Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Jamaluddin Mohammad

Masih belajar: belajar melihat, belajar mendengar, belajar merasakan, dan belajar menunda penilaian...

Kondom dan Legalisasi Perzinahan

OPINI | 14 July 2012 | 01:46 Dibaca: 262   Komentar: 5   0

Pemerintah (Menkes) berencana membuat ATM kondom dan melakukan sosialisasi penggunaan kondom di sekolah-sekolah. Rencana itu menuai banyak tanggapan. Salah satunya beranggapan bahwa program ini sama halnya melakukan “legalisasi perzinahan”.

Entah, saya tak berpikir sejauh itu. Bagi sy sosialisasi itu sebetulnya ditunjukkan buat mereka yang selama ini terbiasa melakukan “seks bebas”, agar tak tertular penyakit mengerikan seperti AIDS.

Tentu saja sasaran sosialisai itu di sekolah-sekolah, karena di lembaga ini rawan terjadi “seks bebas” atau “seks di luar nikah”. Saya tak begitu setuju ketika sosialisasi itu masuk pesantren, karena di lembaga ini sosialisasinya bukan lagi penggunaan kondom, melainkan LARANGAN MELAKUKAN HUBUNGAN BADAN DI LUAR NIKAH, apalagi SEKS BEBAS.

Jadi, sekali lagi, saya tak keberatan dengan rencana tersebut. Apalagi demi menjaga agar penyakit berbahaya seperti AIDS tak menular kemana-mana.

Nah, ketika saya ditanya, apakah VIRGINITAS (keprawanan) itu penting? Bagi saya SANGAT PENTING, sama pentingnya dengan KEPERJAKAAN. Kalau selama ini sebagian orang tak mempersoalkan itu, saya sebagai orang Timur masih menjunjung tinggi nilai-nilai itu. Saya yakin setiap bangsa memiliki sistem nilai dan standar moral sendiri. Dan, saya tak harus sama dengan mereka. Buktinya AYAM saja berbeda dengan MERPATI. Merpati lebih setia pada satu pasangan, tak mengenal “seks bebas” seperti ayam. Karena itu, inilah alasan kenapa lambang perkawinan menggunakan simbol MERPATI.

Saya masih percaya doktrin agama bahwa orang yang berzina (seks di luar nikah) amal baiknya tak diterima Tuhan selama 40 tahun dan pelakunya harus dihukum rajam! Wallahu a’lam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemangsa Anak-anak Sasar Sekolah-sekolah …

Jonas Suroso | | 24 April 2014 | 01:14

“Blocking Time” dalam Kampanye …

Ombrill | | 24 April 2014 | 07:48

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 7 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 8 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 9 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 10 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: