Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Wijaya Kusumah

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta selengkapnya

Contoh Teladan dari Nabi Muhammad Untuk Pemimpin yang Baik

REP | 07 September 2012 | 21:49 Dibaca: 6641   Komentar: 9   4

13470108231525141363

Sebenarnya nabi Muhammad SAW telah memberikan contoh teladan untuk menjadi pemimpin yang baik kepada kita semua sebagai umatnya. Beliau memiliki sifat kenabian yang terdiri dari Sidiq (jujur), Tabligh (menyampaikan), Amanah (dapat dipercaya), dan Fathonah (cerdas). Dengan sifat kenabian itu beliau telah banyak memberikan contoh kepada kita untuk menjadi pemimpin atau khalifah yang bermanfaat untuk orang banyak. Tidak  cepat terpancing emosi, sehingga mampu menjadi makhluk yang sabar. Senantiasa menyambung tali silaturahim dan mampu memaafkan orang yang berbuat tidak  baik kepada dirinya.

Nabi Muhammad senantiasa berkata jujur, dan tidak pernah berbohong. Bangsa Arab pada saat itu menjulukinya “al-amin”. Orang yang berkata benar, terhormat, dan dapat dipercaya bicaranya. Hampir dalam setiap perkataannya Rasulullah tidak pernah marah atau benci kepada seseorang. Sifat seperti inilah yang semestinya harus dimiliki oleh para guru kita. Mampu berkata baik atau diam, dan senantiasa mengajak para peserta didiknya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Guru harus mampu berkata dan bertindak jujur kepada para peserta didiknya.

Nabi Muhammad SAW menyampaikan hal-hal baik yang harus dilakukan oleh manusia didunia, seperti memiliki kerendahan hati dan membuang jauh baju kesombongan yang berada di dalam diri. Bahkan beliau pernah menyampaikan untuk senantiasa berguru atau berilmu pengetahuan sampai ke negeri China. Dengan begitu akan banyak umat Islam belajar berbisnis, dan memiliki pengetahuan luas tentang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dipelajari di negeri China. Jadi tidak ada pesan Rasulullah untuk belajar ke negeri Amerika. Beliau berpesan Tuntunlah ilmu ke negeri China yang berada di benua ASIA. Orang china itu terkenal dengan pandai berdagang, sangat ahli di bidangnya, dan mampu mengembangkan bisnis kewirausahaan yang mandiri. Sekaligus mampu mempertahankan bela diri dengan ilmu kungfunya yang hebat.

Di kala orang Indonesia bergantung kepada  jejaring sosial seperti twiter dan facebook, bangsa China mampu membuat sendiri jadi dirinya. Mereka memiliki jejaring sosial tersendiri, dan tidak latah untuk ikut-ikutan memakai produk Amerika. Rasa percaya diri mereka sebagai bangsa sangatlah kuat, dan menjadi contoh bagi negara lainnya. Merekapun mampu mengembangkan teknologinya sendiri, dan mampu meniru produk bangsa lain yang harganya jauh lebih murah dari produk aslinya.

Orang china terkenal dapat dipercaya dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Oleh karenanya sifat amanah atau dapat dipercaya yang dimiliki oleh nabi Muhammad sangat dirindukan oleh umat.

Sebagai seorang pendidik, tentu kita harus mampu menanamkan kejujuran dan kepemimpinan untuk anak didik kita. Mereka harus kita latih dengan penuh keteladanan dan contoh-contoh yang baik. Adanya tawuran antar pelajar saat ini seperti yang terjadi di SMAN 6 Jakarta dengan wartawan adalah contoh nyata bahwa kejujuran dan kepemimpinan belum menjadi fokus utama kita. Mereka harus dilatih jujur, dan mandiri. Mampu mengembangkan minat dan bakatnya. Oleh karena itu tentu mereka sangat memerlukan guru profesional yang layak dan mampu membimbing mereka dengan baik. Guru yang amanah dan dan mampu dipercaya untuk membangun karakter peserta didknya menjadi manusia unggul yang luar biasa.

Pembelajaran haru dilaksanakan dengan suasana menyenangkan, dan siswa merasakan happy berada di dalamnya. Para guru yang menyampaikan ilmunyapun diliputi rasa keihlasan hati yang tinggi. Tanpa happy dan keikhlasan hati, agak sulit materi masuk ke otak siswa. Perlu strategi tersendiri agar suasana pembelajaran berjalan komunikatif dua arah. Guru dan siswa harus sama-sama belajar, dan pembelajaran tidak lagi bersumber kepada guru tetapi kepada siswa. Guru harus mampu menjadi manager dan fasilitator dalam pembelajaran yang menyenangkan.

Sifat amanah adalah kemampuan untuk mampu mengemban kepercayaan agar dapat bertugas sesuai dengan harapan masyarakat. Sifat amanah ini terkadang menjadi kurang terjadi karena lemahnya kejujuran dan korupsi yang dilakukan secara berjamaah. Pada akhirnya, mereka yang jujur menjadi terpinggirkan, dan mereka yang tidak amanah atau tidak jujur justru diberi tempat untuk melakukan niat-niat jahat sehingga merugikan uang negara. Kasus Gayus dan Nazarudin adalah contoh yang tidak baik  di negeri ini, dan membuat kita belajar dari kasus mereka. Sesuatu yang dimulai dari ketidakjujuran, maka akan menuai petaka yang berkepanjangan.

Oleh karenanya pemimpin yang memiliki amanah yang baik dia akan cerdas, dan berusaha sekuat tenaga untuk memakmurkan rakyatnya agar mampu berdikari, dan tidak bergantung kepada orang lain. Pemimpin cerdas adalah pemimpin yang mampu mencari solusi dan mau turun langsung ke bawah mencari tahu akar permasalahan. Para guru harus mampu menjadi pemimpin yang amanah dihadapan para peserta diknya. Dengan begtu ada figur atau imam yang dijadikan tolak ukur para peserta didik dalam bertindak.

Pemimpin yang cerdas basanya kreatif, dan akan mampu melakukan kreativitas untuk mengembangkan daerah yang dipimpinnya menjadi lebih baik dan maju. Perlu terobosan dan inovasi tiada henti agar apa yang dilakukan mampu menyenangkan semua pihak. Khususnya dalam penyiapan SDM unggul yang berkarakter. Dengan begitu akan lahir manusia Indonesia yang unggul dan mampu untuk berkompetisi dengan bangsa lainnya di dunia.

Guru harus cerdas dan memiliki budaya membaca dan meneliti yang kuat. Dengan banyak membaca, maka para guru akan mampu menulis dan mengikat ilmunya. Itulah yang dimaksudkan dengan selaras rasa dan karsa sehingga ilmu dan akhlak mulia dapat terjaga dengan baik. Kecerdasan seorang guru akan berpengrauh banyak kepada kecerdasan peserta didiknya. Guru yang cerdas akan melahirkan peserta didik yang cerdas apabila dalam menyampaikan proses keilmuannya berjalan dengan baik. Tidak melulu catat buu sampai abis, tetapi berusah untuk menjadi guru kreatif dan bukan kognitif. Guru Kognitif cenderung texbook dan kurang berinovasi.

Selain transfer ilmu, guru juga harus mampu menanamkan akhlak mulia kepada para peserta didiknya sehingga mereka mampu menjadi manusia yang berkarakter jujur, dapat dipercaya, bertanggungjawab, dan cerdas. Pendidikan karakter sebenarnya ada dalam diri seorang guru. Bila dia mampu mengembangkan dirinya untuk mampu menjadi tauladan bagi peserta didiknya, saya yakin akan lahir para generasi penerus bangsa yang sangat cinta kepada tanah airnya, dan berusaha keras untuk memajukan negerinya.

Akhirnya sifat kenabian yang telah dicontohkan oleh rasul Muhammad harus menjadi pembelajaran buat kita semua untuk  mampu menjadi manusia atau pemimpin  yang unggul dengan memegang teguh sifat sidiq, tabligh, amanah, dan fathonah (STAF). Dengan begitu akan terlahir generasi penerus bangsa yang hebat, dan mampu untuk mengembangkan dirinya menjadi manusia yang berkarakter dan memiliki kepekaan sosial kepada sesama. Guru harus mampu menyiapkan para calon pemimpin masa depan yang bertanggung jawab, cerdas dan memiliki keluasan ilmu yang tinggi, dan mendalam. Oleh karena itu mari kita pegang terus ajaran agama kita dengan berpegang teguh kepada ajaran al-quran dan al hadist. Dua pegangan utama umat  slam yang harus senantiasa dijaga agar mampu menjadi selaras rasa dan karsa dalam ilmu, dan aklak mulia.

13470112371347808607

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | | 31 October 2014 | 22:32

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | | 31 October 2014 | 08:42

Hati Bersih dan Niat Lurus Awal Kesuksesan …

Agung Soni | | 01 November 2014 | 00:03

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 12:53


TRENDING ARTICLES

Susi Mania! …

Indria Salim | 5 jam lalu

Gadis-Gadis berlagak ‘Murahan’ di Panah …

Sahroha Lumbanraja | 7 jam lalu

Pramugari Cantik Pesawat Presiden Theresia …

Febrialdi | 9 jam lalu

Kerusakan Demokrasi di DPR, MK Harus Ikut …

Daniel H.t. | 10 jam lalu

Dari Pepih Nugraha Untuk Seneng Utami …

Seneng | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 8 jam lalu

Wakatobi, Potongan Surga yang Jatuh ke Bumi …

Arif Rahman | 8 jam lalu

Danau Poso, Keelokannya Melahirkan Rindu …

Jafar G Bua | 9 jam lalu

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 11 jam lalu

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: