Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Wiro

Bermanfaat buat orang banyak

Asyiik!! Guru Honorer Mendapat Tunjangan Kesejahteraan

REP | 31 July 2012 | 17:29 Dibaca: 2304   Komentar: 4   4

1343711705463140165

Ilustrasi foto | sumber :beritajakartadotcom

Sebagai guru yang tidak tetap yang belum berstatus minimal sebagai calon pegawai negeri sipil dan digaji per jam pelajaran. Seringkali mereka digaji secara sukarela dan bahkan di bawah gaji minimum yang telah ditetapkan secara resmi. Secara kasat mata, mereka sering nampak tidak jauh berbeda dengan guru tetap, bahkan mengenakan seragam pegawai negeri sipil layaknya seorang guru tetap. Pada umumnya, Guru honorer menjadi tenaga sukarela demi diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil ataupun sebagai penunggu peluang untuk lulus tes calon pegawai negeri sipil formasi umum.

Saya sendiri pernah merasakan menjadi guru honorer atau guru pembantu di Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA) dengan bayaran secara sukarela, tapi saya senang pada saat itu bisa berbagi pengalaman ilmu dan pengetahuan saya kepada murid-murid yang saya ajar. walaupun tidak lama, karena Sekolah tersebut mau diangkat menjadi sekolah percontohan atau sekolah Internasional jadi guru pengajarnya harus berpendidikan formal minimal Sarjana, sedangkan saya pada saat itu belum memiliki pendidikan sarjana mau tidak mau keinginan saya untuk mengajar harus tertunda terlebih dahulu.

Saat ini ada kabar gembira untuk Guru honorer di DKI Jakarta, mulai September 2012 akan mendapatkan tunjangan kesejahteraan yang memadai. sambil menunggu secara bertahap diangkat menjadi PNS penuh. Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, saat memberikan sambutan dalam sebuah acara seminar di Jakarta.Rabu, 4Juli 2012.

Selain mendapat tunjangan kesejahteraan, Beliau juga meminta sertifikasi guru terus dilanjutkan dan pemberian Beasiswa kepada guru yang akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang S3. Yayasan Beasiswa Jakarta milik pemrov DKI Jakarta sudah siap memberikan beasiswa bagi guru- guru yang ingin mengambil gelar tersebut .“ Jakarta tidak punya sumber daya alam, selain sumber daya manusia,” Pungkasnya. Kutipan: tribunnews.com

Fauzi Bowo mengatakan  tunjangan yang akan diberikan pada guru honorer ini berlaku untuk guru honorer yang sudah mengajar sejak 3 Januari 2005 dan mereka yang berada di kategori 2.

Besaran tunjangan yang akan diberikan adalah sebesar Rp 400 ribu per bulan. Fauzi Bowo menyadari kebijakan pengangkatan guru honorer untuk diangkat menjadi PNS  ada di tingkat pusat. Untuk itu dirinya berharap melalui pemberian tunjangan ini, kesejahteraan guru honorer bisa di tingkatkan.

Semuanya itu, bukti keseriusan pemprov DKI Jakarta dalam program peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan para guru. Karena sudah sepatutnya guru diberikan kesejahteraan lebih , sebab dengan begitu guru-guru bisa fokus dalam mengajarnya.

Menurut Fauzi Bowo untuk saat ini Gaji dan tunjangan guru yang berada di Jakarta masih terbesar di banding guru-guru di daerah atau luar DKI Jakarta.

Fauzi Bowo juga mengingatkan kepada warga agar jangan sampai ada anak yang putus sekolah, sebab untuk wajib sekolah 9 tahun. Pemprov DKI Jakarta telah memberikan Gratis kepada warganya. Selain itu Pemprov DKI juga segera programkan untuk wajib belajar 12 Tahun buat warga DKI Jakarta.

Pendidikan merupakan kewajiban yang harus dimiliki bagi semua warga baik memilih sekolah umum maupun kejuruan, khusus sekolah kejuruan anak akan langsung mendapatkan keterampilan khusus dan siap mamasuki dunia kerja, Sudah sepatutnya Pemprov DKI Jakarta mensejahterakan Guru dan memberikan layanan gratis sekolah bagi warganya.***

Salam Guru Honorer.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemangsa Anak-anak Sasar Sekolah-sekolah …

Jonas Suroso | | 24 April 2014 | 01:14

“Blocking Time” dalam Kampanye …

Ombrill | | 24 April 2014 | 07:48

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 7 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 8 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 9 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 10 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: