Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Dularnowo

hanya manusia biasa yang tidak luput dari salah, dan sedang berusaha untuk menjadi sabar

Masih Perlukah Komite Sekolah ??

REP | 23 July 2012 | 12:51 Dibaca: 264   Komentar: 4   0

Ketika memasukkan anak kita ke sekolah, pasti kita berhadapan dengan apa yang dinamakan “Komite Sekolah” sebelum kita ketemu dengan jajaran pengelola pembelajaran yang ada di sekolah.
Awalnya kita merasa bahwa mereka adalah “wakil kita” dalam memperlancar proses belajar anak kita di sekolah, karena sering disebut bahwa Komite Sekolah adalah gantinya BP3.
Kenyataan yang kita terima saat kita berjumpa dengan Komite Sekolah, yang ada adalah penyampaian hitungan - hitungan tentang ¬†jumlah kebutuhan yang harus kita bantu supaya anak kita nyaman dalam mengikuti ¬†proses belajar. Jangan kaget, apa kebutuhan yang harus kita cukupi adalah “keinginan sekolah” yang meminjam tangan Komite Sekolah untuk dipenuhi. Kita harus bilang “ya”, karena kita butuh anak kita sekolah
Mulai dari kelengkapan komputer, memberi insentif guru yang mengajar diluar jam mengajar dan lain lain , dan lain lain.
Komite sekolah akan menentukan berapa SPP yang harus kita bayar, berapa sumbangan gedung yang harus kita bayar. . . . . . . dengan enteng.
Saya sendiri punya pengalaman menjadi pengurus BP3 di sebuah sekolah favorit di kota saya. Bisa dibayangkan, setiap rapat, dimeja saya pasti sudah ada kue, rokok, permen, . . . . . . . dan amplop, ditambah bebas bayar SPP.
Saya sekarang jadi berfikir, wajib belajar yang 9 tahun, artinya semua anak di Indonesia harus mempunyai pendidikan dasar setingkat SMP, tapi mengapa harus dibebani dengan biaya ?? Bukankah sekarang sudah ada BOS ??
Komite Sekolah ternyata berperan dalam mahalnya biaya pendidikan di Indonesia. Fungsi mereka jadi berubah drastis, bukan lagi sebagai perpanjangan tangan orang tua murid, tetapi sebagai “pemaksa” yang harus diikuti keputusannya dengan aklamasi.
Apalagi kalau sampai ada kesepakatan : Kalau nggak setuju, yaaaa jangan sekolah disini.
Pertanyaan yang harus kita renungkan sekarang, masih perlukah komite sekolah ???

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengintip Penambangan Batu Mulia Indocrase …

Syukri Muhammad Syu... | | 01 February 2015 | 11:47

Bedanya Menyisihkan dengan Menyisakan (Uang) …

Rokhmah Nurhayati S... | | 01 February 2015 | 09:26

Telisik Dirilah saat Anak Membangkang! …

Muhammad Armand | | 01 February 2015 | 14:14

Mengejar Jodoh Ala Anak Muda Saudi …

Mariam Umm | | 31 January 2015 | 19:56

Anggota DPR Dilarang “Ngartis”, …

Kompasiana | | 30 January 2015 | 12:24


TRENDING ARTICLES

Mitologi Jawa dalam Kepemimpinan Jokowi …

Musri Nauli | 17 jam lalu

Sebab Senyapnya KMP di Kegaduhan …

Pebriano Bagindo | 19 jam lalu

Titik Temu, Catatan Kritis untuk Mata Najwa …

Mahi Baswati | 23 jam lalu

Siapa Adu Domba Jokowi dan Megawati? …

Nusantara Link | 31 January 2015 15:16

Menyorot Sisi Humanitas Kisruh Sawito, Samad …

Nararya | 31 January 2015 14:19


Subscribe and Follow Kompasiana: