Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Islam [Muslim] Menurut Bahasa dan Istilah

OPINI | 12 July 2012 | 16:40 Dibaca: 22689   Komentar: 16   4

Dalam sebuah artikel di http://filsafat.kompasiana.com/2012/07/11/muslim-dan-islam-itu-terlahir-berbeda-sehingga-klaim-hak-cipta-pun-tidak-bisa-mengikat/ , ada penulis yang mengaku dirinya sebagai Agnostic, menggugat dan mempertanyakan penggunaan kata Muslim yang di klaim “Hak Ciptanya” oleh orang yang beragama Islam.

Padahal penggunaan kata-kata Islam dan Muslim bertebaran di dalam Alqur’an (silahkan cari sendiri). Jadi itu bukanlah klaim sepihak, melainkan “klaim seutuhnya”…

Saya tidak ingin berdebat mengenai definisi dan arti yang  di posting dalam artikel tersebut, karena itu adalah hak penulisnya yang mengaku sebagai Agnostic, jadi… silahkan dengan definisi dan arti menurut anda.

Tapi saya akan menjelaskan definisi dan arti menurut keyakinan dan pemahaman saya.

Arti  ISLAM menurut BAHASA dan ISTILAH

BAHASA

Dari segi bahasa, Islam berasal dari kata aslama yang berakar dari kata salama.

Kata Islam merupakan bentuk mashdar dari kata aslama.

Ditinjau dari segi bahasanya yang dikaitkan dengan asal katanya, Islam memiliki beberapa pengertian, diantaranya adalah:

1. Berasal dari ‘salm’ (السَّلْم) yang berarti damai.

Kata salm memiliki arti damai atau perdamaian. Dan ini merupakan salah satu makna dan ciri dari Islam, yaitu bahwa Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada perdamaian.

2. Berasal dari kata ‘aslama’ (أَسْلَمَ) yang berarti menyerah.

Hal ini menunjukkan bahwa seorang yang memeluk Islam merupakan seseorang yang secara ikhlas menyerahkan jiwa dan raganya hanya kepada Allah SWT.

Penyerahan diri seperti ini ditandai dengan pelaksanaan terhadap apa-apa yang Allah SWT perintahkan serta menjauhi segala laranganNya.

Oleh karena itulah, sebagai seorang Muslim, hendaknya kita menyerahkan diri kita kepada aturan Islam dan juga kepada kehendak Allah SWT.

Karena Insya Allah dengan demikian akan menjadikan hati kita tentram, damai dan tenang (baca; mutma’inah).

3. Berasal dari kata istaslama–mustaslimun (اسْتَسْلَمَ - مُسْتَسْلِمُوْنَ): penyerahan total kepada Allah.

Makna ini sebenarnya sebagai penguat makna di atas (poin kedua).

Karena sebagai seorang Muslim, kita benar-benar diminta untuk secara total menyerahkan seluruh jiwa dan raga serta harta atau apapun yang kita miliki, hanya kepada Allah SWT.

Dimensi atau bentuk-bentuk penyerahan diri secara total kepada Allah SWT adalah seperti dalam setiap gerak gerik, pemikiran, tingkah laku, pekerjaan, kesenangan, kebahagiaan, kesusahan, kesedihan dan lain sebagainya hanya kepada Allah SWT.

Termasuk juga berbagai sisi kehidupan yang bersinggungan dengan orang lain, seperti sisi politik, ekonomi, pendidikan, sosial, kebudayaan dan lain sebagainya, semuanya dilakukan hanya karena Allah SWT dan menggunakan manhaj Allah SWT melalui RasulNYA.

4. Berasal dari kata ‘saliim’ (سَلِيْمٌ) yang berarti bersih dan suci.

Hal ini menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang suci dan bersih, yang mampu menjadikan para pemeluknya untuk memiliki kebersihan dan kesucian jiwa yang dapat mengantarkannya pada kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat.

Karena pada hakekatnya, ketika Allah SWT mensyariatkan  ajaran Islam, adalah karena tujuan utamanya untuk mensucikan dan membersihkan jiwa manusia.

5. Berasal dari ‘salam’ (سَلاَمٌ) yang berarti selamat dan sejahtera.

Maknanya adalah bahwa Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada keselamatan dan kesejahteraan.

Karena Islam memberikan kesejahteraan dan juga keselamatan pada setiap insan yang dengan segenap hati mengikuti syar’iatNYA.

ISTILAH

Adapun dari segi istilah adalah…

Islam adalah ketundukan seorang hamba kepada wahyu Ilahi yang diturunkan kepada para nabi dan rasul khususnya Rasulullah Muhammad SAW guna dijadikan pedoman hidup dan juga sebagai hukum/ aturan Allah SWT yang dapat membimbing umat manusia ke jalan yang lurus, menuju ke kebahagiaan dunia dan akhirat.

Definisi di atas, memuat beberapa poin penting, diantaranya adalah:

1. Islam sebagai wahyu ilahi (الوَحْيُ اْلإِلَهِي)

2. Diturunkan kepada nabi dan rasul (khususnya Rasulullah SAW) (دِيْنُ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ)

3. Sebagai pedoman hidup (مِنْهَاجُ الْحَيَاةِ)

4. Mencakup hukum-hukum Allah dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW (أَحْكَامُ اللهِ فِيْ كِتَابِهِ وَسُنَّةُ رَسُوْلِهِ)

5. Membimbing manusia ke jalan yang lurus. (الصِّرَاطُ الْمُسْتَقِيْمُ)

6. Menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.(سَلاَمَةُ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ)

Sedangkan arti Muslim, adalah…

Muslim, adalah sebuah kata dari bahasa Arab yang berarti orang Islam atau orang yang patuh dan tunduk menurut perintah Allah SWT.

Kata Muslim berasal dari kata salima yaslamu yang berarti selamat, sentosa  atau aslama yang berarti tunduk patuh atau beragama Islam. Sehingga orang Muslim berarti orang yang patuh, taat dan berserah diri kepada sang penciptaNYA.

Dari akar kata yang sama, lahir pula kata salam atau salama yang artinya memberi salam atau menyelamatkan. Orang yang mengucapkan salam berarti mendoakan orang lain agar selamat.

Terakhir saya akan kembali mengutip kata-kata dari penulis dalam postingan sebelumnya yang mengatakan bahwa…

“Sudah jelas dan sangat Valid bahwa Agama itu percuma jika diperdebatkan”

Salam ‘alaikum.

*******


#sumber disarikan dari http://el-misbah.blogspot.com/2008/11/marifatul-islam-1-pengertian-islam.html dan dari beberapa sumber lainnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Airin Menjawab Kritik Kinerja [HUT ke-6 Kota …

Gapey Sandy | | 26 November 2014 | 07:09

Situ Bungur dalam “CMORE” (HUT …

Agung Han | | 26 November 2014 | 07:13

Waduh! Denda 5000€ Untuk Rumah Bercat …

Gaganawati | | 26 November 2014 | 19:06

The Hunger Games-Reality Show? …

Iwan Permadi | | 26 November 2014 | 17:39

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Maaf Anang, Aurel Tak Punya Suara dan Aura …

Arief Firhanusa | 9 jam lalu

“Tamatan Malaysia” Rata-rata Sakit Jiwa …

Pietro Netti | 9 jam lalu

“Operasi Intelejen” Berhasil …

Opa Jappy | 9 jam lalu

Golkar Perlu Belajar ke PKS …

Puspita Sari | 10 jam lalu

Ini Kata Menpora Terkait Gagalnya Timnas …

Djarwopapua | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Kursi-kursi Senayan… …

Florensius Marsudi | 8 jam lalu

Naik Transjakarta Rp 40 Ribu …

Aba Mardjani | 8 jam lalu

Memotivasi Mahasiswa untuk Belajar Lewat …

Giri Lumakto | 9 jam lalu

Munas Golkar Tak Diijinkan di Bali Pindah …

Akhmad Sujadi | 9 jam lalu

Patah …

Rahab Ganendra | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: