Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Bang Nasr

Bangnasr. Masih belajar pada kehidupan, dan memungut hikmah yang berserakan. Mantan TKI. Ikut kompasiana ingin selengkapnya

Dari Tanah dan akan Kembali ke Tanah

OPINI | 17 July 2012 | 14:39 Dibaca: 136   Komentar: 0   1

Judul ini saya angkat hanya sekedar mengingatkan diri saya sendiri, syukur-syukur bila ada orang lain juga menyadarinya. Bahwa kita, manusia yang asalnya dari tanah dan akan kembali lagi ke tanah, jadi makanan cacing yang selama ini bagi sebagian orang mungkin sangat menjijikkan.

Aneh sesungguhnya. Yang berasal dari sesuatu yang hina, kemudian lupa diri menjadi sombong, angkuh, congkak dengan melakukan berbagai keburukan, kajahatan, korupsi, dan perbuatan tidak baik lainnya. Padahal Tuhan sudah menyediakan semuanya untuk kepentingan manusia lebih dari cukup di dunia ini. Hanya manusia yang rakus saja yang selalu merasa kurang. Misalnya, luas dan kekayaan wilayah Indonesia, baik darat dengan segala kekayaan alamnya seperti emas, tembaga, berlian, minyak bumi, gas alam, kayu, hutan dsb. Begitu juga laut dengan segala isinya sudah pasti cukup dengan perut bangsa Indonesia, bahkan berlebih dan melimpah ruah. Cuma akibat kerakusan dan keserakahan segelintir manusia Indonesia sehingga kekayaan yang diberikan Tuhan itu menjadi tidak merasa kesejahteraannya bagi sesama rakyat Indonesia.

selain itu juga Tuhan sudah mengingatkan bahwa kehidupan dunia cuma numpang lewat doang. Ibarat kate, cuma nyebrang jalan doang. Coba aja gak hati-hati, bisa-bisa kelindes mobil. ancur minah.. Maknanya apa? Kehidupan yang sementara dan temporer ini jangan dijadikan tujuan, tapi jadikan hanya sebagai batu loncatan atau sarana saja. Tujuan hidup tetap harus mengejar kehdupan kekal abadi, yaitu kehidupan setelah kematian dan kiamat.

Jadi, kenapa harus korupsi? Karena orang yang korupsi atau mencari kekayaan dengan jalan tidak hala dan jalan bathil adalah cuma orang-orang yang boblok aja. Lho wong cuma sarana dijadikan tujuan. Kan goblok itu namanya? Terlepas mereka dihormati karena banyak duit tanpa memandang proses mendapatnya, sesungguhnya orang tersebut adalah orang bodoh yang cuma memperkaya orang lain (ahli warisnya). Sedangkan dirinya menyiapkannya dengan balasan siksa  nantinya. Nauzubillah.

Semoga dengan kedatangan Ramadan yang akan masuk beberapa hari lagi, membuat kita menjadi orang-orang yang cerdas dengan sadar dan eling menjadikan kehidupan dunia cuma numpang lewat saja, dan akherat sebagi tujuan hidup yang sebenarnya sehingga jalan menuju ke arah tersebut semuanya dalam kehalalan dan penuh kebaikan. Oh alangkah tenteramnya dunia bila semua penghuninya seperti itu.

salam damai,,,

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

ISIS: Dipuja atau Dihindari? …

Baskoro Endrawan | | 26 July 2014 | 02:00

Mudik Menyenangkan bersama Keluarga …

Cahyadi Takariawan | | 26 July 2014 | 06:56

Sensasi Rafting di Kali Oyo Gunungkidul …

Tri Lokon | | 25 July 2014 | 15:27

ASI sebagai Suplemen Tambahan Para Body …

Andi Firmansyah | | 26 July 2014 | 08:20

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Legitimasi Pilpres 2014, Gugatan ke MK dan …

Michael Sendow | 12 jam lalu

Risma dan Emil Lebih Amanah Dibanding …

Leviana | 12 jam lalu

Analisis Prosedur Sengketa Hasil Pilpres …

Muhammad Ali Husein | 13 jam lalu

Jokowi: The First Heavy Metal’s …

Severus Trianto | 15 jam lalu

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: