Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Kuda Kelana

Jayapura tetap Indonesia yang ingin merasakan kemerdekaan

Lalu Apa Setelah Idul Fitri?

OPINI | 21 August 2012 | 15:39 Dibaca: 110   Komentar: 8   0

Bergabung dengan kompasiana selama beberapa hari memberikan banyak kesan. Banyak orang yang berbagi ilmu, berbagi kekayaan intelektualnya kepada sesama kompasiana.

Idul Fitri memberikan harapan munculnya tatanan sikap yang baru, sebagai hasil dari mati raga yang telah dilakukan selama satu bulan penuh. Diharapkan kualitas puasa berbanding lurus dengan kualitas sikap paska puasa. Rahmat idul fitri seharunya menjadi rahmat yang bisa dirasakan oleh berbagai suku, agama, ras, dan antargolongan.

Meski demikian saya sempat prihatin dengan beberapa postingan di kompasiana yang mengindikasikan adanya sikap baru yang berkebalikan dengan semangad perdamaian dan keberagaman sebagai hasil dari idul fitri.

Begitu sering di kompasiana ditampilkan tulisan-tulisan informatif tetapi tidak reflektif dan cenderung kontraproduktif. Aroma “menebar” solidaritas antar sesama muslim dengan menonjolkan perilaku beberapa oknum pembenci islam mulai rajin ditampilkan. Di antaranya tentang pameran karikatur di German, peringatan dirusaknya masjidil Aqsa, akun twitter yang menghina islam, dan sebagainya.

Bagi seorang pendidik saya merasa prihatin. Apakah itu buah-buah Idul Fitri yang mulai kita rasakan bersama. Sebagai warga Indonesia saya berharap, buah Idul Fitri adalah semangad cinta kasih, toleransi, dan sikap bijak dalam menulis di kompasiana. Sungguh, kompasiana adalah tempat belajar yang baik untuk memupuk semangad kemuridan.
Salam hangat

Tags: idulfitri buah

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 7 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 13 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 14 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 15 jam lalu

Ini Pilihan Jokowi tentang Harga BBM …

Be. Setiawan | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 8 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 8 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 9 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Marah, Makian, Latah. Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: