Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Jamaluddin Mohammad

Bekerja di Komunitas Seniman Santri (KSS) - Tak pernah berhenti belajar: belajar melihat, belajar mendengar, selengkapnya

Kondom dan Legalisasi Perzinahan

OPINI | 14 July 2012 | 01:46 Dibaca: 275   Komentar: 5   0

Pemerintah (Menkes) berencana membuat ATM kondom dan melakukan sosialisasi penggunaan kondom di sekolah-sekolah. Rencana itu menuai banyak tanggapan. Salah satunya beranggapan bahwa program ini sama halnya melakukan “legalisasi perzinahan”.

Entah, saya tak berpikir sejauh itu. Bagi sy sosialisasi itu sebetulnya ditunjukkan buat mereka yang selama ini terbiasa melakukan “seks bebas”, agar tak tertular penyakit mengerikan seperti AIDS.

Tentu saja sasaran sosialisai itu di sekolah-sekolah, karena di lembaga ini rawan terjadi “seks bebas” atau “seks di luar nikah”. Saya tak begitu setuju ketika sosialisasi itu masuk pesantren, karena di lembaga ini sosialisasinya bukan lagi penggunaan kondom, melainkan LARANGAN MELAKUKAN HUBUNGAN BADAN DI LUAR NIKAH, apalagi SEKS BEBAS.

Jadi, sekali lagi, saya tak keberatan dengan rencana tersebut. Apalagi demi menjaga agar penyakit berbahaya seperti AIDS tak menular kemana-mana.

Nah, ketika saya ditanya, apakah VIRGINITAS (keprawanan) itu penting? Bagi saya SANGAT PENTING, sama pentingnya dengan KEPERJAKAAN. Kalau selama ini sebagian orang tak mempersoalkan itu, saya sebagai orang Timur masih menjunjung tinggi nilai-nilai itu. Saya yakin setiap bangsa memiliki sistem nilai dan standar moral sendiri. Dan, saya tak harus sama dengan mereka. Buktinya AYAM saja berbeda dengan MERPATI. Merpati lebih setia pada satu pasangan, tak mengenal “seks bebas” seperti ayam. Karena itu, inilah alasan kenapa lambang perkawinan menggunakan simbol MERPATI.

Saya masih percaya doktrin agama bahwa orang yang berzina (seks di luar nikah) amal baiknya tak diterima Tuhan selama 40 tahun dan pelakunya harus dihukum rajam! Wallahu a’lam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

7 News: Korban Gempa 3.200 dan Masih Terus …

Tjiptadinata Effend... | | 27 April 2015 | 19:26

Tindakan Kekerasan dalam Paket Berita …

Ombrill | | 27 April 2015 | 18:44

[BANJARMASIN] Jelajah Non Tunai bersama Bank …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:00

Pemindahan Ibukota Jakarta : Belajar dari …

Hardian Relly | | 27 April 2015 | 11:00

Blog Competition: Kotaku Kota Cerdas! …

Kompasiana | | 27 April 2015 | 01:52


TRENDING ARTICLES

Ahok dan Pelacuran …

Muhammad Armand | 5 jam lalu

Kurir Narkoba Dieksekusi untuk Menyelamatkan …

Wildan P | 6 jam lalu

Save Haji Lulung: Saatnya Tunjukkan Kalau Ga …

Herulono Murtopo | 8 jam lalu

Ups! Ruangan Haji Lulung Digeledah Polisi …

Bambang Setyawan | 8 jam lalu

Keputusan PSSI Berbanding Lurus dengan FIFA …

Waldy | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: