Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Siti Mardiyah

Saya adalah seorang mahasiswi jurusan multimedia broadcasting PENS-ITS yang sangat menggemari dunia jurnalistik dan ingin selengkapnya

Integralistik Itu Perlu

OPINI | 27 September 2012 | 04:18 Dibaca: 1400   Komentar: 0   0

Untuk pertemuan kali ini, ilmu yang saya dapatkan adalah berawal dari 1 kata , yaitu integralistik. sebenernya apa sih integralistik itu? kata-kata yang mungkin asing bagi orang awam. tapi integralistik adalah sebuah kata yang memiliki artian yang sangat luas. menurut kamus besar bahasa Indonesia, integralistik memiliki makna keseluruhan/kesatuan. Dan mungkin dapat dijabakan lebih rinci, integralistik adalah sebuah sifat kesatuan dalam diri individu dengan lingkungannya.

Seorang yang memiliki sifat integralistik akan selalu peduli pada lingkungannya, dia akan merasa satu dengan lingkungannya. tak hanya secara emosi dan pikiran, tapi juga dalam tindakanpun akan tetap sama. Integralistik sebagai bentuk sebuah pengabdian dan bentuk toleransi terhadap lingkungan

Contoh nyata adalah sering digembar-gemborkannya integralistik di kalangan civitas akademika kampus. Mengapa integralistik sangat penting dalam kehidupan kampus?Ada bebeapa alasan yang dapat mendasari pentingnya integralistik dikampus.

1- Agar tiap mahasiswa merasakan adanya keluarga baru, yaitu keluarga kampus. karena kebanyakan mahasiswa berasal dari berbagai tempat yang tersebar disuatu daerah tertentu. Sebagai contoh mahasiswa ITS tak mungkin hanya berasal dari Surabaya, pasti mereka datang dari berbagai daerah.

2- Menghilangkan sekat-sekat diantara para mahasiswa. seperti status sosial, tingkat kepandaian, keegoisan dan sifat-sifat individualis lainnya.

3- Menyatukan satu sama lain dalam suatu lingkup keluarga besar yang memiliki asa dan tujuan yang sama dalam menggapai ilmu.

4- Menggali loyalitas antar mahasiswa kepada kampus mereka maupun civitas akedemika yang ada didalamnya.

Batapa pentingnya sifat integralistik, dan bayangkan apabila dalam sutu negara memiliki sifat integralistik dalam jiwa masing-masing masyarakatnya? maka tidak akan ada lagi yang namanya pebedaan status sosial, kesenjangan ekonomi, dan kasus-kasus korupsi yang mulai berakar di pikiran masing-masing pemimpin kita.

Tags: mardiyah

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-Keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Plus Minus kalau Birokrat yang Jadi …

Shendy Adam | | 02 September 2014 | 10:03

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 6 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 7 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Agung Laksono Lanjutkan Warisan Kedokteran …

Agung Laksono Berka... | 8 jam lalu

Mengenal Bunga Nasional Berbagai Negara di …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Cemburu Bukan Represent Cinta …

Diana Wardani | 9 jam lalu

“Account Suspended @Kompasiana Diburu …

Tarjo Binangun | 9 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: