguhnya ini adalah cobaan bagi yang diikuti dan kehinaan bagi yang mengikuti. ” (Al-I’tisham karya Imam Asy-Syathibi)

Ayyub As-Sikhtiani seorang ulama tabi’in yang masyhur berkata:

ذكرت، ولا أحب أن أذكر

“Aku disebut-sebut (dipuji) sedangkan aku tidak suka disebut. “

Berkata Syu’bah  Ibnul Hajjaj:

ربما ذهبت مع أيوب لحاجة، فلا يدعني أمشي معه، ويخرج من ها هنا، وها هنا لكي لا يفطن له

“Pernah aku pergi bersama Ayub untuk suatu keperluan, ia pun tidak membiarkan aku berjalan bersamanya dan keluar dari sini dan sini supaya ia tidak dikenali. ” (Siyar A’lam An-Nubala: 6/22)

Berkata Hammad bin Zaid:

وكنت أمشي معه، فيأخذ في طرق إني لاعجب له كيف يهتدي لها فرارا من الناس أن يقال: هذا أيوب

“Aku pernah berjalan bersama Ayyub tapi ia mengambil jalan yang membuatku benar-benar heran, kenapa ia berbuat  begitu. Ternyata ia melakukan itu karena menghindar dari orang-orang yang akan mengatakan: ‘Inilah Ayyub. ” (Siyar A’lam An-Nubala: 10/476)

Berkata Bisyr bin Al-Harits:

ما اتقى الله من أحب الشهرة

“Tidaklah bertakwa kepada Allah orang yang mencintai popularitas.” (Siyar A’lam An-Nubala: 11/216)

Berkata Imam Ahmad bin Hanbal:

أريد أن أكون في شعب بمكة حتى لا أعرف، قد بليت بالشهرة.

“Aku ingin tinggal di suatu lembah di Mekah hingga tak dikenal, sungguh aku telah diuji dengan popularitas. “(Siyar A’lam An-Nubala: 11/210)

Tatkala sampai kepada beliau bahwa orang-orang mendoakannya, beliau berkata:

ليته لا يكون استدراجا

“Seandainya saja itu bukan istidraj. ” (Siyar A’lam An-Nubala: 11/211)

Dan pernah suatu hari beliau berkata kepada muridnya ketika dikabarkan kepada beliau bahwa orang-orang memuji beliau:

يا أبا بكر إذا عرف الرجل نفسه، فما ينفعه كلام الناس

“Wahai Abu Bakar jika seseorang mengetahui dirinya, tak akan bermanfaat baginya ucapan manusia. “(Siyar A’lam An-Nubala: 11/211)

Dan suatu hari beliau juga pernah berkata kepada seseorang yang menyampaikan bahwa orang-orang mendoakan kebaikan untuk beliau:

أسأل الله أن لا يجعلنا مرائين

“Aku memohon kepada Allah agar tidak menjadikan kita orang-orang yang berbuat riya’. ” (Siyar A’lam An-Nubala: 11/211)

Maka, dengan adanya beberapa riwayat tadi, masihkah kita cinta dan selera terhadap popularitas?

Sumber: Ma’alim Fi Thariqi Thalabil’ilmi Karya DR. Abdul’ Aziz As-Sadhan

Terbitan Dar Al-’Ashimah li An-Nasyr Wa At-Tauzi’ Riyadh

Cetakan ketiga

Tahun 1420 H/1999 M

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nangkring Bareng Pertamina …

Maria Margaretha | | 29 August 2014 | 23:37

BBM Naik Kenapa Takut? …

Mike Reyssent | | 30 August 2014 | 00:43

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | | 30 August 2014 | 04:53

Jokowi-JK Berhentilah Berharap Tambahan …

Win Winarto | | 29 August 2014 | 22:16

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 9 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 9 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 14 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 16 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 20 jam lalu


HIGHLIGHT

London in a Day on Foot …

Fillia Damai R | 8 jam lalu

Jogja Miskin, Bodoh, Tolol dan Tak …

Erda Rindrasih | 8 jam lalu

Mengintip Sekelumit Catatan Umar Kayam …

G | 9 jam lalu

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | 10 jam lalu

Tentang Mengusahakan Jodoh …

Adin_noel | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: