Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Takim Boiz

Teruslah melangkah, walau hanya selangkah

Sikap Generasi Muda Terhadap Fungsi dan Peran Bahasa Indonesia

OPINI | 26 September 2012 | 02:12 Dibaca: 81   Komentar: 0   0

Sikap Generasi Muda harus menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Di era globalisasi yang memungkinkan bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia akan berkurang diminati ( di pelajari ) , terbukti bahwa sekarang bahasa asing lebih diminati untuk di setiap kalangan baik anak-anak ataupun dewasa. Mungkin itu diakibatkan karena perkembangan zaman dimana bahasa inggris lebih diutamakan di segala bidang. Contohnya : Dalam melamar pekerjaan, orang asli Indonesia harus dapat menggunakan bahasa Internasional yaitu Bahasa Inggris dibandingkan Bahasa Nasional yaitu Bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia dianggap sebagai bahasa sehari-hari yang mudah (tidak bernilai). Padahal sesungguhnya bahasa Indonesia itu sendiri sangatlah sulit karena harus menggunakan EYD ( Ejaan Yang Disempurnakan ). Seiring perkembangan zaman dan muncul bahasa-bahasa baru misalnya lo, gue dalam masyarakat dulu itu adalah bahasa yang jarang di temukan namun sekarang setiap orang sering menggunakan tanpa memikirkan itu merupakan bahasa Indonesia yang baik dan benar atau tidak.

Demikian juga dengan cara penulisan yang kini sering kita lihat contohnya : dan = en atau penulisan undang-undang kini disingkat menjadi undang”. Tanda petik adalah tanda baca yang digunakan secara berpasangan untuk menandai ucapan, kutipan, frasa, atau kata dalam Bahasa Indonesia. Namun sekarang (“) digunakan sebagai suatu pengulangan kata sebelumnya.

Dari penyimpangan-penyimpangan tersebut sebagai generasi penerus bangsa, jika ingin bahasa Indonesia bisa lebih bermakna sebaiknya generasi muda yaitu :

-         Menggunakan selalu bahasa Indonesia yang baik dan Benar

-         Menuliskan bahasa Indonesia dengan sempurna

-         Terus melakukan perkembangan untuk Bahasa Indonesia itu sendiri agar lebih bernilai.

Mengapa demikian ? Sebagai lambang kebanggaan kebangsaan, bahasa Indonesia mencerminkan nilai – nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan kita. Atas dasar kebanggaan ini , bahasa Indonesia kita pelihara dan kita kembangkan serta rasa kebanggaan pemakainya senantiasa kita bina.

Sebagai lambang identitas nasional,bahasa Indonesia kita junjung disamping bendera dan lambang Negara kita. Di dalam melaksanakan fungsi ini bahasa Indonesia tentulah harus memiliki identitasnya sendiri pula sehingga ia serasi dengan lambang kebangsaan kita yang lain. Bahasa Indonesia dapat memiliki identitasnya hanya apabila masyarakat pemakainya membina dan mengembangkannya sedemikian rupa sehingga bersih dari unsur – unsur bahasa lain.

Mari sama-sama kita mengharumkan Bangsa Indonesia dengan memperbaiki bahasa-bahasa yang Kita gunakan karena Bahasa Indonesia merupakan citra diri Bangsa Indonesia !!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hati-Hati Meletakkan Foto Rahasia di …

Pical Gadi | | 02 September 2014 | 15:36

Yohanes Surya Intan yang Terabaikan …

Alobatnic | | 02 September 2014 | 10:24

Plus Minus kalau Birokrat yang Jadi …

Shendy Adam | | 02 September 2014 | 10:03

Mereka Sedang Latihan Perang …

Arimbi Bimoseno | | 02 September 2014 | 10:15

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 4 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 7 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 9 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 10 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Mengenal dan Mengenang IH Doko, Pahlawan …

Blasius Mengkaka | 8 jam lalu

Kenormalan yang Abnormal …

Sofiatri Tito Hiday... | 8 jam lalu

Aku Akan Pulang …

Dias | 8 jam lalu

Terpenuhikah Hak Kami, Hak Anak Indonesia? …

Syifa Aslamiyah | 8 jam lalu

UUD 1945 Tak Sama dengan Jakarta …

Adinda Agustaulima ... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: