Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Julian Cholse

I'm The man of value www.juliancholse.tk

Mengejar Cumlaude atau mengejar kelulusan ?

OPINI | 04 August 2012 | 16:41 Dibaca: 4375   Komentar: 6   0


Lulus dengan Cumlaude

Apa anda sedang galau menentukan kelulusan anda? Itu hal biasa dalam menentukan pilihan hidup. Mengapa saya mengatakan pilihan hidup? Ketika kamu lulus dengan predikat cumlaude maka akan timbul sendiri perasaan bangga terhadap diri sendiri. Namun hal tersebut tak akan berlaku bagi beberapa orang yang menanggap predikat cumlaude hanyalah capaian yang biasa, asalkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) diatas 3 sudah sangat bagus.

Beberapa hal yang memengaruhi orang yang beranggapan cumlaude adalah keharusan sebagai berikut :

a. Tantangan awal sebelum menuju dunia kerja adalah mengejar cumlaude, jika cumlaude saja tidak

tersampaikan bagaimana bisa menghadapi dunia kerja

b. Terdapat perasaan gensi baik yang di akibatkan oleh temannya, pacarnya, kakak nya atau hal-hal lain          yang   telah mendapatkan predikat lulus dengan capaian cumlaude.

c. Terdapat paksaan dari anggota keluarga (walau biasanya hal ini tidak secara langsung)

Sedangkan beberapa hal yang memengaruhi orang yang beranggapan cumlaude adalah hal biasa sebagai berikut:

a. Perkulihan adalah media pembelajaran untuk menjalani dunia yang sesungguhnya, karena itu cumlaude bukan penentu masa depan nantinya.

b. Orang-orang tipe ini pun beranggapan cumlaude tidak akan berguna jika hanya menjadi mahasiswa “Kupu-Kupu” (kuliah pulang).

c. Lebih berharga mempunyai IPK 2.75 atau 3 asalkan menjadi mahasiswa Kura-kura (kuliah rapat) yang mempunyai banyak pengalaman untuk dunia kerja.

Jika memerhatikan poin-poin diatas adakalanya benar di satu pihak dan salah dipihak lain dan sebaliknya. Kertika saya yang menganggap cumlaude adalah keharusan namun disatu pihak saya mempunyai kesamaan dengan poin-poin yang diutarakan mereka yang menggangap cumlaude adalah hal biasa, disitulah awal mula kebimbangan anda untuk memilih. Hal yang harus anda lakukan adalah meyakinkan diri anda dengan menanyakan pendapat dari orang-orang yang anda anggap tepat dan menghitung biaya-biaya yang anda keluarkan untuk mengejar cumlaude, kecuali cumlaude anda tidak memerlukan biaya tambahan artinya anda memperoleh cumlaude sesuai dengan waktunya (tidak mengulang matakuliah yang mempunyai nilai jelek akibatnya menambah waktu dan biaya).

Berikut ilustrasi mengejar cumlaude yang menghabiskan ekstra biaya (berdasarkan aturan perkulihaan di Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta)

Sesuai dengan peraturan yang baru KKN bisa di tempuh dengan syarat lulus 121 SKS dan KKN diadakan 2 x dalam setahun pada akhir semester setiap tahunnya dengan jumlah sks 2. Skripsi tidak bisa mengulang mata kuliah. Wisuda akan diadakan 4 x dalam setahun masing-masing 23 Februari, 1 Juni, 31 Agustus, 24 November.

1) Mr. Julian berada pada semester 6, mempunyai IPK 3.55 dan memiliki 2 nilai C, ia binggung menentukan apakah semester 7 dia akan mengulang 2 matakuliah C nya agar memperoleh predikat cumlaude atau melanjutkan skripsi dengan predikat dengan pujian. Jika ia memilih skripsi pada semester ini, kemungkinan lulus februari sangat dimungkinkan dan wisuda juni, jika dia memutuskan untuk mengulang nilai C nya kemungkinan kecil untuk lulus april dan wisuda juni mungkin juga. Namun kemungkinan besar wisuda Akhir Agustus.

Jika Julian mengejar cumlaude mari kita hitung biaya ekstra yang dikeluarkan demi 2 nilai C nya.

SPP tetap di UAJY (angkatan 09) Rp. 2.200.000,-

SPP variable 6 sks (2 matakuliah yang di ulang masing-masing 3 sks) = Rp660.000,-

Dengan demikian biaya tambahan yang harus dikeluarkan Julian Rp2.860.000,- hal yang fantastis bukan?? Dengan uang demikian bisa memperoleh pelatihan-pelatihan yang notabanenya lebih penting dari hanya sekedar nilai diatas kertas.

2) Ms Cely berada pada semester 6, mempunyai IPK 3.49 dan memiliki 3 nilai C, ia telah mencukupi mengambil KKN semester 7 ia mempunyai sisa matakuliah 15 SKS ditambah dengan 3 nilai C dengan bobot 9 SKS maka total 24 sks. Ia bimbang memilih antara cepat lulus atau cumlaude. Jika ia ingin cepat lulus maka dia harus mengornbankan 1 nilai C nya karena SKS untuk KKN adalah 2 jadi total 15 sks + 6 sks (matakuliah mengulang) + 2 sks (KKN) = 23 SKS. Dengan demikian ia bisa KKN pada Januari 2013 dan bisa wisuda awal Juni (walau kemungkinannya kecil, kemungkinan besar akhir agustus).

Jika ia memilih untuk cumlaude maka ia akan KKN bulan Juli 2013, dan wisuda paling cepat akhir November dan besar kemungkinan wisuda akhir februari, ini bisa saja terjadi karena memang mebuat skripsi tidak mudah.

Mari kita hitung biaya tambahan yang akan ia keluarkan untuk mengejar cumlaude :

SPP tetap di UAJY (angkatan 09) Rp. 2.200.000,-

SPP variable 3 sks (1 matakuliah yang di ulang) = Rp330.000,-

SPP variable 6 sks (melanjutkan skripsi lama jika tidak lulus sampai dengan agustus 2013) =

Rp660.000,-

Jadi total biaya yang harus dikorbankan untuk mengejar cumlaude bagi Cely adalah Rp3.190.000,- angka ini lebih fantastis lagi teman, belum lagi waktu yang anda keluarkan, opportunity cost juga perlu dipertimbangkan masak-masak.

Ingat teman segala sesuatunya ada di tanganmu, apapun keputusanmu pastikan itu adalah keputusan yang terbaik bagimu. Perhatikan ilustrasi IPK berikut :

a. IPK 3.50 – 4.00 dapat melamar 100 % Pekerjaan

b. IPK 3.00 – 3.49 dapat melamar 75 % Pekerjaan

c. IPK 2.50 – 2.95 dapat melamar 50 % Pekerjaan

d. IPK 1.00 – 2.49 mengatar teman melamar pekerjaan.

Mengapa poin D demikian? karena biasaya syarat kelulusan dengan IPK minimum 2.50, namun tentunya hal diatas tidak mutlak benar ingat IPK bukan segalanya. Tantangan kedepan masih banyak yang menanti dirimu teman. Persiapkanlah dirimu dengan sejumlah pengalaman-pengalaman berharga softskill dalam dirimu bukan hanya sekedar hitam diatas kertas yang mengatakan dirimu CUMLAUDE dengan mengorbankan jutaan uang dan waktu untuk memperolehnya.

Salam

Julian–

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ratusan Ribu Hingga Jutaan Anak Belum Dapat …

Didik Budijanto | | 31 July 2014 | 09:36

Akh Jokowi? Kita Lihat Dulu Deh Kabinetnya …

Ian Wong | | 31 July 2014 | 08:18

Menghakimi Media …

Fandi Sido | | 31 July 2014 | 11:41

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Teman Saya Pernah Dideportasi di Bandara …

Enny Soepardjono | | 31 July 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 7 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 7 jam lalu

Revolusi Mental Pegawai Sipil Pemerintah …

Herry B Sancoko | 11 jam lalu

Misteri Matinya Ketua DPRD Karawang …

Heddy Yusuf | 12 jam lalu

Jokowi Menipu Rakyat? …

Farn Maydian | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: