Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Nugraha Entra

orang kampung yang ingin bangkit

Syirik Besar dan Syirik Kecil

REP | 11 July 2012 | 23:49 Dibaca: 7989   Komentar: 2   5

Tahukah kamu apa bedanya syirik besar dengan syirik kecil?

Sebelum kita temukan perbedaan antara keduanya, perlu kita sebutkan dulu contoh dari keduanya:

1. Macam-macam syirik akbar

Contoh dari syirik akbar seperti:

1. Beribadah kepada selain Allah, baik itu berupa doa, penyembelihan, nazar dan yang lainnya. Baik yang diibadahi itu seorang nabi, malaikat, wali, jin atau selain mereka.

“Dan barangsiapa berdoa kepada  tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. “  ( QS. Al Mu’minun: 117)

“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, nusukku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. “ (QS. Al An’am :162)

Para ahli tafsir menerangkkan bahwa nusuk di atas artinya ibadah atau sembelihan.

“Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkurbanlah. “ (QS. Al Kautsar: 2)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللَّهِ

“Allah melaknat orang yang menyembelih sesuatu untuk selain Allah. “ (HR.Muslim )

Siapa yang beribadah kepada selain Allah عز وجل, baik itu kepada nabi, malaikat, seorang wali, orang saleh, atau kuburan  atau yang semisalnya, berarti ia telah berbuat syirik. Walaupun, alasannya agar bisa mendekatkan diri kepada Allah atau supaya ibadah lebih mudah  diterima.

“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak beribadah kepada mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya“. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat kufur. “ (QS. Az-Zumar :3)

2. Meminta pertolongan kepada kepada orang yang sudah meninggal atau orang yang masih hidup, tapi  dalam perkara yang tidak bisa disanggupi kecuali oleh Allah semata.

Semua itu syirik walaupun yang ia mintai tolong adalah seorang nabi, wali atau orang saleh atau selain mereka yang dianggap memiliki “kesaktian” dan “karomah”.

“Hanya kepada Engkaulah kami beribadah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. “ (QS. Al Fatihah: 5)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata kepada Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما :

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ

“Jika kamu meminta, maka mintalah kepada Allah. Dan apabila kamu meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah. “ (HR. Tirmidzi)

Maka, siapa yang meminta kepada mayit supaya usahanya untung, bisa lulus ujian, menyembuhkan penyakitnya dan yang semisalnya, berarti jatuhlah ia ke perbuatan syirik.

Siapa yang meminta kepada orang yang masih hidup untuk menahan hujan atau menurunkannya atau memindahkannya, berarti terjerumuslah ia ke syirik.

Siapa yang meminta kepada seseorang agar mengabarkan isi hati orang lain atau meramal masa depannya, berarti terjerembablah ia ke syirik.

Dan masih banyak lagi contoh syirik akbar yang bisa kita sebutkan.

Lantas, apa Konsekuensi dari berbuat syirik akbar? Lihat pembahasan sebelum ini.

2. Macam-macam dari syirik ashghar:

1. Riya’ dan Sum’ah.

Riya’ artinya beramal karena ingin dilihat oleh makhluk. Sedangkan sum’ah artinya beramal karena ingin didengar makhluk. Kedua-duanya termasuk syirik.

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Rabbnya”. (QS. Al Kahfi :110)

Dalam hadits qudsi Allah berfirman:

أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنْ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

“Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Siapa yang melakukan suatu amalan yang di dalamnya ia sekutukan Aku dengan selain-Ku , niscaya Ku tinggalkan ia bersama sekutunya. “ (HR. Muslim )

2. Mengucapkan suatu  kalimat yang mengandung penyetaraan makhluk dengan Allah, seperti: “Kalau bukan karena Allah DAN kamu. “ “Atas kehendak Allah DAN kehendakmu. “ dan kalimat lain yang semisal itu.

Mengapa kalimat-kalimat tadi teranggap sebagai penyetaraan makhluk dengan Allah? Karena di situ Allah digandengkan dengan makhluknya dengan kata DAN, sedangkan kata DAN mengandung makna penyetaraan antara dua kata yang digandengkan.

Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما bercerita bahwa ada seseorang yang datang kepada nabi صلى الله عليه وسلم lalu berkata:

ما شاء الله وشئت

“ Atas kehendak Allah DAN kehendakmu, maka Nabi pun menegurnya:

أجعلتني لله عدلا? قل ما شاء الله وحده

” Apakah engkau ingin menjadikan aku TANDINGAN bagi Allah?  Katakanlah atas kehendak Allah semata. “ (As-Sunanulkubra)

Ibnu ‘Abbas ketika menerangkan firman-Nya, “Maka janganlah kalian jadikan tandingan-tandingan (sekutu) bagi Allah sedangkan kalian mengetahui. “ (QS. Al-Baqarah: 22), beliau menyebutkan contoh menjadikan tandingan di sini, yaitu seperti ucapan seseorang kepada temannya: “Atas kehendak Allah DAN kehendakmu. “ dan ucapan seseorang: “Seandainya bukan karena Allah DAN bukan karena fulan. “ Beliau berkata, “Jangan sebut fulan (berdampingan dengan Allah) di situ, (karena) seluruh ucapan tadi adalah syirik. “ (Tafsir Ibnu Katsir)

Dan masih banyak lagi contoh-contoh syirik ashghar yang bisa kita sebutkan.

Lantas apa konsekuensi dari syirik ashghar ini? Apakah berbeda dengan syirik akbar? Tentu, beda.

1. Syirik akbar mengeluarkan pelakunya dari islam, sedangkan syirik ashghar tidak

2. Syirik akbar menggugurkan seluruh amalan si pelaku, sedangkan syirik ashghar itu menggugurkan amalan yang terkait dengan syiriknya itu saja.

Contohnya:

-Seseorang berbuat riya’ ketika shalat, maka shalatnya saja yang gugur pahalanya, sedangkan ibadah lain tidak gugur.

- Sedangkan orang yang menyembelih atau sedekah untuk jin, maka yang gugur adalah seluruh amalan yang telah dilakukan, bukan hanya sedekah dan sembelihannya saja.

3. Pelaku syirik akbar mendapatkan konsekuensi semisal yang diterima orang murtad, seperti larangan masuk masjidil haram, tidak boleh dishalati dan dikuburkan di pekuburan muslimin dan lain-lain (lihat pembahasan sebelum ini), sedangkan pelaku syirik ashghar tidak mendapatkan konsekuensi  seperti itu, karena ia masih muslim.

Pilih mana, berbuat syirik akbar atau ashghar?

Kalau saya sih, tidak mau semuanya.

Sampai syirik ashghar pun saya tidak sudi.

Kenapa? Sebab itu syirik.

Lho tapi itu kan syirik kecil, kenapa takut? Ya, syirik ashghar memang lebih ringan dari syirik akbar, namanya saja ashghar (kecil). Tapi seringan-ringannya ini, tetaplah syirik!

Walaupun “ringan”, tapi dosanya lebih besar dari dosa membunuh anak. Lebih parah dibandingkan dosa berzina dengan orangtua sendiri. Lebih bejat dibandingkan merampok, korupsi milyaran dolar atau lebih dari itu. Bahkan lebih besar lagi dari dosa-dosa besar lainnya!

Maka, jauhilah syirik, besar maupun kecil, sedikit maupun banyak!

http://adiya.net/?Aqidah

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lewis Hamilton Akhirnya Juara Dunia GP …

Hery | | 24 November 2014 | 21:17

Parade Foto Kompasianival Berbicara …

Pebriano Bagindo | | 24 November 2014 | 18:37

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11

Berbisnis Buku Digital: Keuntungan dan …

Suka Ngeblog | | 24 November 2014 | 18:21

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Lisa Rudiani, Cantik, Penipu dan Pencuri …

Djarwopapua | 7 jam lalu

Merayu Bu Susi …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Jokowi Menjawab Interpelasi DPR Lewat …

Sang Pujangga | 9 jam lalu

Tipe Kepemimpinan Jokowi-JK …

Gabriella Isabelle ... | 12 jam lalu

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Cerita Ulang …

Nabila Anwar | 8 jam lalu

Di Bawah Ranjang Tidurku …

Lembah Timur | 8 jam lalu

Obat Kuat dan Kehidupan …

Rahmatul Ummah As S... | 9 jam lalu

Insomnia di Usia Lanjut …

Dian Fakhrunnisak | 9 jam lalu

Terima Kasih Guru …

Anugerah Oetsman | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: