Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Siti Mardiyah

Saya adalah seorang mahasiswi jurusan multimedia broadcasting PENS-ITS yang sangat menggemari dunia jurnalistik dan ingin selengkapnya

Integralistik Itu Perlu

OPINI | 27 September 2012 | 04:18 Dibaca: 1437   Komentar: 0   0

Untuk pertemuan kali ini, ilmu yang saya dapatkan adalah berawal dari 1 kata , yaitu integralistik. sebenernya apa sih integralistik itu? kata-kata yang mungkin asing bagi orang awam. tapi integralistik adalah sebuah kata yang memiliki artian yang sangat luas. menurut kamus besar bahasa Indonesia, integralistik memiliki makna keseluruhan/kesatuan. Dan mungkin dapat dijabakan lebih rinci, integralistik adalah sebuah sifat kesatuan dalam diri individu dengan lingkungannya.

Seorang yang memiliki sifat integralistik akan selalu peduli pada lingkungannya, dia akan merasa satu dengan lingkungannya. tak hanya secara emosi dan pikiran, tapi juga dalam tindakanpun akan tetap sama. Integralistik sebagai bentuk sebuah pengabdian dan bentuk toleransi terhadap lingkungan

Contoh nyata adalah sering digembar-gemborkannya integralistik di kalangan civitas akademika kampus. Mengapa integralistik sangat penting dalam kehidupan kampus?Ada bebeapa alasan yang dapat mendasari pentingnya integralistik dikampus.

1- Agar tiap mahasiswa merasakan adanya keluarga baru, yaitu keluarga kampus. karena kebanyakan mahasiswa berasal dari berbagai tempat yang tersebar disuatu daerah tertentu. Sebagai contoh mahasiswa ITS tak mungkin hanya berasal dari Surabaya, pasti mereka datang dari berbagai daerah.

2- Menghilangkan sekat-sekat diantara para mahasiswa. seperti status sosial, tingkat kepandaian, keegoisan dan sifat-sifat individualis lainnya.

3- Menyatukan satu sama lain dalam suatu lingkup keluarga besar yang memiliki asa dan tujuan yang sama dalam menggapai ilmu.

4- Menggali loyalitas antar mahasiswa kepada kampus mereka maupun civitas akedemika yang ada didalamnya.

Batapa pentingnya sifat integralistik, dan bayangkan apabila dalam sutu negara memiliki sifat integralistik dalam jiwa masing-masing masyarakatnya? maka tidak akan ada lagi yang namanya pebedaan status sosial, kesenjangan ekonomi, dan kasus-kasus korupsi yang mulai berakar di pikiran masing-masing pemimpin kita.

Tags: mardiyah

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 9 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 10 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 11 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 12 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 10 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 10 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 10 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 11 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: