Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Jamaluddin Mohammad

Bekerja di Komunitas Seniman Santri (KSS) - Tak pernah benrhenti belajar: belajar melihat, belajar mendengar, selengkapnya

Kondom dan Legalisasi Perzinahan

OPINI | 14 July 2012 | 01:46 Dibaca: 268   Komentar: 5   0

Pemerintah (Menkes) berencana membuat ATM kondom dan melakukan sosialisasi penggunaan kondom di sekolah-sekolah. Rencana itu menuai banyak tanggapan. Salah satunya beranggapan bahwa program ini sama halnya melakukan “legalisasi perzinahan”.

Entah, saya tak berpikir sejauh itu. Bagi sy sosialisasi itu sebetulnya ditunjukkan buat mereka yang selama ini terbiasa melakukan “seks bebas”, agar tak tertular penyakit mengerikan seperti AIDS.

Tentu saja sasaran sosialisai itu di sekolah-sekolah, karena di lembaga ini rawan terjadi “seks bebas” atau “seks di luar nikah”. Saya tak begitu setuju ketika sosialisasi itu masuk pesantren, karena di lembaga ini sosialisasinya bukan lagi penggunaan kondom, melainkan LARANGAN MELAKUKAN HUBUNGAN BADAN DI LUAR NIKAH, apalagi SEKS BEBAS.

Jadi, sekali lagi, saya tak keberatan dengan rencana tersebut. Apalagi demi menjaga agar penyakit berbahaya seperti AIDS tak menular kemana-mana.

Nah, ketika saya ditanya, apakah VIRGINITAS (keprawanan) itu penting? Bagi saya SANGAT PENTING, sama pentingnya dengan KEPERJAKAAN. Kalau selama ini sebagian orang tak mempersoalkan itu, saya sebagai orang Timur masih menjunjung tinggi nilai-nilai itu. Saya yakin setiap bangsa memiliki sistem nilai dan standar moral sendiri. Dan, saya tak harus sama dengan mereka. Buktinya AYAM saja berbeda dengan MERPATI. Merpati lebih setia pada satu pasangan, tak mengenal “seks bebas” seperti ayam. Karena itu, inilah alasan kenapa lambang perkawinan menggunakan simbol MERPATI.

Saya masih percaya doktrin agama bahwa orang yang berzina (seks di luar nikah) amal baiknya tak diterima Tuhan selama 40 tahun dan pelakunya harus dihukum rajam! Wallahu a’lam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | | 25 October 2014 | 14:51

Kompasiana Nangkring Special di Balikpapan …

Bambang Herlandi | | 25 October 2014 | 13:44

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 17 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 17 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 18 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 21 jam lalu


HIGHLIGHT

Gayatri Dwi Wailissa, Anggota BIN yang Gugur …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Belajar Ngomong:”Mulutmu …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

MEA 2015; Bahaya Besar bagi Indonesia …

Choerunnisa Rumaria | 8 jam lalu

Bersenang-Senang dengan Buku …

Mauliah Mulkin | 8 jam lalu

Kematian Pengidap HIV/AIDS di Kota Depok …

Syaiful W. Harahap | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: