Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Icha_nors

Berhenti melihat jam/waktu dan mulai melihat dengan mata

Kurikulum PAUD, Apa dan Bagaimana

OPINI | 03 August 2012 | 13:20 Dibaca: 9900   Komentar: 14   3

Kamis kemarin, saat mengikuti pertemuan /rapat penyusunan kurikulum PAUD non formal yang diselenggarakan Himpaudi ada semacam kekagetan dari dalam hati, ternyata ada bahkan banyak PAUD yang asal berdiri tanpa disertai tenaga pendidik dan kependidikan yang berbekal pengetahuan tentang ke-PAUD-an.

Yang mengenaskan ada banyak dari mereka juga tidak tahu bagaimana membuat silabus dan rencana kegiatan pembelajaran bulanan atau promes. Lalu selama ini kalau mengajar dan masuk kelas bagaimana? Bagaimana managemen/pengelolaan kelasnya? Rupanya mereka tidak pernah membuat RKH (Rencana Kegiatan Harian) atau kalau di tingkat sekolah (SD, SMP,SMA) bernama RPP.

Bukan bermaksud pamer dan menjelek-jelekkan pengelola yg kurang memahami hakikat kurikulum,, saya ingin berbagi dari sedikit pengetahuan yang saya miliki, dengan harapan bisa bermanfaat bagi sesama pendidik PAUD.

Pada mulanya istilah kurikulum digunakan bukan dalam bidang pendidikan, tapi dalam dunia olahraga. Curriculum (dalam bahasa Yunani) dari kata Currir yang berarti pelari. Dan Curere yang berarti tempat berpacu. Mengambil dari istilah ini curriculum adalah suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari sehingga sampai pada garis finish yang ditentukan.

Jadi kurikulum, sebagai program pendidikan, berfungsi sebagai pedoman umum dalam penyelenggaraan system pendidikan. Kurikulum memuat garis-garis besar program kegiatan yang harus dilakukan setiap penyelenggara pendidikan, antara lain tujuan pendidikan sebagai sasaran yang harus diupayakan untuk dicapai atau direalisasikan , pokok-pokok materi, bentuk kegiatan dan kegiatan evaluasi.

Apabila kurikulum dimaknai dari sudut pandang yang luas maka program pendidikan di PAUD tidak hanya mengatur dan menentukan tema kegiatan belajar, tapi juga menyajikan bagaimana program pendidikan Anak Usia Dini menyediakan berbagai sarana dan fasilitas untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara wajar dan optimal, seperti tersedianya sarana bermain dan berbagai alat permainan.

Dalam melaksanakan setiap kegiatan pembelajaran sebagai aktualisasi kurikulum, para pendidik harus terlebih dahulu memahami, menghayati dan menjiwai tujuan pendidikan lembaganya masing-masing. Hal ini penting agar setiap aktivitas yang dilaksanakan sesuai dan menyokong pada upaya pencapaian tujuan lembaga.

Penyelenggaraan PAUD difokuskan pada peletakan dasar-dasar pengembangan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan daya cipta sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya.

Depdiknas menetapkansejumlah kriteria dalam memilih dan menentukan bahan atau isi kurikulum sebagai berikut:

· Sahih (valid), artinya bahwa materi yang diberikan harus benar-benar teruji kebenarannya dan memenuhi unsure aktualitas, sehingga tidak ketinggalan zaman.

· Tingkat Kepentingan, isi yang biberikan memang betul-betul dirasakan pentingnya dipelajari oleh siswa dalam rangka membekali kompetensi untuk diaktualisasikan dalam kehidupan nyata sehari-hari.

· Kebermaknaan, materi yang dipelajari siswa memiliki makna yang luas dan mencakup kepentingan kemampuan akademis maupun non akademis.

· Layak dipelajari, dilihat dari tingkat kesulitan materi memiliki kelayakan yng tinggi untuk dipelajari siswa,

· Menarik minat, materi harus menarik minat sehingga siswa termotivasi untuk mempelajarinya baik secara individual maupun kelompok dan klasikal.

Penyelenggaraan PAUD merupakan pendidikan prasekolah, maka struktur keurikulum di PAUD disebut dengan Program Kegiatan Belajar yang mencakup berbagai bidang pengembangan.

Struktur Kurikulum PAUD

Kelompok Usia 4-6 tahun

NO

Program Kegiatan Belajar

Alokasi Waktu

1

Pengembangan Pembentukan Perilaku melalui pembiasaan

2

Pengembangan Kemampuan Dasar

Alokasi Waktu

15 jam(900menit)/minggu

Sumber: Puskur, Depdiknas 2004

Kedua program kegiatan di PAUD merupakan pedoman umum bagi guru untuk selanjunya di kembangkan ke dalam topik-topik pembelajaran yang menyenangkan sesuai dengan taraf perkembangan dan taraf pertumbuhan anak.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalahkan Norwich, Liverpool Kian Dekat …

Achmad Suwefi | | 20 April 2014 | 19:54

Ketagihan “Pecel Senggol” …

Hendra Wardhana | | 20 April 2014 | 16:01

Kebijakan Mobil LCGC Yang Akhirnya Membebani …

Baskoro Endrawan | | 20 April 2014 | 13:30

My Mother Is…? …

Salmah Naelofaria | | 20 April 2014 | 15:03

[Puisi Kartini] Petunjuk Akhir Event Puisi …

Fiksiana Community | | 20 April 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Awas Pacaran Sama Bule Player! Tips dari …

Cdt888 | 8 jam lalu

Mari Jadikan Sekolah Benar-Benar Sebagai …

Blasius Mengkaka | 10 jam lalu

Hargai Pilihan Politik Warga Kompasiana …

Erwin Alwazir | 10 jam lalu

Mandi Air Soda di Kampung, Ajaib! …

Leonardo Joentanamo | 12 jam lalu

Prediksi Indonesian Idol 2014: Virzha …

Arief Firhanusa | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: