Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Thamrin Dahlan

Sharing, connecting on rainbow. Pena Sehat Pena Saran Pena Kawan

Buat Apa Sih Pancasila Diajarkan Lagi di PT (1)

OPINI | 05 October 2012 | 06:50 Dibaca: 1827   Komentar: 247   16

Ya buat apa sih Pancasila di ajarkan lagi di Perguruan Tinggi (PT)  ?  Padahal anak didik telah mendapat mata pelajaran itu sejak Sekolah Dasar.  Setelah 6 tahun disuguhi 5 sila itu kemudian di Sekolah Menengah Pertama diberikan lagi selama 3 tahun.  Masih belum cukup, di SMA atau di SMK, para guru wajib mengajarkan lagi ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Jadi 12 tahun mendapat pelajaran Pancasila,  apakah belum cukup ?.

Kita bertanya apa hasilnya, sementara tawuran anak pelajar masih saja terus terjadi.  Korupsi masih melanda negeri ini. Ancaman terorist masih saja menakutkan.  Apa yang salah dengan pendidikan Pancasila.  Sejatinya Pancasila secara objektif adalah pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang sangat cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia.  Namun dalam tataran pelaksanaan Pancasila di maknai secara subjektif oleh setiap warga.  Warga negara Indonesia dalam kapasitas apapun sangat beragam dalam mengakualisasi Pancasila pada kehidupan sehari hari.

Apakah itu oknum pejabat, oknum anggota Dewan terhormat ataupun warga negara biasa, Pancasila nampaknya belum menjadi pedoman hidup bagi mereka. Pendidikan Pancasila pastilah telah diterima warga secara formal di bangku sekolah, namun dalam dunia fana ini ternyata Pancasila hanya tertulis di buku buku pelajaran  dan tertempel didinding kantor. Pancasila dimaknai secara pragmatis, sesuai dengan kebutuhan hidup tanpa peduli apakah dalam memenuhi kebutuhan hidup itu melanggar norma norma Pancasila.

Menjawab pertanyaan cerdas mahasiswa yang nampaknya bosan menerima mata pelajaran Pancasila, diperlukan suatu jawaban nalar yang jitu.  Kementerian Pendidikan sebagai pemangku dan penanggung jawab sistem pendidikan di Indonesia telah mengeluarkan ketentuan bahwa Pendidikan Pancasila wajib diberikan di Perguruan Tinggi.  Metode pemberian mata kuliah Pancasila di PT tentu sungguh sangat berbeda dengan metode pengajaran  yang diberikan di SD, SMP dan SMA.

Lulusan PT akan memasuki pangsa kerja.  Sebagai seorang sarjana, mereka adalah 10 % dari pemuda seumur yang beruntung mendapat kesempatan menikmati pendidikan di PT.  Sarjana  ini akan menjadi pemimpin bagi rekan rekannya yang tidak kuliah.  Sebagai pelopor generasi seangkatannya para sarjana ini harus menjadi teladan baik.  Keteladanan mereka dibentuk selama proses mengikuti kuliah untuk menjadi seorang pekerja yang profesional.  Sikap profesional itu paling tidak mencakup Ilmu Pengetahuan (Science), Ketrampilan (Skill) dan Sikap (Attitude).

Bersambung,….



Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 9 jam lalu

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 10 jam lalu

Seminggu di Makassar yang Tak Terlupakan …

Annisa Nurul Koesma... | 10 jam lalu

Robohkah Surau Kami Karena Harga BBM Naik? …

Arnold Mamesah | 10 jam lalu

Sahabat Hati …

Siti Nur Hasanah | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: