Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ibnu Muzzakkir

Mahasiswa Universitas Gunadarma, Teknik Informatika'12

Pudarnya Nilai Pancasila

REP | 08 October 2012 | 01:38 Dibaca: 467   Komentar: 3   1

Pada jaman globalisasi saat kini tingkah laku manusia sudah semakin aneh dan terkadang tak pantas untuk dilihat oleh kedua bola mata kita.Hal ini terlihat karena semakin maraknya kejadian yang sudah melenceng dari norma - norma yang berlaku di masyarakat bahkan ada yang sampai melanggar dari Hak Asasi Manusia (HAM). Mereka yang melakukan hal demikian hanya merasa bahwa yang mereka lakukan itu sudah biasa. Apakah semua ini akan menjadi tradisi yang berdampak negatif bagi kehidupan kita ?

Pancasila merupakan suatu ideologi atau dasar dari negara. Tentunya semua kejadian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ataupun kehidupan sehari – hari tidak lepas akan arti dari butir butir nilai yang terkandung di dalam pancasila itu sendiri. Akan tetapi tanpa kita sadari kebanyakan dari kita tergolong kepada orang – orang yang melaksanakan kehidupan tanpa mementingkan nilai nilai tersebut.

Seperti kita ketahui Semua ruangan di semua jenjang pendidikan pasti terdapat satu tempat yang memang disediakan untuk meletakkan foto dari pancasila beserta sila yang terkandung di dalamnya. Itu semua pasti bertujuan untuk mengingatkan bahwasanya kita sebagai pelajar tidak akan lupa akan nilai – nilai yang ada . Walaupun semua itu sudah terpampang dengan jelas kita masih saja melenceng . Sebagai contoh yaitu tawuran yang marak terjadi antarpelajar.

Tawuran bukanlah hal yang asing bagi kalangan pelajar apalagi tingkat SMA. Hal itu mungkin terjadi karena masa masa SMA disebut sebagai masa peralihan atau sering dikenal dengan pubertas. Saat inilah banyak sekali para pelajar yang masih memiliki tingkat emosional tinggi dam pemikiran yang “Labil”, masih ikut sini.

Moral para pelajar yang harusnya mencerminkan seorang pelajar malah menjadi seorang jagoan. Hal ini tentu tidak lepas dari apa yang mereka tahu tentang nilai – nilai yang terkandung di dalam pancasila. Sila ke-4 yang bermakna jika terdapat suatu permasalahan antar golongan itu diselesaikan secara musyarawah bukan melibatkan kontak fisik. Para pelajar justru mengabaikannya. Apalagi hal yang diperdebatkan hanyalah hal kecil yang sangat konyol.

Ditambah lagi dengan anggapan bagi sebagian pelajar bahwa belajar pendidikan moral itu bukan hal yang bersifat penting. Padahal jika kita tau dan menyadari itu semua kehidupan kita akan berjalan dengan baik dan teratur. Sebagai contoh jika kita menghormati serta menghargai orang lain maka kita tentunya akan mendapatkan hasil yang sama yaitu di hormati pula. Banyak para remaja yang mulai gengsi akan hal itu. Maka wajar moral yang dimiliki kebanyakan pelajar saat kini tidak mencermikan seorang pelajar.

Seharusnya jika kita melihat dari masalah yang kita hadapi sehari hari seperti diatas. Kita dapat menyelesaikannya dengan berdasarkan pada nilai nilai yang terkandung di dalam pancasila sehingga tidak terjadi pertikaian ataupun hal – hal yang melenceng. Kehidupan kita akan terbangung sebagai pribadi yang memiliki moral yang baik serta dihormati oleh orang lain. Intinya jika ada permasalah janganlah dibesar besarkan, hadapi dengan kepala dingin walaupun itu suatu masalah yang rumit. Jalani hidup Anda layaknya nahkoda yang menggendalikan kapalnya.

salam UG

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Usul Mengatasi Kemacetan dengan “Kiss …

Isk_harun | | 21 September 2014 | 17:45

Menuju Era Pembelajaran Digital, Ini Pesan …

Nisa | | 21 September 2014 | 22:44

RUU Pilkada, Polemik Duel Kepentingan (Seri …

Prima Sp Vardhana | | 21 September 2014 | 23:11

Cerita Unik 470 Kata, Seluruh Kata Diawali …

Saut Donatus | | 22 September 2014 | 07:54

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

PKS antara Pede dan GR …

Ifani | 4 jam lalu

Sopir Taksi yang Intelek …

Djohan Suryana | 5 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 8 jam lalu

Gajah Berperang Melawan Gajah, …

Mike Reyssent | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Saya yang Berjalan Cepat, Atau Mahasiswa …

Giri Lumakto | 7 jam lalu

Membaca Konsep Revolusi Mental Gagasan …

Ahmad Faisal | 7 jam lalu

Konstitusionalitas Pemilukada: Paradoks …

Armansyah Arman | 7 jam lalu

Salah Kaprah Tentang Tes Psikologi …

Muhammad Armand | 7 jam lalu

MTQI ke XV Menyatukan Dunia yang Terbelah …

Syaripudin Zuhri | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: