Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Thamrin Dahlan

Sharing, connecting on rainbow. Pena Sehat Pena Saran Pena Kawan

Buat Apa Sih Pancasila Diajarkan Lagi di PT (1)

OPINI | 05 October 2012 | 06:50 Dibaca: 1821   Komentar: 247   16

Ya buat apa sih Pancasila di ajarkan lagi di Perguruan Tinggi (PT)  ?  Padahal anak didik telah mendapat mata pelajaran itu sejak Sekolah Dasar.  Setelah 6 tahun disuguhi 5 sila itu kemudian di Sekolah Menengah Pertama diberikan lagi selama 3 tahun.  Masih belum cukup, di SMA atau di SMK, para guru wajib mengajarkan lagi ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Jadi 12 tahun mendapat pelajaran Pancasila,  apakah belum cukup ?.

Kita bertanya apa hasilnya, sementara tawuran anak pelajar masih saja terus terjadi.  Korupsi masih melanda negeri ini. Ancaman terorist masih saja menakutkan.  Apa yang salah dengan pendidikan Pancasila.  Sejatinya Pancasila secara objektif adalah pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang sangat cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia.  Namun dalam tataran pelaksanaan Pancasila di maknai secara subjektif oleh setiap warga.  Warga negara Indonesia dalam kapasitas apapun sangat beragam dalam mengakualisasi Pancasila pada kehidupan sehari hari.

Apakah itu oknum pejabat, oknum anggota Dewan terhormat ataupun warga negara biasa, Pancasila nampaknya belum menjadi pedoman hidup bagi mereka. Pendidikan Pancasila pastilah telah diterima warga secara formal di bangku sekolah, namun dalam dunia fana ini ternyata Pancasila hanya tertulis di buku buku pelajaran  dan tertempel didinding kantor. Pancasila dimaknai secara pragmatis, sesuai dengan kebutuhan hidup tanpa peduli apakah dalam memenuhi kebutuhan hidup itu melanggar norma norma Pancasila.

Menjawab pertanyaan cerdas mahasiswa yang nampaknya bosan menerima mata pelajaran Pancasila, diperlukan suatu jawaban nalar yang jitu.  Kementerian Pendidikan sebagai pemangku dan penanggung jawab sistem pendidikan di Indonesia telah mengeluarkan ketentuan bahwa Pendidikan Pancasila wajib diberikan di Perguruan Tinggi.  Metode pemberian mata kuliah Pancasila di PT tentu sungguh sangat berbeda dengan metode pengajaran  yang diberikan di SD, SMP dan SMA.

Lulusan PT akan memasuki pangsa kerja.  Sebagai seorang sarjana, mereka adalah 10 % dari pemuda seumur yang beruntung mendapat kesempatan menikmati pendidikan di PT.  Sarjana  ini akan menjadi pemimpin bagi rekan rekannya yang tidak kuliah.  Sebagai pelopor generasi seangkatannya para sarjana ini harus menjadi teladan baik.  Keteladanan mereka dibentuk selama proses mengikuti kuliah untuk menjadi seorang pekerja yang profesional.  Sikap profesional itu paling tidak mencakup Ilmu Pengetahuan (Science), Ketrampilan (Skill) dan Sikap (Attitude).

Bersambung,….



Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | | 25 October 2014 | 23:43

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | | 26 October 2014 | 00:06

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri, Polycarpus, BIN dan Persepsi Salah …

Ninoy N Karundeng | | 26 October 2014 | 08:45

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Korban-korban Kebijakan dan Peraturan JKN …

Yaslis Ilyas | 8 jam lalu

Latihan Siang Malam, Prajurit TNI Dipantau …

Mirza Gemilang | 8 jam lalu

Memasuki Hari ke Enam Belas Berada di …

Taufiq Rilhardin | 8 jam lalu

Pacaran? Tidak Harus dengan Kekerasan! …

Stevani Dewi | 8 jam lalu

Transisi Swallow Go Internasional Dikenal …

Tenny Rizka Firsti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: