Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Jamaluddin Mohammad

Bekerja di Komunitas Seniman Santri (KSS) - Tak pernah berhenti belajar: belajar melihat, belajar mendengar, selengkapnya

Kondom dan Legalisasi Perzinahan

OPINI | 14 July 2012 | 01:46 Dibaca: 271   Komentar: 5   0

Pemerintah (Menkes) berencana membuat ATM kondom dan melakukan sosialisasi penggunaan kondom di sekolah-sekolah. Rencana itu menuai banyak tanggapan. Salah satunya beranggapan bahwa program ini sama halnya melakukan “legalisasi perzinahan”.

Entah, saya tak berpikir sejauh itu. Bagi sy sosialisasi itu sebetulnya ditunjukkan buat mereka yang selama ini terbiasa melakukan “seks bebas”, agar tak tertular penyakit mengerikan seperti AIDS.

Tentu saja sasaran sosialisai itu di sekolah-sekolah, karena di lembaga ini rawan terjadi “seks bebas” atau “seks di luar nikah”. Saya tak begitu setuju ketika sosialisasi itu masuk pesantren, karena di lembaga ini sosialisasinya bukan lagi penggunaan kondom, melainkan LARANGAN MELAKUKAN HUBUNGAN BADAN DI LUAR NIKAH, apalagi SEKS BEBAS.

Jadi, sekali lagi, saya tak keberatan dengan rencana tersebut. Apalagi demi menjaga agar penyakit berbahaya seperti AIDS tak menular kemana-mana.

Nah, ketika saya ditanya, apakah VIRGINITAS (keprawanan) itu penting? Bagi saya SANGAT PENTING, sama pentingnya dengan KEPERJAKAAN. Kalau selama ini sebagian orang tak mempersoalkan itu, saya sebagai orang Timur masih menjunjung tinggi nilai-nilai itu. Saya yakin setiap bangsa memiliki sistem nilai dan standar moral sendiri. Dan, saya tak harus sama dengan mereka. Buktinya AYAM saja berbeda dengan MERPATI. Merpati lebih setia pada satu pasangan, tak mengenal “seks bebas” seperti ayam. Karena itu, inilah alasan kenapa lambang perkawinan menggunakan simbol MERPATI.

Saya masih percaya doktrin agama bahwa orang yang berzina (seks di luar nikah) amal baiknya tak diterima Tuhan selama 40 tahun dan pelakunya harus dihukum rajam! Wallahu a’lam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Mencintai Lingkungan dari Kampoeng …

Ngesti Setyo Moerni | | 27 January 2015 | 13:34

Bila Mendadak Anda Ditangkap Polisi (Belajar …

Eddy Mesakh | | 27 January 2015 | 18:58

Inggris Kemproh dan Jorok …

Ardi Dan Bunda Susy | | 27 January 2015 | 14:45

6 Tips Raih Beasiswa Master ke Amerika …

Anet Adilla | | 27 January 2015 | 05:50

Tampil di KompasianaTV Harus Siap Mental …

Alan Budiman | | 27 January 2015 | 06:41


TRENDING ARTICLES

Kemana Jusuf Kalla, Saat Jokowi …

Thomson Cyrus | 5 jam lalu

“Diplomasi Makan Siang Jokowi” Tidak …

Benyaris A Pardosi | 5 jam lalu

Petugas Partai, Garis Komando PDI Perjuangan …

Isson Khairul | 6 jam lalu

KPK dan POLRI, Siapa Sesungguhnya Musuh …

Michael Sendow | 7 jam lalu

KPK Bukan Manusia Setengah Dewa …

Muthiah Alhasany | 8 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: