Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Dularnowo

hanya manusia biasa yang tidak luput dari salah, dan sedang berusaha untuk menjadi sabar

Masih Perlukah Komite Sekolah ??

REP | 23 July 2012 | 12:51    Dibaca: 269   Komentar: 4   0

Ketika memasukkan anak kita ke sekolah, pasti kita berhadapan dengan apa yang dinamakan “Komite Sekolah” sebelum kita ketemu dengan jajaran pengelola pembelajaran yang ada di sekolah.
Awalnya kita merasa bahwa mereka adalah “wakil kita” dalam memperlancar proses belajar anak kita di sekolah, karena sering disebut bahwa Komite Sekolah adalah gantinya BP3.
Kenyataan yang kita terima saat kita berjumpa dengan Komite Sekolah, yang ada adalah penyampaian hitungan - hitungan tentang ¬†jumlah kebutuhan yang harus kita bantu supaya anak kita nyaman dalam mengikuti ¬†proses belajar. Jangan kaget, apa kebutuhan yang harus kita cukupi adalah “keinginan sekolah” yang meminjam tangan Komite Sekolah untuk dipenuhi. Kita harus bilang “ya”, karena kita butuh anak kita sekolah
Mulai dari kelengkapan komputer, memberi insentif guru yang mengajar diluar jam mengajar dan lain lain , dan lain lain.
Komite sekolah akan menentukan berapa SPP yang harus kita bayar, berapa sumbangan gedung yang harus kita bayar. . . . . . . dengan enteng.
Saya sendiri punya pengalaman menjadi pengurus BP3 di sebuah sekolah favorit di kota saya. Bisa dibayangkan, setiap rapat, dimeja saya pasti sudah ada kue, rokok, permen, . . . . . . . dan amplop, ditambah bebas bayar SPP.
Saya sekarang jadi berfikir, wajib belajar yang 9 tahun, artinya semua anak di Indonesia harus mempunyai pendidikan dasar setingkat SMP, tapi mengapa harus dibebani dengan biaya ?? Bukankah sekarang sudah ada BOS ??
Komite Sekolah ternyata berperan dalam mahalnya biaya pendidikan di Indonesia. Fungsi mereka jadi berubah drastis, bukan lagi sebagai perpanjangan tangan orang tua murid, tetapi sebagai “pemaksa” yang harus diikuti keputusannya dengan aklamasi.
Apalagi kalau sampai ada kesepakatan : Kalau nggak setuju, yaaaa jangan sekolah disini.
Pertanyaan yang harus kita renungkan sekarang, masih perlukah komite sekolah ???

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kegigihan Anik Sriwatiah Berdayakan Mantan …

Hadi Santoso | | 30 May 2015 | 17:29

Ayo Jalan-jalan ke Lapangan Banteng Jakarta! …

Amirsyah | | 30 May 2015 | 16:31

Mini Market Tanpa Miras, Kita Lihat …

Kompasiana | | 30 May 2015 | 18:33

Fenomena Gelombang Panas, Saatnya …

Alifiano Rezka Adi | | 30 May 2015 | 18:04

Sambutlah: Kompasiana Baru 2015 yang Lebih …

Kompasiana | | 20 May 2015 | 19:02


TRENDING ARTICLES

Menpora & PSSI, Silahkan Menikmati …

Djarwopapua | 7 jam lalu

Kesamaan Sepp Blatter dan PSSI: Jokowi Tak …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Ini Alasan Wapres JK Membela Budi Waseso …

Abd. Ghofar Al Amin | 10 jam lalu

Gagasan Khilaf Khilafah …

Iqbal Kholidi | 15 jam lalu

Salah Membaca Gestur, Calon Doktor Itu …

Muhammad Armand | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: