Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Poernamasyae

write a post and the post write you

Komite Sekolah Bubarkan Saja

OPINI | 07 August 2012 | 22:35 Dibaca: 938   Komentar: 4   2

Komite Sekolah merupakan wujud pemberdayaan masyarakat dalam persekolahan. Tugasnya adalah pada aspek Perencanaan, Pengawasan dan Evaluasi Program (UU Sisdiknas Pasal 56 ayat 1). Apabila Komite Sekolah anda tidak terlibat dalam perencanaan sekolah, pengawasan sekolah dan evaluasi program sekolah, maka Komite Sekolah anda layak dibubarkan…

Pembentukan Komite Sekolah menurut Modul Pemberdayaan Komite Sekolah (yang diterbitkan oleh Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendiknas tahun 2006) harus berdasarkan prakarsa masyarakat yang peduli kepada sekolah, dan memuat prinsip Transparan, Akuntabel, dan Demokratis. Apakah pemilihan anggota Komite Sekolah seperti itu di sekolah anak anda? Kalau tidak, maka menambah alasan untuk pembubaran Komite Sekolah.

Keberadaannya secara hukum dijamin melalui Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan peraturan turunannya yaitu Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

Pembentukan komite sekolah sementara ini masih banyak yang jauh dari kesesuaian dengan keinginan yang terkandung dalam peraturan pemerintah.

Sampai saat ini, Dewan Pendidikan Nasional belum terbentuk, pemerintah memberikan kesempatan bagi warga masyarakat yang memenuhi kriteria untuk mencalonkan diri menjadi anggota Dewan Pendidikan Nasional. Dewan Pendidikan tingkat Propinsi sudah banyak terbentuk, menurut penelusuran saya.

Ide Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan, ditambah lagi pengelolaan guru dan pendidikan yang menjadi urusan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melalui kebijakan Otonomi Daerah, membuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Komite Sekolah ikut carut marut. Ditambah lagi aspek politik membuat pengelolaan pendidikan menjadi kurang professional. Misalkan pejabat Kepala Dinas Pendidikan di daerah, bisa jadi adalah sarjana teknik atau lainnya yang diangkat menjadi pejabat oleh kepala daerah yang diangkat melalui jalur politik.

Sekedar usulan, menurut saya Komite Sekolah dikembalikan saja kepada para anggota komite sekolah. Biarkan mereka membentuk organisasi tingkat daerah dan tingkat nasional yang mengurus kepentingan sekolah. Itu saja, tidak usah terlalu muluk-muluk dengan istilah kerjasama dengan masyarakat, menampung aspirasi masyarakat, mediator dengan anggota Parlemen. Sepertinya hal tersebut akan tumpang tindih dengan stakeholder pendidikan lainnya.

Pemerintah hanya sebagai pembina dari organisasi komite sekolah se Indonesia ini. Tentunya dengan memberikan bantuan dana yang tidak mengikat. Organisasi ini harus mempunyai AD/ART yang mengacu kepada Tujuan Awal Pendirian Komite Sekolah. Sehingga politisasi organisasi bisa dihindarkan.Organisasi ini memiliki kegiatan seputar manajemen sekolah, tidak terlalu muluk-muluk. Dan mempunyai pengurus Asosiasi Komite Sekolah tingkat Propinsi serta Kabupaten Kota yang murni dari anggota masyarakat dan orangtua /wali siswa, bukan partisan partai politik atau LSM.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 2 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 8 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 12 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 12 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

UU di Jadikan Pajangan …

Nurma Syaidah | 7 jam lalu

Tetap Semangat Saat Melakukan Perjalanan …

Vikram - | 7 jam lalu

Cas, Cis, Cus Inggris-Ria, Pedagang Asong di …

Imam Muhayat | 8 jam lalu

Libatkan KPK Strategi Jokowi Tolak Titipan …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Aku dan Siswaku …

Triniel Hapsari | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: