Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Dimyat Aa Dym

Seorang guru dan pendidik di sekolah yang telah mengabdikan dedikasinya untuk tunas-tunas bangsa lebih dari selengkapnya

Agar Pesantren Kilat Ramadhan Tidak Menotondan Membosankan

REP | 09 August 2012 | 08:50 Dibaca: 6336   Komentar: 0   0

13444587141272641563

MENTORING AGAMA ISLAM BISA MEMBERDAYAKAN ALUMNI SEKOLAH

Pesantren kilat atau SANLAT yang menjamur pada bulan suci Ramadhan seperti sekarang ini pada intinya adalah bagian dari optimalisasi ibadah puasa wajib yang dilaksanakan pada bulan suci seperti sekarang ini. Agar puasa yang kita lakukan sebagai orangtua atau orang dewasa dan yang mereka kerjakan mulai dari mulai anak-anak TK, pelajar SD, SMP dan SMA, para pemuda dan remaja islam dimana saja mereka berada memiliki nilai tambah sehingga puasa mereka bukanlah puasa yang hampa, akan tetapi menjadi puasa yang bermakna dan berlimpah pahala.

Sehingga apa yang pernah disabdakan oleh Rosulullah SAW kepada sahabatnya itu benar-benar terlaksana pada saat kita puasa seperti sekarang ini, yaitu “Man Shoma Romadhona Imanan Wahtisabah Ghufirolahu Mataqoddama Mindanbihi” yang artinya barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan perhitungan/evaluasi maka pasti Allah SWT akan mengampuni dosanya termasuk dosa-dosanya yang telah lalu”.

Begitu juga Rosulullah pernah menyampaikan sabdanya kepada sahabat-sahabatnya bahwa ketika bulan puasa tiba kita harus berhati-hati, mempunyai sikap antisipasi dan waspada agar puasa yang kita lakukan seperti saat ini janganlah sia-sia belaka, hanya sekedar menahan lapar, haus dan dahaga saja, yaitu : “Kam min shoimin laisa lahu min syiamihi illal juu’I wal ‘athosi“ yang artinya betapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak memperoleh apa-apa kecuali hanya sekedar merasakan lapar dan haus semata”, na’udzubillahi min dzalik.

Ada suatu nilai tambah atau kelebihan apabila yang melaksanakan SANLAT itu adalah institusi sekolah atau lembaga pendidikan formal lainnya dimana lembaga ini memiliki otoritas institusi untuk mengatur peserta didiknya sesuai dengan visi pendidikan yang dimiliki oleh sekolah tersebut. Maka pelaksanaan sanlat bukanlah perkara yang susah karena pesertanya sudah jelas, tidak seperi di lingkungan masyarakat seperti DKM Masjid atau Rohani Islam RT/RW yang menyelenggarakan SANLAT untuk mendapatkan peserta yang banyak maka perlu bekerja keras.

Untuk itu agar pelaksanaan SANLAT lebih efektif dan mengena kepada tujuan dan sasaran utamanya maka panitia SANLAT perlu memperhatikan hal-hal berikut antara lain : tujuan, waktu, pembicara/narasumber, materi/silabus/kurikulum, strategi/metode/media, dan sarana pendukung lainnya. Untuk itu diperlukan tim yang solid dan kuat agar sanlat berjalan efektif, bermanfaat dan mengenai sasaran atau sampai pada tujuan.

Sanlat yang dilakukan oleh teman kita di LPIT Thariq Bin Ziyad Bekasi Jawa Barat (Tgl 3-8 Agustus 2012) bisa dijadikan contoh atau model bagi lembaga lainnya yaitu dalam mengelola dan mengemas strategi pembelajaran SANLAT para siswanya, lembaga ini kedatangan para alumninya yang sudah melanjutkan sekolah di Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat. Para tamu alumni tersebut dengan rela menjadi mentor dan instruktur SANLAT bahkan lebih dari itu mereka pun menyumbangkan sebagian rizkinya untuk santunan anak yatim dan dhuafa.

Selain itu agar kegiatan sanlat lebih efektif dan tepat sasaran dalam menyusun materi, metode dan media pembelajaran SANLAT dikemas sedemikian rupa sehingga menarik, menantang dan penuh dengan inspirasi atau pengalaman, sebagai contoh ketika penanaman atau internalisasi nilai keimanan dan ketaqwaan tidak hanya dilakukan dengan metode ceramah tetapi bervariasi yaitu ada nasyid, drama/bermain peran, pemutaran film dll. Selain itu Sanlat di LPIT Thariq Bin Ziyad terdiri dari Sanlat SDIT Kls 1-2, Kls 3-4, Kls 5-6, Sanlat SMPIT, Sanlat SMAIT . Durasi waktunya masing-masing berbeda sesuai dengan jenjangnya. Selain itu pembicara atau narasumber Sanlat selain dari guru sebagai pembimbing dan pengawas Sanlat juga melibatkan dari luar, dan dari tahun ke tahun selalu ditingkatkan.

Apa yang dilakukan oleh alumni SDIT Thariq Bin Ziyad bersama timnya sebanyak 25 orang, mereka adalah Pelajar Tsanawiyah Husnul Khotimah Kuningan dalam mengisi SANLAT adik kelasnya ternyata merupakan tugas terstruktur dari sekolahnya. Hal ini disampaikan Ananda Kholid sebagai Koordinator tim 25 tersebut, bahwa tujuannya adalah pertama silaturahim, kedua adalah dalam rangka dakwah islam, dan dalam rangka mencari pengalaman dalam membina para pelajar terutama adik-adik kelas kami di SDIT Thariq Bin Ziyad.

Ahda Sabila salah satu peserta Sanlat Kls 5 dan 6 yang mentoringnya diisi oleh Ananda kholid dkk mengaku dengan diisi oleh alumni ia merasa lebih senang dan gembira karena bertemu dengan orang baru, merasakan hubungan yang hangat seperti dengan kaka sendiri, lebih enak dan berbeda dengan Sanlat tahun lalu Sanlat sekarang lebih asyik dan menyenangkan.

Sementara Ust M Shofwan selaku ketua Panitia Syiar Ramadhan mengaku bahwa dengan adanya alumni sebagai mentor dalam Sanlat kali ini bukan berarti guru sama sekali tidak terlibat, akan tetapi tetap mensuport pelaksanaan Sanlat itu sendiri, baik itu untuk mengarahkan siswa-siswinya (siswa junior)  maupun mentornya (siswa senior) sehingga mereka bisa saling belajar.

Kegiatan seperti ini dalam kegiatan Sanlat bisa menambah gairah bagi kedua belah pihak sehingga kegiatan Sanlat tidak menoton dan membosankan. Wallahu a’lam.

1344457829274146586

DENGAN ALUMNI MEREKA LEBIH BERDAYA DAN BERGAIRAH

[DM]

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Supermaterial yang Akan Mengubah Wajah Dunia …

Rahmad Agus Koto | | 23 November 2014 | 11:02

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 8 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 16 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 18 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


HIGHLIGHT

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | 10 jam lalu

Di bawah Alunan Malam …

Arrizqi Titis Anugr... | 11 jam lalu

Cenderamata Kompasianival 2014 …

Mabate Wae | 11 jam lalu

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | 11 jam lalu

Benarkah Reformasi Birokrasi Harus Dipaksa? …

Efendy Naibaho | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: