Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Toleransi Antar Umat Beragama STIKES Bethesda Yakkum, Yogyakarta

REP | 26 September 2012 | 14:05 Dibaca: 830   Komentar: 1   4

KHOLIK IHWANUDIN (10210044)

TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA

STIKES BETHESDA YAKKUM YOGYAKARTA

Kampus STIKES BETHESDA YAKKUM YOGYAKARTA ini termasuk kampus orang kristiani, namun karena peminatnya sangatlah banyak, mahasiswa yang beragama selain kristen diperbolehkan kuliah di kampus tersebut. Contohnya teman saya SMA dulu yang sekarang kuliah disana yaitu Muhammad Danis

Diceritakan olehnya bahwa di sana toleransi antar umat beragama sangat ditegakkan, terbukti diberikannya waktu untuk beribadah sholat dhuhur bagi mahasiswa yang beragama islam. Dalam foto tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa mahasiwa kristiani sangat menghormati teman muslimnya yang sedang sholat dhuhur berjamaah. Ia rela menunggu danis dan teman muslimnya yang sedang sholat dhuhur dengan duduk manis disamping mereka yang sedang sholat. Tak lupa ia juga memanfaatkan waktu menuggu dengan membaca kitab injil.

Dari foto tersebut dapat disimpulkan bahwa toleransi antar umat beragama antar mahasiswa sangat mengesankan bagi mereka, karena dengan adanya sikap toleransi, mahasiswa STIKES yang berbeda – beda agama akan memiliki rasa kenersamaan dan juga menciptakan silaturrahmi yang erat.

Yang lebih mengesan lagi, di STIKES meskipun tidak ada tempat beribadah bagi mahasiswa muslim tetapi dari pihak STIKES yang notabennya Kristen mempersilahkan menempati ruang YOHANES untuk digunakan tempat sholat bagi mahasiswa muslim. Di ruangan tersebut banyak sekali gambar – gambar  yang berbaur tentang agama kristen, namun yang tak kalah penting dalam membangun rasa bertoleransi, dari pihak STIKES memperbolehkan mencopot gambar – gambar tersebut saat sholat berlangsung, begitu pula bagi mahasiswa muslim setelah selesai sholat, mereka langsung memasang kembali gambar –gambar tersebut. Rasa saling bertoleransi ada pada kedua belah pihak.


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Tifatul Sembiring di Balik Hilangnya …

Daniel H.t. | 6 jam lalu

Skenario Menjatuhkan Jokowi, Rekayasa Merah …

Imam Kodri | 8 jam lalu

SBY Hentikan Koalisi Merah Putih …

Zen Muttaqin | 8 jam lalu

Dari Semua Calon Menteri, Cuma Rizal Ramli …

Abdul Muis Syam | 8 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Rayhaneh Jabbari Membunuh Intelejen Coba …

Febrialdi | 7 jam lalu

Penumpang KA Minim Empati …

Agung Han | 8 jam lalu

Enam Belas Tahun yang Lalu …

Muhakam -laugi | 8 jam lalu

Ada Cinta di Minggu Ke-13 …

Rian Johanes | 8 jam lalu

Ayo Muliakan Petani Indonesia …

Robert Parlaungan S... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: