Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Poernamasyae

dibilang panasbung sama pasukan nasi bungkus (beneran) yang tak terverifikasi di kompasiana hahahahaha

Komite Sekolah Bubarkan Saja

OPINI | 07 August 2012 | 22:35 Dibaca: 931   Komentar: 4   2

Komite Sekolah merupakan wujud pemberdayaan masyarakat dalam persekolahan. Tugasnya adalah pada aspek Perencanaan, Pengawasan dan Evaluasi Program (UU Sisdiknas Pasal 56 ayat 1). Apabila Komite Sekolah anda tidak terlibat dalam perencanaan sekolah, pengawasan sekolah dan evaluasi program sekolah, maka Komite Sekolah anda layak dibubarkan…

Pembentukan Komite Sekolah menurut Modul Pemberdayaan Komite Sekolah (yang diterbitkan oleh Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendiknas tahun 2006) harus berdasarkan prakarsa masyarakat yang peduli kepada sekolah, dan memuat prinsip Transparan, Akuntabel, dan Demokratis. Apakah pemilihan anggota Komite Sekolah seperti itu di sekolah anak anda? Kalau tidak, maka menambah alasan untuk pembubaran Komite Sekolah.

Keberadaannya secara hukum dijamin melalui Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan peraturan turunannya yaitu Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

Pembentukan komite sekolah sementara ini masih banyak yang jauh dari kesesuaian dengan keinginan yang terkandung dalam peraturan pemerintah.

Sampai saat ini, Dewan Pendidikan Nasional belum terbentuk, pemerintah memberikan kesempatan bagi warga masyarakat yang memenuhi kriteria untuk mencalonkan diri menjadi anggota Dewan Pendidikan Nasional. Dewan Pendidikan tingkat Propinsi sudah banyak terbentuk, menurut penelusuran saya.

Ide Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan, ditambah lagi pengelolaan guru dan pendidikan yang menjadi urusan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melalui kebijakan Otonomi Daerah, membuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Komite Sekolah ikut carut marut. Ditambah lagi aspek politik membuat pengelolaan pendidikan menjadi kurang professional. Misalkan pejabat Kepala Dinas Pendidikan di daerah, bisa jadi adalah sarjana teknik atau lainnya yang diangkat menjadi pejabat oleh kepala daerah yang diangkat melalui jalur politik.

Sekedar usulan, menurut saya Komite Sekolah dikembalikan saja kepada para anggota komite sekolah. Biarkan mereka membentuk organisasi tingkat daerah dan tingkat nasional yang mengurus kepentingan sekolah. Itu saja, tidak usah terlalu muluk-muluk dengan istilah kerjasama dengan masyarakat, menampung aspirasi masyarakat, mediator dengan anggota Parlemen. Sepertinya hal tersebut akan tumpang tindih dengan stakeholder pendidikan lainnya.

Pemerintah hanya sebagai pembina dari organisasi komite sekolah se Indonesia ini. Tentunya dengan memberikan bantuan dana yang tidak mengikat. Organisasi ini harus mempunyai AD/ART yang mengacu kepada Tujuan Awal Pendirian Komite Sekolah. Sehingga politisasi organisasi bisa dihindarkan.Organisasi ini memiliki kegiatan seputar manajemen sekolah, tidak terlalu muluk-muluk. Dan mempunyai pengurus Asosiasi Komite Sekolah tingkat Propinsi serta Kabupaten Kota yang murni dari anggota masyarakat dan orangtua /wali siswa, bukan partisan partai politik atau LSM.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: