Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Putri Widiyas

AKPER POLRI JAKARTA

Pancasila di Hati Malaikat Bangsa

OPINI | 22 September 2012 | 00:02 Dibaca: 84   Komentar: 0   0

Pancasila, Ya pasti anda sering mendengar kalimat tersebut. Apa yang anda fikirkan tentang pancasila ? Anda mungkin mendengar pancasila tersebut sewaktu anda TK,SD,SMP,SMA bahkan di Perguruan Tinggi atau sampai saat ini. Pasti yang terbesit di fikiran anda pertama kali bahwa pancasila terdiri dari lima asas atau prinsip,ya itu memang benar. Bahkan Pancasila sudah menjadi sebagai dasar Negara Indonesia. Mungkin awal kita mengenal pancasila yaitu pada saat upacara di sekolah,karena pada saat itulah kita mengucapkannya dengan lantang. Jadi, kalo tak kenal maka tak sayang. Itulah panacasila yang harus selalu kita junjung tinggi.

Pancasila memang mempunya nilai sejarah tersendiri. Nilai sejarah yang tak boleh kita lupakan bahkan harus diamalkan. Asal muasal lahirnya pancasila yaitu dari superhero bangsa ini tak lain dan tak bukan yaitu Pahlawan bangsa ini,yang berjuang hingga akhir hayat untuk menciptakan pancasila sekaligus membuat bangsa kita ini merdeka seperti yang kita rasakan saat ini.

Namun yang terjadi saat ini, pancasila sedikit demi sedikit telah terkikis oleh ombak kemajuan zaman saat ini. Para anak muda dan orang dewasa telah asik dinina bobokan oleh teknologi dan budaya luar tanpa diimbangi dengan nilai nilai budaya negri ini. Kemudian mereka menjadi asik dengan dunianya mereka sendiri tanpa perduli dengan keadaan lingkungan sekitar kita.

Bahkan, para pejabat yang duduk di kursi kerajaan bertemakan kekuasaan semestinya menjadi malaikat bangsa yang menunjukan serta memberi contoh Akhlaq yang baik tentang pengamalan pancasila juga tidak bisa,mungkin bisa tapi mereka telah tertipu oleh keindahan kerajaan tersebut. Akankah pancasila abadi ? atau akan mati terkubur oleh tanah ketidakperduliaan ?

Orang orang berdasi berhias diri dengan kekayaan dalam menjalankan tugasnya, lebih banyak bermain kebohongan dihati masyarakat. Masyarakat yang membutuhkan kehidupan lebih baik tetapi telinga mereka seakan tak mendengar karena tertutup oleh kotoran kekuasaan dan harta. Sehingga yang terjadi pada orang berdasi tersebut adalah korupsi dan lingkungan sekitar kita semakin buruk tak terhenti. Apakah seperti ini katanya pancasila telah diterapkan pada kehidupan sehari hari ?

Serta anak muda saat ini lebih senang tawuran,narkoba daripada mengamalkan pancasila di kehidupan mereka,ini menandakan pancasila yang merka ucapkan hanya sebatas di mulut tanpa di resapi didalam hati. Apakah ini yang diharapkan bangsa ini ? padahal mereka yang akan menjadi penerus kemajuan bangsa ini.

Dengan melihat kejadian seperti ini,kita sebaiknya berkaca pada cermin diri dimana letak kekurangan kita agar semakin lebih baik lagi,serta menerapkan pancasila yang sekaligus membuat kita saling menghormati,mengharagai antar bangsa yang heterogen ini dan memiliki jiwa gotong royong dan kekeluargaan. Dimana kita tebar jiwa kedekatan disanalah keluarga. Amalkan pancasila dinegri yang nasionalisme ini. Salam pancasila untuk generasi penerus bangsa ini !

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menumbuhkan Minat Baca Anak Cara Pemerintah …

Benny Rhamdani | | 16 September 2014 | 10:01

Korupsi Politik Luthfi Hasan Ishaaq …

Hendra Budiman | | 16 September 2014 | 13:19

Jalan Kaki Camping Heboh di Mandalawangi …

Rahmat Hadi | | 16 September 2014 | 12:32

[Fiksi Fantasi] Runtuhnya Agate: …

Hsu | | 16 September 2014 | 05:54

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Ganggu Ahok = Ganggu Nachrowi …

Pakfigo Saja | 6 jam lalu

Kabinet Jokowi-JK Terdiri 34 Kementerian dan …

Edi Abdullah | 8 jam lalu

UU Pilkada, Ken Arok, SBY, Ahok, Prabowo …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Ternyata Ahok Gunakan Jurus Archimedes! …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Revolusi Mental, Mungkinkah KAI Jadi …

Akhmad Sujadi | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

I Am Groot …

Jeba | 7 jam lalu

Peran Google Drive Sebagai Alternatif …

Agus Oloan | 7 jam lalu

Kesatria itu Bernama Norman …

Susy Haryawan | 8 jam lalu

[Fiksi Fantasi] Republikarnivor …

Den Hard | 8 jam lalu

[Fiksi Fantasi] Perawan Sunthi …

Siti Swandari | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: